<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450</id><updated>2012-02-17T05:06:42.079+07:00</updated><category term='Medan Kotaku'/><category term='Sepenggal Cerita'/><category term='Life'/><category term='Wanna Know'/><category term='Family'/><category term='Moslem'/><category term='Balita'/><category term='Lirik'/><category term='Recipes'/><category term='Tokoh'/><category term='Indonesia Memilih'/><category term='Health'/><category term='Bahasa'/><title type='text'>IRA NAWANG WULAN</title><subtitle type='html'>This blog is about me, my life, my interest and things take place around me.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-9125207700946050565</id><published>2009-09-01T17:03:00.000+07:00</published><updated>2009-09-01T17:09:48.438+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>BERSYUKUR SAAT LELAH DENGAN KEADAAN...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-9125207700946050565?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/9125207700946050565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/09/bersyukur-saat-lelah-dengan-keadaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/9125207700946050565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/9125207700946050565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/09/bersyukur-saat-lelah-dengan-keadaan.html' title=''/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-6875089941125869256</id><published>2009-04-05T00:21:00.003+07:00</published><updated>2009-04-05T00:41:32.513+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Kedewasaan Razan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sdebi-Twg3I/AAAAAAAAAEw/aua4PUNlhpw/s1600-h/Image(85).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sdebi-Twg3I/AAAAAAAAAEw/aua4PUNlhpw/s200/Image(85).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320892509905257330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah memang Maha Kuasa. Di tengah keraguan begitu banyak orang, termasuk diriku sendiri ternyata Allah menjadikan segalanya mudah bagiku. Razanku sejauh ini baik-baik saja dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Subhanallah, Razan bahkan mengeluarkan ucapan yang mengejutkan, yang tidak seorang pun mengira Razan akan paham sejauh itu. Razan tidak menangisi ketidakhadiran mamanya di sampingnya, tapi dia malah berkata "Kasihan mama, mama kesepian, mama gak boleh nangis". Tidak satu orang pun di sekitarnya yang mengajarinya berkata seperti itu, bahkan tidak seorang pun yang mengajaknya berfikir ke arah sana, bahwa mamanya sendirian dan kesepian di T. Balai tanpa dirinya, papanya dan anggota keluarga yang lain. Tidak ...tidak ada air mata yang kutunjukkan pada Razanku, pun dia dapat memahami bahwa mamanya mencintainya dan bersusah hati karena berpisah darinya, bahkan menangis nun jauh di sana karena merindunya. Razanku, cintaku. Semoga engkau selalu diberkahi Allah. Jadilah orang seperti namamu anakku, Pemimpin yang Terpuji dan Berwibawa. Sabar, Sayang. Kita nantikan waktu yang kita harapkan tiba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-6875089941125869256?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/6875089941125869256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/04/kedewasaan-razan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6875089941125869256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6875089941125869256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/04/kedewasaan-razan.html' title='Kedewasaan Razan'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sdebi-Twg3I/AAAAAAAAAEw/aua4PUNlhpw/s72-c/Image(85).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-39807686797083098</id><published>2009-04-05T00:04:00.002+07:00</published><updated>2009-04-05T00:13:29.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Ummu 'Umarah Pejuang Wanita Sejati</title><content type='html'>Tinta sejarah menjadi saksi, bahwa tidak sedikitwanita mukminah yang terjun ke medan pertempuran,jihad fii sabilillah. Mereka menyelinap di antaralemparan-lemparan lembing, kilatan-kilatan pedang danjatuhan anak-anak panah. Mereka menyampaikan makanan,minuman dan obat-obatan bagi prajurit mukmin yang berjuang mempertahanakan Islam. Bahkan jika keadaan memintanya untuk menyandang pedang, mereka tidak gentar justru makin berkobar semangatnya. Diantara wanita-wanita pejuang itu adalah Nusaibah binti Ka'af Al-Anshariyah yang terkenal dengan Ummu 'Umarah.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Ummu 'Umarah merupakan salah satu contoh keberanian dan ketegaran. Ia merupakan sosok kepahlawanan yang tidak pernah absen melaksanakan kewajiban bilamana memanggilnya. Ia adalah shahabiyah&lt;br /&gt;yang utama ..... Ia termasuk salah satu dari dua wanita yang bergabung dengan tujuh laki-laki anshar yang berbai'at kepada Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam pada bai'at Aqabah kedua. Pada waktu itu ia bersama suaminya, Zaid bin Ashim dan dua orang putranya, Hubaid bin Zaid dan Abdullah bin Zaid. Dan wanita yang satu lagi adalah saudara perempuannya. Ibnu Sa'ad dalam Thalaqatnya menyatakan (yang terjemahannya): "Hunain, Perang Yamamah dan terpotong tangannya, dan mendengar beberapa hadits dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam."&lt;br /&gt;Sedangkan Imam Adz Dzahabi menyatakan (yang terjemahannya): "Ia (Ummu 'Umarah) adalah wanita yang utama dan wanita dari kalangan anshar, Khazraj,Najjar, Mazin dan juga sebagai orang madinah.Saudaranya Abdullah bin Ka'ab termasuk orang yang ikut Perang Badar, dan saudaranya Abdurrahman termasuk orang yang suka menangis. Ummu 'Umarah menghadiri malam perjanjian Aqabah. Ia juga ikut dalam Perang Uhud, Perdamaian Hudaibiyah, Perang Hunain, Perang Yamamah dan aktif melakukan beberapa kegiatan.&lt;br /&gt;"Dalam perang Uhud, Ummu 'Umarah Nusaibah berjuang bersama suaminya dan dua orang putranya. Ia keluar untuk memberi minum dengan membawa qirbah (tempat air). Namun ketika keadaan pasukan Muslimin berubah menjadi terdesak, ia ikut terjun langsung dalam pertempuran sehingga terluka dengan luka-luka sebanyak dua belas (dalam riwayat lain tiga belas. wallaahu a'lam). Tentang peristiwa ini Ummu 'Umarah mengisahkan (yang terjemahannya): "Keadaan pasukan kaum Muslimin benar-benar berantakan. Banyak orang meninggalkan Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, tinggal tersisa&lt;br /&gt;beberapa orang yang melindungi beliau, termasuk aku,suamiku, serta kedua anakku. Sementara di depanku,banyak orang sedang melarikan diri untuk mundur. Saat itu aku tidak bersenjata. Dan ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki yang mengundurkan diri sambil membawa perisai, beliau lalu bersabda :"Berikanlah perisaimu kepada orang yang sedang berperang !" Orang tersebut segerea melemparkannya, dan aku segera memungutnya lalu aku gunakan untuk melindungi Rasulullah Shallallahu 'AlaihiWasallam. Pasukan yang menyerang saat itu adalah pasukan berkuda. Kami yakin, apabila bukan pasukan berkuda pasti kami sudah bisa mengatasinya.Tiba-tiba datang seorang penunggan kuda menyerangku dengan pedang, serangan itu dapat aku tangkis. Ketika dia akan lari aku hantam kaki kudanya dan dia pun jatuh tertelungkup. Saat itu aku dengar Rasulullah&lt;br /&gt;Shallallahu 'Alaihi Wasallam berteriak : "Wahai putra Ummu 'Umarah bantulah ibunya !" Lantas datanglah anakku dan bersama-sama kami habiskan orang itu.&lt;br /&gt;"Ummu 'Umarah terus bertempur tanpa mengenal lelah,sambil sesekali membantu merawat mereka yang luka.Begitu sibuknya Ummu 'Umarah, sampai-sampai ia tidak mengetahui kalau putranya Abdullah bin Zaid terluka parah. Ia baru mengetahuinya setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berteriak (yang terjemahannya): "Hai Abdullah ! Kau ikat lukamu dulu baru kau teruskan bertempur lagi !"&lt;br /&gt;Ummu 'Umarah terkejut mendengar teriakan itu dan segera sadar putranya dalam bahaya. Segera ia mendekati dan mengobati luka putranya yang ternyata memang parah. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengawasi keduanya dan setelah selesai, Ummu 'Umarah berkata (yang terjemahannya): "Nah ... sekarang bangkitlah dan perangilah kaum itu !" Melihat kejadian tersebut, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya): "Siapakah yang sanggup melakukan sebagaimana yang kau lakukan ini ya ... Ummu 'Umarah ?" Kemudian datanglah orang yang memukul putranya tadi lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda (yang terjemahannya): "Ya .... Ummu 'Umarah ! Itu orang yang memukul anakmu datang !"Tanpa banyak berbicara Ummu 'Umarah menghadang orang yang ditunjukkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi&lt;br /&gt;Wasallam dan menghantam kakinya sehingga orang&lt;br /&gt;tersebut terduduk di tanah. Sambil tersenyum&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang melihat hal itu bersabda (yang terjemahannya): "Engkau telah membalasnya ya Ummu 'Umarah !" Tak lama kemudian beberapa orang datang dan bersama-sama membunuh orang tersebut, lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda lagi (yang terjemahannya): "Alhamdulillah ..... ! Allah memberikan kesempatan kepadamu untuk membalas musuhmu dan menyaksikan pembalasan itu sendiri."&lt;br /&gt;Imam Adz Dzahabi meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid bin Ashim, ia berkata (yang terjemahannya):"Saya mengikuti perang Uhud, maka ketika orang-orang meninggalkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,&lt;br /&gt;saya dan ibu mendekati beliau untuk melindungi. Lalu&lt;br /&gt;beliau bertanya : "Mana Ummu 'Umarah ?" Ibu menjawab :"Ya ... wahai Rasulullah" Beliau bersabda :"Lemparilah !" Lalu ibu melempari seorang laki-laki&lt;br /&gt;yang sedang naik kuda di depan beliau dengan batu dan&lt;br /&gt;mengenai mata kudanya. Kemudian kudanya itu berguncang-guncang keras lantas jatuh bersama penunggangnya, lalu saya tindih orang itu dengan batu&lt;br /&gt;dan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melihat sambil&lt;br /&gt;tersenyum. Kemudian beliau luka ibu di pundaknya,lalu beliau berseru : "Ibumu ! Ibumu ! Balutlah lukanya !&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah mereka shahabat saya di dalam&lt;br /&gt;syurga" Mendengar itu ibu berkata : "Aku tidak menghiraukan lagi apa yang menimpaku dari urusan dunia ini !&lt;br /&gt;"Allahu Akbar ! Betapa tegarnya engkau wahai Ummu 'Umarah. Tak lagi engkau menghiraukan lukamu setelah doa yang menggembirakan hatimu ! Begitulah Ummu 'umarah melewati hari-harinya dengan terus berjuang di jalan Allah 'Azza wa Jalla. Maka tatkala Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah wafat muncullah si pendusta Musailamah al Kadzdzab ia mengaku sebagai Nabi sehingga kaum Musliminpun memeranginya. Taqdir Allah menentukan bahwa Hubaib putra Ummu 'Umarah ditawan Musailamah, kemudian disiksa dengan berbagai siksaan. Namun Allah 'Azza wa Jalla memberikan&lt;br /&gt;keteguhan dan ketegaran kepada putra Ummu 'Umarah ini,meskipun teramat berat siksaan dirasakannya. Akhirnya Allah mentaqdirkan Hubaib mati di tangan Musailamah dengan sangat mengenaskan. Semoga Allah menempatkannya di jannah yang penuh dengan kenikmatan.Al Waqidi menceritakan (yang terjemahannya): "Ketika sampai kepada Ummu 'Umarah berita kematian anaknya di tangan Musailamah, maka ia berjanji kepada Allah dan memohon kepada-Nya agar ia juga mati di tangan Musailamah atau ia yang membunuh Musailamah. Maka Ummu 'Umarah ikut perang Yamamah bersama Khalid bin Walid,lalu Musailamah terbunuh dan tangan Nusaibah terpotong&lt;br /&gt;dalam perang tersebut."Ummu 'Umarah berkata (yang terjemahannya): "Tanganku terpotong pada hari perang Yamamah padahal aku sangat berkeinginan membunuh Musailamah. Tidak ada yang dapat melarangku hingga aku melihat orang jahat itu mati&lt;br /&gt;terkapar. Dan tiba-tiba aku lihat anakku Abdullah bin Zaid mengusap pedangnya dengan pakaiannya, lalu bertanya kepadanya : "Engkaukah yang membunuhnya ?" Ia menjawab : "Ya" Kemudian aku sujud syukur kepada Allah."&lt;br /&gt;Itulah sepenggal kisah Ummu 'Umarah, Nusaibah binti Ka'ab Al Anshariyah, sehingga seorang pejuang wanita yang berjuang dalam hidupnya untuk kejayaan Islam hingga akhir hayatnya, semoga Alllah meridhainya dan menjadikannya ridha. Dan semoga Allah menyambut dengan&lt;br /&gt;Rahmat-Nya yang luas dan menempatkannya ke dalam&lt;br /&gt;jannah yang penuh dengan ketenangan dan ketentraman&lt;br /&gt;yang hakiki.&lt;br /&gt;Wallaahu A'lam Bishashawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from:www.geocities.com/jantan_salafy/akhwat/umarah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-39807686797083098?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/39807686797083098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/04/ummu-umarah-pejuang-wanita-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/39807686797083098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/39807686797083098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/04/ummu-umarah-pejuang-wanita-sejati.html' title='Ummu &apos;Umarah Pejuang Wanita Sejati'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-7171141674155207995</id><published>2009-03-28T18:47:00.001+07:00</published><updated>2009-03-28T18:52:09.749+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc4OqX9G8YI/AAAAAAAAAEo/a3jV_EghrBM/s1600-h/HAPPY+FAMILY.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 112px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc4OqX9G8YI/AAAAAAAAAEo/a3jV_EghrBM/s200/HAPPY+FAMILY.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318204331118752130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I love you.., always.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-7171141674155207995?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/7171141674155207995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/i-love-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7171141674155207995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7171141674155207995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/i-love-you.html' title=''/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc4OqX9G8YI/AAAAAAAAAEo/a3jV_EghrBM/s72-c/HAPPY+FAMILY.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1254628787736889937</id><published>2009-03-28T08:17:00.002+07:00</published><updated>2009-03-28T09:51:29.071+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc2QPASbNkI/AAAAAAAAAEY/VSnNjiZp6qY/s1600-h/ramadan-praying.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc2QPASbNkI/AAAAAAAAAEY/VSnNjiZp6qY/s200/ramadan-praying.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318065322444142146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;God, if this is my way... then please make me strong to follow the path....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1254628787736889937?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1254628787736889937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/god-if-this-is-my-way.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1254628787736889937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1254628787736889937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/god-if-this-is-my-way.html' title=''/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc2QPASbNkI/AAAAAAAAAEY/VSnNjiZp6qY/s72-c/ramadan-praying.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1665762179826036600</id><published>2009-03-25T13:59:00.002+07:00</published><updated>2009-03-25T14:03:22.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScnXLObXTpI/AAAAAAAAAEQ/ny5edRMYpjU/s1600-h/tear.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScnXLObXTpI/AAAAAAAAAEQ/ny5edRMYpjU/s200/tear.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317017422938984082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah air mataku bisa menggugah jiwamu?&lt;br /&gt;Maukah sedikit saja engkau mengerti?&lt;br /&gt;Akan lebih mudah bagiku andai saja engkau mau mencoba memahami perasaanku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1665762179826036600?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1665762179826036600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/tidakkah-air-mataku-bisa-menggugah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1665762179826036600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1665762179826036600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/tidakkah-air-mataku-bisa-menggugah.html' title=''/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScnXLObXTpI/AAAAAAAAAEQ/ny5edRMYpjU/s72-c/tear.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-907261977987186885</id><published>2009-03-25T10:18:00.004+07:00</published><updated>2009-03-25T12:04:37.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Scm6-lp6oZI/AAAAAAAAAEI/BPWHbwzFfAM/s1600-h/smoke.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Scm6-lp6oZI/AAAAAAAAAEI/BPWHbwzFfAM/s200/smoke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316986419510157714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama itu selalu berada di benakku setiap aku meminta yang terbaik untuk keluarga kecilku, betapapun aku berusaha memasukkan nama lain agar nama itulah yang menjadi jawab doaku (walaupun karena suatu hal aku tahu nama yang kuinginkan sudah diplot untuk orang lain). Benar, nama itu selalu terlintas tanpa kusadar, tanpa kuinginkan, dalam setiap tadahan tangan dan sujudku. Tanpa aku sadari, aku sudah dijawab oleh-Nya jauh-jauh hari sebelum kenyataan ini aku terima. Tapi aku berusaha menafikkannya... Apa yang harus kulakukan? Bahkan kini hatiku masih belum berbisik, dan otakku tak berdaya berfikir. Hhhh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-907261977987186885?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/907261977987186885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/nama-itu-selalu-berada-di-benakku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/907261977987186885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/907261977987186885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/nama-itu-selalu-berada-di-benakku.html' title=''/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Scm6-lp6oZI/AAAAAAAAAEI/BPWHbwzFfAM/s72-c/smoke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1095740166340664256</id><published>2009-03-25T08:59:00.002+07:00</published><updated>2009-03-25T09:10:29.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScmSf6Si8QI/AAAAAAAAAEA/hIfZLtcuN0o/s1600-h/f_HEARTLoveLim_474c4d9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScmSf6Si8QI/AAAAAAAAAEA/hIfZLtcuN0o/s200/f_HEARTLoveLim_474c4d9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316941912008225026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;... Aku mencintaimu,&lt;br /&gt;Tak perlu diragukan lagi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1095740166340664256?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1095740166340664256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/blog-post_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1095740166340664256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1095740166340664256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/blog-post_25.html' title=''/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScmSf6Si8QI/AAAAAAAAAEA/hIfZLtcuN0o/s72-c/f_HEARTLoveLim_474c4d9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-5075639937971913413</id><published>2009-03-24T13:09:00.004+07:00</published><updated>2009-03-24T13:21:57.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Keberanian Hamzah bin Abdul Mutthalib ra.</title><content type='html'>Thabarani telah mengeluarkan dari Al-Harits At-Taimi dia berkata: Adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib ra. pada hari pertempuran di Badar membuat tanda dengan bulu burung Na'amah (Bangau). Sesudah selesai peperangan, maka seorang dari kaum Musyrikin bertanya: Siapa orang yang bertanda dengan bulu burung Na'amah itu? Maka orang berkata: Dialah Hamzah bin Abdul Mutthalib. Sambut orang itu lagi: Dialah orang yang banyak memalu kita di dalam peperangan itu.&lt;br /&gt;(Majma'uz Zawa'id 6:81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bazzar mengeluarkan dari Abdul Rahman bin Auf ra. dia berkata: Bertanya Umaiyah bin Khalaf kepadanya: Hai Abdullah! Siapa orang yang memakai bulu burung Na'amah di dadanya pada perang Badar itu? jawabku: Dia itu paman Muhammad, dialah Hamzah bin Abdul Mutthalib ra. Berkata lagi Umaiyah bin Khalaf: Dialah orang yang banyak memalu kita dengan senjatanya sehingga dia dapat membunuh ramai di antara kita. (Majma'uz Zawa'id 6:81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim telah mengeluarkan dari Sabir bin Abdullah ra. dia berkata: Rasulullah SAW mencari-cari Hamzah pada hari Ubud setelah selesai peperangan, dan setelah semua orang berkumpul di sisinya: Di mana Hamzah? Maka salah seorang di situ menjawab: Tadi, saya lihat dia berperang di bawah pohon di sana, dia terus menerus mengatakan: Aku singa Allah, dan singa RasulNya! Ya Allah, ya Tuhanku! Aku mencuci tanganku dari apa yang dibawa oleh mereka itu, yakni Abu Sufyan bin Harb dan tentera Quraisy. Dan aku memohon uzur kepadamu dari apa yang dibuat oleh mereka itu dan kekalahan mereka, yakni tentera Islam yang melarikan diri! Lalu Rasulullah SAW pun menuju ke tempat itu, dan didapati Hamzah telah gugur. Bila Beliau melihat dahinya, Beliau menangis, dan bila melihat mayatnya dicincang-cincang, Beliau menarik nafas panjang. Kemudian Beliau berkata: Tidak ada kain kafan buatnya?! Maka segeralah seorang dari kaum Anshar membawakan kain kafan untuknya. Berkata Jabir seterusnya, bahwa Rasulullah SAW telah berkata: Hamzah adalah penghulu semua orang syahid nanti di sisi Allah pada hari kiamat.&lt;br /&gt;(Hakim 3:199)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Wahsyi ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Ishak telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru bin Umaiyah Adh-Dhamri, dia berkata: Aku keluar bersama Abdullah bin Adiy bin Al-Khiyar pada zaman Mu'awiyah ra... dan disebutkan ceritanya hingga kami duduk bersama Wahsyi (pembunuh Hamzah ra.), maka kami berkata kepadanya: Kami datang ini untuk mendengar sendiri darimu, bagaimana engkau membunuh Hamzah ra. Wahsyi bercerita: Aku akan memberitahu kamu berdua, sebagai mana aku sudah memberitahu dahulu kepada Rasulullah SAW ketika Beliau bertanya ceritanya dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, aku ini adalah hamba kepada Jubair bin Muth'im, dan pamannya yang bernama Thu'aimah bin Adiy telah mati terbunuh di perang Badar. Apabila kaum Quraisy keluar untuk berperang di Uhud, Jubair berkata kepadaku: Jika engkau dapat membunuh Hamzah, paman Muhammad untuk menuntut balas kematian pamanku di Badar, engkau akan aku merdekakan. Bila tentera Quraisy keluar ke medan Uhud, aku turut keluar bersama mereka. Aku seorang Habsyi yang memang mahir untuk melempar pisau bengkok, dan sebagaimana biasanya orang Habsyi, jarang-jarang tidak mengenai sasaran apabila melempar. Apabila kedua belah pihak bertempur di medan Uhud itu, aku keluar mencari-cari Hamzah untuk kujadikan sasaranku, sehingga aku melihatnya di antara orang yang bertarung, seolah-olahnya dia unta yang mengamuk, terus memukul dengan pedangnya segala apa yang datang menyerangnya, tiada seorang pun yang dapat melawannya. Aku pun bersiap untuk menjadikannya sasaranku. Aku lalu bersembunyi di balik batu berdekatan dengan pohon yang dia sedang bertarung, sehingga apabila dia datang berdekatan denganku, mudahlahlah aku melemparkan pisau racunku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala dia dalam keadaan begitu, tiba-tiba datang menyerangnya Sibak bin Abdul Uzza. Apabila Hamzah melihat Sibak datang kepadanya, dia berteriak: Mari ke sini, siapa yang hendak mencari maut! Dipukulnya dengan sekali pukulan kepalanya terus berguling di tanah. Maka pada ketika itulah, aku terus mengacung-acungkan pisau bengkokku itu, dan apabila aku rasa sudah tepat sasaranku, aku pun melemparnya kepada Hamzah mengenai bawah perutnya terus rnenembusi bawah selangkangnya. Dia mencoba hendak menerkamku, tetapi dia sudah tidak berdaya lagi, aku lalu meninggalkannya di situ sehinggalah dia mati. Kemudian aku kembali lagi untuk mengambil pisau bengkokku itu, dan aku membawanya ke perkemahan kami. Aku duduk di situ menunggu, dan aku tidak punya hajat yang lain, selain dari hendak membunuh Hamzah agar aku dapat dimerdekakan oleh tuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kami kembali ke Makkah, seperti yang dijanjikan oleh tuanku, aku dimerdekakan. Aku terus tinggal di Makkah. Dan apabila kota Makkah ditakluki oleh Rasulullah SAW aku pun melarikan diri ke Tha'if dan menetap di sana. Apabila rombongan orang-orang Tha'if bersiap-siap hendak menemui Rasulullah SAW untuk memeluk Islam, aku merasa serba salah tidak tahu ke mana harus melarikan diri. Aku berfikir, apakah aku harus melarikan diri ke Syam, atau ke Yaman, ataupun ke negeri-negeri lainnya, sampai kapan aku akan menjadi orang buruan?! Demi Allah, aku merasakan diriku susah sekali. Tiba-tiba ada orang yang datang kepadaku memberi nasehat: Apa yang engkau susahkan? Muhammad tidak membunuh orang yang masuk ke dalam agamanya, dan menyaksikan syahadat kebenaran! Aku tidak ada jalan melainkan menerima nasehat itu. Aku pun menuju ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW Memang tiada disangka-sangkanya melainkan dengan tiba-tiba Beliau melihatku berdiri di hadapannya menyaksikan syahadat kebenaran itu. Beliau lalu menoleh kepadaku seraya berkata: Apakah engkau ini Wahsyi? Jawabku: Saya, wahai Rasulullah! Beliau berkata lagi: Duduklah! Ceritakanlah bagaimana engkau rnembunuh Hamzah?! Aku lalu menceritakan kepadanya seperti aku menceritakan sekarang kepada kamu berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila selesai bercerita, Beliau berkata kepadaku: Awas! Jangan lagi engkau datang menunjukkan wajahmu kepadaku! Kerana itu aku terus-menerus menjauhkan diri dari Rasulullah SAW supaya Beliau tidak melihat wajahku lagi, sehinggalah Beliau wafat meninggalkan dunia ini. Kemudian apabila kaum Muslimin keluar untuk berperang dengan Musailimah Al-Kazzab, pemimpin kaum murtad di Yamamah, aku turut keluar untuk berperang dengannya. Aku bawa pisau bengkok yang membunuh Hamzah itu. Ketika orang sedang gawat bertempur, aku mencuri-curi masuk dan aku lihat Musailimah sedang berdiri dan di tangannya pedang yang terhunus, maka aku pun membuat persiapan untuk melemparnya dan di sebelahku ada seorang dari kaum Anshar yang sama tujuan denganku. Aku terus mengacung-acungkan pisau itu ke arahnya, dan apabila aku rasa sudah boleh mengenai sasarannya, aku pun melemparkannya, dan mengenainya, lalu orang Anshar itu menghabiskan hidupnya dengan pedangnya. Aku sendiri tidak memastikan siapa yang membunuh Musailimah itu, apakah pisau bengkokku itu, ataupun pedang orang Anshar tadi, hanya Tuhan sajalah yang lebih mengetahui. Jika aku yang membunuhnya, maka aku telah membunuh orang yang terbaik pada masa hayat Rasulullah SAW dan aku juga sudah membunuh orang yang paling jahat sesudah hayat Beliau.&lt;br /&gt;(Al-Bidayah Wan-Nihayah 4:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru sebagaimana cerita yang sebelumnya, cuma apabila orang ramai berbaris untuk berperang, lalu keluarlah Sibak seraya menjerit: Siapa yang akan melawanku? Hamzah pun keluar untuk melawannya, lalu Hamzah berkata kepadanya: Hai Sibak! Hai putera Ummi Anmar, tukang sunnat orang perempuan! Apakah engkau hendak melawan Allah dan RasulNya? Hamzah lalu menghantamnya dengan suatu pukulan yang keras menghabiskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.azharjaafar.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-5075639937971913413?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/5075639937971913413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/keberanian-hamzah-bin-abdul-mutthalib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5075639937971913413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5075639937971913413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/keberanian-hamzah-bin-abdul-mutthalib.html' title='Keberanian Hamzah bin Abdul Mutthalib ra.'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-8633071574540810665</id><published>2009-03-23T20:42:00.005+07:00</published><updated>2009-03-23T21:47:04.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>World Water Day</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SceefUPHbEI/AAAAAAAAAD4/4MiSmsqaHxw/s1600-h/WATER.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SceefUPHbEI/AAAAAAAAAD4/4MiSmsqaHxw/s200/WATER.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316392145979403330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini seharusnya di-posting kemarin, tapi better late than never kan? Sejak tahun 1993, dunia memperingati hari air sedunia setiap tanggal 22 Maret. Peringatan ini diprakarsai oleh PBB, tepatnya pada Konferensi PBB terhadap Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro pada tahun 1992.&lt;br /&gt;Setiap tahun ditetapkan tema yang berbeda. Berikut ini tema-tema peringatan Hari Air Sedunia dari tahun ke tahun:&lt;br /&gt;-2009: Air Bersama Peluang Bersama&lt;br /&gt;-2008: Sanitasi&lt;br /&gt;-2007: Mengatasi Kelangkaan Air&lt;br /&gt;-2006: Air dan Kebudayaan&lt;br /&gt;-2005: Air untuk Kehidupan&lt;br /&gt;-2004: Air dan Bencana&lt;br /&gt;-2003: Air untuk Masa Depan&lt;br /&gt;-2002: Air untuk Pembangunan&lt;br /&gt;-2001: Air untuk Kesehatan&lt;br /&gt;-2000: Air untuk Abad 21&lt;br /&gt;-1999: Setiap Orang Tinggal di Daerah Hilir&lt;br /&gt;-1998: Air Tanah-Sumber Daya yang Tidak Kelihatan&lt;br /&gt;-1997: Air Dunia, Cukupkah?&lt;br /&gt;-1996: Air untuk Kota-kota yang Haus&lt;br /&gt;-1995: Wanita dan Air&lt;br /&gt;-1994: Peduli akan Sumber Daya Air adalah Urusn Setiap Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mau tahu lebih jelas mengenai Peringatan Hari Air Sedunia, silahkan berkunjung ke www.worldwaterday.com atau salah satu site orang-orang yang menaruh perhatian pada issue ini seperti www.juniawan.wordpress.com.&lt;br /&gt;Kalau saya pribadi sih belum banyak yang dilakukan untuk issue ini. Paling banter saya berusaha menggunakan air seperlunya, walaupun gratis. Di rumah kebetulan saya menggunakan air sumur. Beruntungnya saya, air sumur ini bening dan tidak berbau sama sekali. Tidak perlu disaring. Boleh dibilang malah lebih bagus dari air PDAM Tirtanadi, yang terkadang berbau dan keruh itu, apalagi terkadang aliran air PDAM kecil sekali. Awal pindah ke rumah yang sekarang, saya sempat berfikir mau jadi pelanggan PDAM, tapi setelah menimbang gak ada untungnya, (bayar lagi!) saya tidak jadi pasang air leding. Ditambah lagi, biarpun di musim kemarau, volume air sumur  saya tidak mengecewakan, alias tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-sehari. &lt;br /&gt;Ayoo... gunakan air seperlunya saja....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-8633071574540810665?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/8633071574540810665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/worl-water-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8633071574540810665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8633071574540810665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/worl-water-day.html' title='World Water Day'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SceefUPHbEI/AAAAAAAAAD4/4MiSmsqaHxw/s72-c/WATER.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1715180640549741575</id><published>2009-03-22T12:18:00.005+07:00</published><updated>2009-03-22T12:55:39.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanna Know'/><title type='text'>Arti Nama Bulan Dalam Hijriyah dan Masehi</title><content type='html'>Arti Nama-Nama Bulan di Tahun Hijriah&lt;br /&gt;- Muharram, &lt;br /&gt;artinya, yang diharamkan atau yang menjadi pantangan. Penamaan Muharram, sebab pada bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Larangan tesebut berlaku sampai masa awal Islam.&lt;br /&gt;- Shafar,&lt;br /&gt;artinya, kosong. Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua orang laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki.&lt;br /&gt;- Rabiu’ul Awal,&lt;br /&gt;berasal dari kata rabi’ (menetap) dan awal (pertama). Maksudnya masa kembalinya kaum laki-laki yang telah meninggalkan rumah atau merantau. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki di rumah. Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat Islam, antara lain: Nabi Muhammad SAW lahir, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah, dan wafat pada bulan ini juga. &lt;br /&gt;- Rabi’ul Akhir, &lt;br /&gt;artinya masa menetapnya kaum laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.&lt;br /&gt;- Jumadil Awal,&lt;br /&gt;nama bulan kelima. Berasal dari kata jumadi (kering) dan awal (pertama). Penamaan Jumadil Awal, karena bulan ini merupakan awal musim kemarau, di mana mulai terjadi kekeringan. &lt;br /&gt;- Jumadil Akhir, &lt;br /&gt;artinya, musim kemarau yang penghabisan.&lt;br /&gt;- Rajab,&lt;br /&gt;artinya mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini, antara lain dengan melarang berperang.&lt;br /&gt;- Sya’ban,&lt;br /&gt;artinya berkelompok. Penamaan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan ini lazimnya berkelompok mencari nafkah. Peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan ini adalah perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).&lt;br /&gt;- Ramadhan,&lt;br /&gt;artinya sangat panas. Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang tersebut dalam Al-Quran, Satu bulan yang memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan. Hal itu dikarenakan peristiwa-penistiwa peting&lt;br /&gt;seperti: Allah menurunkan ayat-ayat Al-Quran pertama kali, ada malam Lailatul Qadar, yakni malam yang sangat tinggi nilainya, karena para malaikat turun untuk memberkati orang-orang beriman yang sedang beribadah, bulan ini ditetapkan sebagai waktu ibadah puasa wajib, pada bulan ini kaum muslimin dapat menaklukan kaum musyrik dalam perang Badar Kubra dan pada bulan ini juga Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.&lt;br /&gt;- Syawal,&lt;br /&gt;artinya, kebahagiaan. Maksudnya kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaaf-maafan. Itulah yang membahagiakan.&lt;br /&gt;- Dzulqaidah,&lt;br /&gt;berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan Dzulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatmnya dengan duduk-duduk di rumah. &lt;br /&gt;- Dzulhijjah,&lt;br /&gt;artinya yang menunaikan haji. Penamaan Dzulhijjah, sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as menunaikan ibadah haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Nama-Nama Bulan di Tahun Masehi&lt;br /&gt;- Januari,&lt;br /&gt;terambil dari nama dewa norna “Janus”. Dewa ini mempunyai dua wajah. Yang satu melihat masa yang telah lalu dan satu lagi menatap masa depan yang&lt;br /&gt;penuh rahasia.&lt;br /&gt;- Februari,&lt;br /&gt;berasal dari kata latin “Februna” yaitu pesta penyucian yang diselenggarakan tiap tanggal 15 Februari oleh bangsa Romawi Kuno.&lt;br /&gt;- Maret,&lt;br /&gt;awalnya tercantum sebagai bulan pertama dalam kalender Julian. Kemudian barulah urutannya pada bulan ketiga seperti sekarang ini. Terambil dan nama dewa perang “mars”. &lt;br /&gt;- April,&lt;br /&gt;ada yang mengatakan berasal dari nama dewa cinta Yunani “Aphrodite”.&lt;br /&gt;- Mei,&lt;br /&gt;konon berasal dari kata “Mob Mayesto” dewa musim semi. Pada bulan ini diadakan festival meriah dan pemilihan ratu dan raja.&lt;br /&gt;- Juni,&lt;br /&gt;terambil dari nama “Juno” dewi yang melambangkan kewanitaan dan kebahagiaan keluarga.&lt;br /&gt;- Juli,&lt;br /&gt;dipilih oleh penguasa Roma, Mark Antoni dan nama “Julius Caesar” (raja Roma), sebagai penghormatan bagi Caesar yang terbunuh oleh pengawalnya sendiri, Brutus. &lt;br /&gt;- Agustus,&lt;br /&gt;penguasa Roma “Au-gustus” menyebut nama bulan kedelapan sesuai namanya sendiri.&lt;br /&gt;- September,&lt;br /&gt;berasal dari bahasa latin untuk angka ke-tujuh yaitu “Septa’. Tatkala pada abad 8 SM pembagian satu tahun diubah dari 10 bulan menjadi 12 bulan, September yang terletak di urutan ketujuh, kini menjadi bulan kesembilan. &lt;br /&gt;- Oktober,&lt;br /&gt;diambil dari bahasa Latin: octo yang berarti ”delapan” karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret.&lt;br /&gt;- November, &lt;br /&gt;dari bahasa latin untuk angka 9 “Novum’ Meskipun November (11) kini menjadi bulan ke-11, tapi namanya tidak diubah.&lt;br /&gt;- Desember,&lt;br /&gt;dari bahasa latin untuk angka 10, yattu “Decem”. Desember adalah bulan yang ditutupi salju dan es. Bulan ini dinamakan bulan suci karena upacara keagamaan Kristen yaitu peringatan  kelahiran Yesus Kristus yang disebut Natal. (Source: Media Ummat Edisi 57; Halaman 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://azharsmp13.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1715180640549741575?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1715180640549741575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/arti-nama-bulan-dalam-hijriyah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1715180640549741575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1715180640549741575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/arti-nama-bulan-dalam-hijriyah-dan.html' title='Arti Nama Bulan Dalam Hijriyah dan Masehi'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-17445326346496904</id><published>2009-03-22T11:19:00.001+07:00</published><updated>2009-03-22T11:40:28.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Saad bin Abi Waqqas</title><content type='html'>Saad bin Abi Waqqas adalah Panglima Perang Umat Islam Penolakan kaisar Persia membuat air mata Saad bercucuran. Berat baginya melakukan peperangan yang harus mengorbankan banyak nyawa kaum Muslim dan non Muslim.&lt;br /&gt;Kepahlawanan Saad bin Abi Waqqas tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan Islam melawan melawan tentara Persia di Qadissyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.&lt;br /&gt;Bersama tiga ribu pasukannya, ia berangkat menuju Qadasiyyah. Di antara mereka terdapat sembilan veteran perang Badar, lebih dari 300 mereka yang ikut serta dalam ikrar Riffwan di Hudaibiyyah, dan 300 di antaranya mereka yang ikut serta dalam memerdekakan Makkah bersama Rasulullah. Lalu ada 700 orang putra para sahabat, dan ribuan wanita yang ikut serta sebagai perawat dan tenaga bantuan.&lt;br /&gt;Pasukan ini berkemah di Qadisiyyah di dekat Hira. Untuk melawan pasukan Muslim, pasukan Persia yang siap tepur berjumlah 12O ribu orang dibawah panglima perang kenamaan mereka, Rustum.&lt;br /&gt;Sebelum memulai peperangan, atas instruksi Umar yang menjadi khalifah saat itu, Saad mengirim surat kepada kaisar Persia, Yazdagird dan Rustum, yang isinya undangan untuk masuk Islam. Delegasi Muslim yang pertama berangkat adalah Numan bin Muqarrin yang kemudian mendapat penghinaan dan menjadi bahan ejekan Yazdagird.&lt;br /&gt;Untuk mengirim surat kepada Rustum, Saad mengirim delegasi yang dipimpin Rubiy bin Aamir. Kepada Rubiy, Rustum menawarkan segala kemewahan duniawi. Namun ia tidak berpaling dari Islam dan menyatakan bahwa Allah SWT menjanjikan kemewahan lebih baik yaitu surga.&lt;br /&gt;Para delegasi Muslim kembali setelah kedua pemimpin itu menolak tawaran masuk Islam. Melihat hal tersebut, air mata Saad bercucuran karena ia terpaksa harus berperang yang berarti mengorbankan nyawa orang Muslim dan non Muslim.&lt;br /&gt;Setelah itu, untuk beberapa hari ia terbaring sakit karena tidak kuat menanggung kepedihan jika perang harus terjadi. Saad tahu pasti, bahwa peperangan ini akan menjadi peperangan yang sangat keras yang akan menumpahkan darah dan mengorbankan banyak nyawa.&lt;br /&gt;Ketika tengah berpikir, Saad akhirnya tahu bahwa ia tetap harus berjuang. Karena itu, meskipun terbaring sakit, Saad segera bangkit dan menghadapi pasukannya. Di depan pasukan Muslim, Saad mengutip Alquran surat Al Anbiya ayat 105 tentang bumi yang akan dipusakai oleh orang-orang shaleh seperti yang tertulis dalam kitab Zabur.&lt;br /&gt;Setelah itu, Saad berganti pakaian kemudian menunaikan sholat Dzuhur bersama pasukannya. Setelah itu dengan membaca takbir, Saad bersama pasukan Muslim memulai peperangan. Selama empat hari, peperangan berlangsung tanpa henti dan menimbulkan korban dua ribu Muslim dan sepuluh ribu orang Persia. Peperangan Qadisiyyah merupakan salah satu peperangan terbesar dalam sejarah dunia. Pasukan Muslim memenangi peperangan itu.&lt;br /&gt;Saad lahir dan besar di kota Makkah. Ia dikenal sebagai pemuda yang serius dan memiliki pemikiran yang cerdas. Sosoknya tidak terlalu tinggi namun bertubuh tegap dengan potongan rambut pendek. Orang-orang selalu membandingkannya dengan singa muda.&lt;br /&gt;Ia berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat disayangi kedua orangtuanya, terutama ibunya. Meski berasal dari Makkah, ia sangat benci pada agamanya dan cara hidup yang dianut masyarakatnya. Ia membenci praktik penyembahan berhala yang membudaya di Makkah saat itu.&lt;br /&gt;Suatu hari dalam hidupnya, ia didatangi sosok Abu Bakar yang dikenal sebagai orang yang ramah. Ia mengajak Saad menemui Muhammad di sebuah perbukitan dekat Makkah. Pertemuan itu mengesankan Saad yang baru berusia 20 tahun.&lt;br /&gt;Ia pun segera menerima undangan Muhammad SAW untuk menjadi salah satu penganut ajaran Islam yang dibawanya. Saad kemudian menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam.&lt;br /&gt;Saad sendiri secara tidak langsung memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah SAW. Ibunda rasul, Aminah binti Wahhab berasal dari suku yang sama dengan Saad yaitu dari Bani Zuhrah. Karena itu Saad juga sering disebut sebagai Saad of Zuhrah atau Saad dari Zuhrah, untuk membedakannya dengan Saad-Saad lainnya.&lt;br /&gt;Namun keislaman Saad mendapat tentangan keras terutama dari keluarga dan anggota sukunya. Ibunya bahkan mengancam akan bunuh diri. Selama beberapa hari, ibunda Saad menolak makan dan minum sehingga kurus dan lemah. Meski dibujuk dan dibawakan makanan, namun ibunya tetap menolak dan hanya bersedia makan jika Saad kembali ke agama lamanya. Namun Saad berkata bahwa meski ia memiliki kecintaan luar biasa pada sang ibu, namun kecintaannya pada Allah SWT dan Rasulullah SAW jauh lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Mendengar kekerasan hati Saad, sang ibu akhirnya menyerah dan mau makan kembali. Fakta ini memberikan bukti kekuatan dan keteguhan iman Saad bin Abi Waqqas. Di masa-masa awal sejarah Islam, kaum Muslim mengungsi ke bukit jika hendak menunaikan shalat. Kaum Quraisy selalu mengalangi mereka beribadah.&lt;br /&gt;Saat tengah shalat, sekelompok kaum Quraisy mengganggu dengan saling melemparkan lelucon kasar. Karena kesal dan tidak tahan, Saad bin Abi Waqqas yang memukul salah satu orang Quraisy dengan tulang unta sehingga melukainya. Ini menjadi darah pertama yang tumpah akibat konflik antara umat Islam dengan orang kafir. Konflik yang kemudian semakin hebat dan menjadi batu ujian keimanan dan kesabaran umat Islam.&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu, Rasulullah meminta para sahabat agar lebih tenang dan bersabar menghadapi orang Quraisy seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Alquran surat Al Muzammil ayat 10. Cukup lama kaum Muslim menahan diri. Baru beberapa dekade kemudian, umat Islam diperkenankan melakukan perlawanan fisik kepada para orang kafir. Di barisan pejuang Islam, nama Saad bin Abi Waqqas menjadi salah satu tonggak utamanya.&lt;br /&gt;Ia terlibat dalam perang badar bersama saudaranya yang bernama Umair yang kemudian syahid bersama 13 pejuang Muslim lainnya. Pada perang Uhud, bersama Zaid, Saad terpilih menjadi salah satu pasukan pemanah terbaik Islam. Saad berjuang dengan gigih dalam mempertahankan Rasulullah SAW setelah beberapa pejuang Muslim meninggalkan posisi mereka. Saad juga menjadi sahabat dan pejuang Islam pertama yang tertembak panah dalam upaya mempertahankan Islam.&lt;br /&gt;Saad juga merupakan salah satu sahabat yang dikarunai kekayaan yang juga banyak digunakannya untuk kepentingan dakwah. Ia juga dikenal karena keberaniannya dan kedermawanan hatinya. Saad hidup hingga usianya menjelang delapan puluh tahun. Menjelang wafatnya, Saad meminta puteranya untuk mengafaninya dengan jubah yang ia gunakan dalam perang Badar. Kafani aku dengan jubah ini karena aku ingin bertemu Allah SWT dalam pakaian ini,ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.sunatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-17445326346496904?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/17445326346496904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/saad-bin-abi-waqqas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/17445326346496904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/17445326346496904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/saad-bin-abi-waqqas.html' title='Saad bin Abi Waqqas'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-5870683870926232132</id><published>2009-03-21T10:41:00.004+07:00</published><updated>2009-03-21T12:51:16.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Qadha' dan Qadar</title><content type='html'>Definisi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata qadar berarti ukuran (miqdar), dan taqdir (takdir) yaitu ukuran sesuatu dan menjadikannya pada ukuran tertentu, atau menciptakan sesuatu dengan ukurannya yang ditentukan. Sedangkan kata qadha berarti menuntaskan dan memutuskan sesuatu, yang di dalamnya menyiratkan semacam unsur konvensi. Terkadang dua kata ini digunakan secara sinonim yang berarti nasib. &lt;br /&gt;Maksud dari takdir Ilahi yaitu bahwa Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu serta telah menetapkan kadar dan ukurannya masing-masing dari segi kuantitas, kualitas, ruang dan waktu. Dan hal ini dapat terealisasi di dalam rangkaian sebab-sebab. &lt;br /&gt;Sedangkan yang dimaksud qadha Ilahi adalah menyampaikan sesuatu kepada tahap kepastian wujudnya, setelah terpenuhinya sebab-sebab dan syarat-syarat sesuatu itu. Berdasarkan maksud ini, tahap takdir itu lebih dahulu dari tahap qadha', karena di dalam takdir terdapat beberapa tahap gradual dan syarat-syarat yang jauh, tengah dan dekat. Dan takdir ini dapat mengalami perubahan dengan berubahnya sebagian sebab dan syaratnya. &lt;br /&gt;Misalnya, perjalanan janin yang berangsur-angsur dari sperma, segumpal darah, segumpal daging sampai membentuk janin yang sempurna. Janin ini melewati tahap-tahap yang beragam untuk sampai kepada takdir tersebut, dan di antara tahap-tahap itu adalah ruang dan waktu. Keluar atau gugurnya janin pada salah satu tahap-tahap tersebut adalah perubahan pada takdir itu. &lt;br /&gt;Adapun tahap qadha' bersifat seketika (daf'i). Qadha' ini berhubungan dengan tahap terpenuhinya segenap sebab-sebab dan syarat-syarat. Maka itu, ia bersifat pasti serta tidak akan mengalami perubahan. Allah SWT berfirman: &lt;br /&gt;"Apabila Allah menetapkan suatu perkara, Ia akan mengatakan, "Jadilah." Maka terjadilah." (QS. Ali Imran: 47)[1]&lt;br /&gt;Akan tetapi, sebagaimana telah kami jelaskan, qadha' dan qadar ini juga bisa digunakan sebagai dua kata yang sinonim. Dari sinilah qadha' dan qadar dapat dibagi menjadi dua bagian: qadha' dan qadar yang pasti (hatmi) dan qadha dan qadar yang tidak pasti (ghairi hatmi). Berdasarkan pembagian ini, sebagian riwayat, hadis, dan doa-doa menyinggung perubahan tersebut. Di antaranya, bahwa bersedekah, patuh kepada kedua orang tua, silaturahim dan doa termasuk faktor-faktor yang bisa mengubah qadha'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qadha' Qadar Ilmi dan Aini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang taqdir dan qadha' Ilahi pun digunakan dengan arti ilmu Allah, yakni ketika sebab-sebab serta syarat-syaratnya telah terpenuhi. Atau ketika telah terpenuhinya sebab-sebab dan syarat-syarat yang mempunyai pengaruh dalam mewujudkan fenomena-fenomena. Qadha' qodar juga digunakan untuk ilmu Tuhan terhadap kejadian fenomena-fenomena yang bersifat pasti. Arti qadha' qadar ini dinamakan sebagai qadha qadar ilmi. &lt;br /&gt;Kerapkali kedua kata ini digunakan pula untuk penisbahan proses penciptaan yang bertahap kepada makhluk-makhluk di alam ini. Sebagaimana pula terjadinya hal itu dalam wujud luar dinisbahkan kepada Allah SWT. Hal itu dinamakan qadha' qadar 'aini. &lt;br /&gt;Sesuai dengan ayat dan riwayat yang menyinggung hal ini, ilmu Allah dipercayakan kepada pada lauh mahfuz, yaitu makhluk Ilahi yang tinggi dan mulia ang darinya terefleksi seluruh fenomena objektif (tahaqquq) di dunia luar (khariji). Dan setiap orang dapat bersentuhan dengan mencapai lauh mahfuz itu dengan ijin Allah SWT. &lt;br /&gt;Ketika seseorang dapat mencapai peringkat tersebut, ia akan menjadi alim dan mengetahui segala peristiwa yang telah lalu dan akan datang. Ada lauh-lauh yang lainnya juga yang peringkat dan derajatnya lebih rendah dibanding lauh mahfuz, yang padanya tercatat fenomena-fenomena dan makhluk-makhluk dalam bentuk yang bersyarat, tidak sempurna. Dan setiap orang yang dapat mengenal lauh tersebut akan mempunyai pengetahuan yang terbatas dan tidak sempurna, bersyarat dan dapat berubah. Barangkali ayat Al-Qur'an ini menjelaskan ihwal kedua lauh tersebut:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah SWT akan menghapus apa-apa yang Ia kehendaki dan juga akan menetapkannya. Di sinilah terdapat ummul kitab (kitab induk)." (QS. Ar-Ra’ad: 39).&lt;br /&gt;Adanya perubahan pada takdir yang bersyarat dan tak pasti semacam ini diistilahkan dengan bada'. Dengan ini, iman kepada qadh'a dan qadar ilmi tidak melazimkan kesulitan-kesulitan logis yang lebih banyak sebagaimana kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan ilmu Ilahi yang azali, seperti yang telah kata pelajari keraguan Jabariyah di dalam masalah ilmu Ilahi. Dan telah jelas bagi kita bagaimana kelemahan pandangan tersebut. &lt;br /&gt;Akan tetapi, yang lebih sulit lagi terdapat dalam hal keyakinan terhadap qadha' dan qadar 'aini, khususnya dalam hal keimanan terhadap nasib yang pasti. Dan kita akan berusaha untuk mengatasi dan menjawab masalah ini dengan baik, meskipun jawaban dari masalah tersebut yang secara global telah diungkapkan dalam persoalan Tauhid dengan pengertian pengaruh yang mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Qadha', Qadar dan Kehendak Bebas Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita pelajari pada pelajaran yang telah lalu bahwa keyakinan terhadap qadha' dan qadar 'aini Ilahi itu menuntut adanya keyakinan bahwa keberadaan setiap makhluk dari awal keberadaannya lalu tahap-tahap pertumbuhannya sam-pai akhir usianya, bahkan sejak terpenuhinya syarat-syarat yang jauh, seluruhnya tunduk kepada takdir dan pengaturan Ilahi yang mahabijak. Begitu pula, terpenuhinya syarat-syarat bagi kemunculan dan proses mereka hingga tahap akhir dari keberadaan mereka sungguh bersandar kepada kehendak Allah SWT. &lt;br /&gt;Dengan kata lain, sebagaimana wujud setiap fenomena itu bersandar kepada ijin dan kehendak cipta (takwiniyah) Allah SWT, dan tanpa izin dan kehendak-Nya, maka seluruhnya tidak akan mungkin mencapai pelataran eksistensi. Demikian pula wujud dan terbentuknya segala sesuatu bersandarkan kepada qadha' dan takdir Ilahi; yang tanpa keduanya segala realitas tidak akan sampai kepada bentuk dan batasan-batasannya yang khas serta ketentuan ajalnya. Penjelasan atas penyandaran dan penisbahan ini pada dasarnya lebih merupakan pengajaran secara bertahap tentang Tauhid dalam arti Pengaruh Mandiri; sebuah derajat tauhid yang paling tinggi, yang memiliki peranan besar dalam membentuk kepribadian seseorang, sebagaimana telah kami jelaskan. &lt;br /&gt;Adapun disandarkannya seluruh makhluk kepada izin Allah, atau bahkan kepada kehendak-Nya itu lebih mudah dan lebih dekat kepada pemahaman. Dibandingkan dengan menyandarkan tahap terakhir dan kepastian wujud mereka kepada qadha' Ilahi adalah sulit dan lebih banyak menjadi topik perdebatan, karena sulitnya mengkompromikan antara keimanan terhadap qadha' Ilahi ini dan keimanan terhadap kehendak bebas yang ada pada manusia dalam menentukan jalan dan nasib hidupnya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita melihat sebagian kaum mutakalim, yaitu para teolog Asy'ariyah, tatkala mereka menerima kemutlakan qadha' Ilahi pada perbuatan-perbuatan manusia, tampak kecondongan mereka kepada pemikiran Jabariyah (determinisme). Lain halnya ketika kita melihat teolog lainnya, yaitu kaum Mu'tazilah. Madzhab teologi ini tidak menerima pandangan Jabariyah. Kaum Mu'tazilah mengingkari qadha' Ilahi pada seluruh perbuatan manusia yang bersifat sengaja dan berkehendak bebas. &lt;br /&gt;Masing-masing kelompok menakwilkan ayat-ayat Al-Qur'an dan riwayat-riwayat yang saling berlawanan satu dengan yang lainnya, sebagaimana hal ini tercatat di dalam ilmu Kalam dan dalam risalah-risalah yang membahas secara khusus masalah jabr dan tafwidh, keterpaksaan dan kebebasan (mutlak). &lt;br /&gt;Titik inti persoalan yang mengemuka di sini adalah bahwa perbuatan manusia itu, apabila ia bersungguh-sungguh dengan sifat kebebasan kehendaknya, dan bahwa perbuatannya itu bersandar kepada kehendaknya sendiri, maka bagaimana mungkin hal itu dapat disandarkan kepada kehendak dan qadha' Allah SWT. Sebaliknya, apabila perbuatan manusia itu disandarkan kepada qadha' Ilahi, bagaimana mungkin hal itu tunduk kepada kehendak bebas manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Untuk menjawab persoalan semacam ini dan mengkompromikan perbuatan manusia dan kehendak bebasnya, serta penyandaran dan penisbahannya kepada qadha' Ilahi, kita mesti membahas berbagai macam penyandaran satu akibat kepada sebab yang beraneka ragam. Sehingga akan menjadi jelaslah jenis penyandaran suatu perbuatan sengaja manusia kepada dirinya dan kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam Pengaruh Sebab yang Berbeda-beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita gambarkan adanya pengaruh berbagai sebab yang berbeda-beda terhadap kejadian suatu makhluk melalui beberapa keadaan: &lt;br /&gt;Pertama, beberapa sebab secara serempak dan bersama-sama memberikan pengaruh atas sesuatu. Misalnya, berkumpulnya biji dan air, panas dan lainnya yang menyebabkan terbelahnya biji tersebut dan keluarnya tumbuhan.&lt;br /&gt;Kedua, beberapa sebab saling bergantian pengaruhnya. Setiap sebab ini memberikan pengaruh ke atas sesuatu sedemikian rupa sehingga panjang usianya terbagi sesuai jumlah sebab-sebab itu, dan setiap bagiannya merupakan akibat dari sebab-sebab yang pada gilirannya memberi pengaruh juga. Misalnya, beberapa mesin yang hidup secara bergiliran dan menjadi sebab bergeraknya sebuah pesawat. &lt;br /&gt;Ketiga, masing-masing sebab mempengaruhi sebab yang lain secara beruntun seperti benturan bola-bola, dimana setiap bola itu membentur yang lainnya sehingga sebuah bola menjadi sebab pada gerak yang lain, dan bola itulah yang menimbulkan gerakan berantai, satu sama lainnya saling mempengaruhi dan menggerakkan yang lain, secara beruntun. Atau misalnya, kalau kita lihat perhatikan pengaruh kehendak manusia dalam menggerakkan tangannya dan pengaruh tangan dalam menggerakkan sebuah pena dan pengaruh pena dalam kejadian tindakan menulis. &lt;br /&gt;Keempat, pengaruh yang muncul dari beberapa sebab vertikal, dimana wujud setiap sebab itu bergantung kepada wujud sebab lainnya. Ini berbeda dengan keadaan tiga di atas tadi, dimana wujud pena tidak mempunyai hubungan dengan wujud tangan dan wujud tangan juga tidak berhubungan dengan kehendak manusia. &lt;br /&gt;Pada seluruh keadaan ini, bisa terjadi berkumpulnya (pengaruh) beberapa sebab pada satu akibat. Tidak sekedar bisa (baca: mungkin) terjadi perkumpulan ini, akan tetapi mesti terjadi. Dan pengaruh kehendak Allah dan kehendak manusia dalam perbuatan yang bersifat sengaja dan berkehendak bebas itu termasuk ke dalam keadaan terakhir, yaitu keadaan keempat. Karena sesungguhnya wujud manusia dengan kehendaknya itu berhubungan erat dengan kehendak Allah SWT. &lt;br /&gt;Adapun gambaran yang tidak mungkin terjadi, yaitu berkumpulnya beberapa sebab pada satu akibat, ialah berkumpulnya dua sebab pengada (dengan pengertian yang telah lalu), atau berkumpulnya dua sebab dalam memberikan pengaruh yang sama secara sejajar atau bergantian, pada satu akibat. Seperti dalam asumsi satu kehendak yang muncul dari dua subjek (pelaku) yang sama-sama berkehendak, atau satu fenomena yang bersandar kepada dua kelompok sebab yang kedua-duanya merupakan sebab lengkap (illah tammah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban atas keraguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan di atas, jelas bahwa penyandaran kejadian perbuatan-perbuatan sengaja manusia itu kepada Allah SWT tidak bertentangan dengan penyandarannya kepada manusia itu sendiri, karena dua penyandaran ini berada pada kepanjangan yang lainnya, dan tidak ada benturan di antara keduanya. &lt;br /&gt;Dengan kata lain, penyandaran suatu perbuatan kepada manusia sebagai pelaku berada pada satu tahap. Sedangkan penyandaran perbuatan yang sama kepada Allah SWT berada pada tahap yang lebih tinggi. Pada tahap kedua inilah keberadaan manusia sendiri, keberadaan materi yang terlibat dalam kejadian perbuatannya dan juga keberadaan sarana-sarana yang digunakan untuk menuntaskan perbuatan tersebut, semua itu bersandar kepada Allah SWT. &lt;br /&gt;Dengan demikian, pengaruh kehendak manusia yang merupakan bagian akhir dari sebab sempurna terhadap perbuatannya itu tidaklah menegasikan penyandaran seluruh bagian-bagian sebab sempurna kepada Allah SWT. Karena Dialah dzat yang memiliki seluruh kekuatan. Pada-Nyalah kekuatan untuk mewujudkan alam, manusia dan berbagai macam kondisi wujudnya. Dialah dzat yang menganugrahkan wujud kepada manusia secara terus-menerus, dan seluruh makhluk itu tidak terlepas dari-Nya sekejap pun, dalam keadaan dan kondisi apapun. Karena, makhluk-makhluk ciptaannya itu tidaklah mandiri. &lt;br /&gt;Atas dasar ini, perbuatan-perbuatan sengaja manusia itu senantiasa membutuhkan dan bergantung kepada Allah SWT, dan tidak mungkin keluar dari kehendak Ilahi. Seluruh sifat-sifat makhluk, ciri-ciri khusus dan berbagai kelebihannya serta batasan-batasannya selalu berhubungan dan bergantung kepada takdir dan qadha' Allah SWT. &lt;br /&gt;Tidaklah seperti apa yang telah disebutkan di atas, bahwa seluruh perbuatan ini ada kalanya hanya bersandar kepada kehendak manusia, ada kalanya pula ia hanya bersandar kepada kehendak Allah saja. Sebab, dua kehendak ini tidak berada pada satu tahap, sehingga yang tidak mungkin lagi bertemu kedua-keduanya. Dua kehendak ini pun tidak mempunyai pengaruh dalam mewujudkan berbagai perbuatan secara bergantian. &lt;br /&gt;Sesungguhnya kehendak manusia, sebagaimana asal keberadaan wujud dirinya sendiri, senantiasa berhubung dan bergantung kepada kehendak Allah, dan sesungguhnya kehendak Allah SWT itu niscaya untuk terwujudnya kehendak manusia tersebut. &lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: &lt;br /&gt;"Dan kalian tidak berkehendak melainkan Allah, pengatur alam semesta inilah yang berkehendak." (QS. At-Takwir: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Keyakinan pada Qadha' dan Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan pada qadha' dan qadar, di samping merupakan peringkat yang tinggi ma'rifatullah dalam dimensi penalaran dan mendorong manusia menuju kesempurnaan insaninya, secara praktikal menyimpan manfaat yang melimpah. Sebagian manfaat ini telah kami kemukakan, dan berikut ini akan kami jelaskan sebagian lainnya.&lt;br /&gt;Kaum mukmin yang meyakini bahwa setiap kejadian tidak bisa lepas dari kehendak Allah Yang Bijak, dan semua kejadian itu bersumber dari takdir dan qadha' Ilahi, ia tidak akan merasa takut menghadapi peristiwa yang menyakitkan. Ia tidak akan pernah berputus asa. Ketika ia merasa yakin bahwa kejadian-kejadian itu merupakan bagian dari tatanan alam Ilahi Yang Bijak, pasti akan terwujud sesuai dengan kemaslahatan dan kebijaksanaan, maka ia akan menerimanya dengan lapang dada. Karena dengan jalan ini seorang mukmin akan sampai kepada sifat-sifat yang terpuji seperti: sabar, tawakal, ridha, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Demikian pula hati seorang mukmin tidak akan terkait dan tidak akan tertipu oleh dunia, dan tidak akan bangga dengan kesenangannya. Ia tidak akan tertimpa penyakit sombong. Dan ia tidak akan menjadikan nikmat Ilahi sebagai sarana untuk mencapai status sosial. &lt;br /&gt;Allah SWT menyinggung manfaat-manfaat besar ini melalui ayat-Nya: &lt;br /&gt;"Tidak ada suatu bencana apa pun yang menimpa di muka bumi ini dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab lauh mahfuz, sebelum Kami menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu agar kalian tidak berduka cita dari apa yang lepas dari diri kalian dan supaya kalian jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikan-Nya terhadap kalian dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Qs. Al-Hadid: 22-23). &lt;br /&gt;Hendaknya kita berusaha menghindari pengaruh-pengaruh yang berlipat ganda dari penafsiran yang menyimpang terhadap masalah qadha', qadar dan tauhid dalam kemandirian pengaruh Allah. Karena penafsiran yang keliru atas masalah-masalah tersebut akan mengakibatkan kejemuan, kemalasan, kepasrahan di hadapan tindak kezaliman dan kejahatan penguasa zalim, serta lari dari tanggung jawab. Kiranya perlu kita ketahui bahwa sesungguhnya kebahagiaan dan kesengsaraan abadi manusia hanyalah dapat diusahakan melalui perbuatan bebas dan sengaja manusia sendiri. Allah SWT berfirman: &lt;br /&gt;"Sesungguhnya ia akan mendapat pahala dari perbuatan baik yang ia lakukan dan ia akan mendapat siksa dari perbuatan buruk yang ia kerjakan pula." (QS. Al Baqarah: 286) &lt;br /&gt;"Dan manusia tidak akan mendapat balasan apa-apa melainkan apa yang telah ia usahakan sendiri." (QS. An-Najm: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.al-hadj.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-5870683870926232132?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/5870683870926232132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/qadha-dan-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5870683870926232132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5870683870926232132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/qadha-dan-qadar.html' title='Qadha&apos; dan Qadar'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1566663022109662571</id><published>2009-03-20T14:57:00.004+07:00</published><updated>2009-03-22T12:22:02.307+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanna Know'/><title type='text'>The Meaning of Color and Number of Roses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScNM8pboS6I/AAAAAAAAADw/ZKSDFieTgjE/s1600-h/roses+pink.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScNM8pboS6I/AAAAAAAAADw/ZKSDFieTgjE/s200/roses+pink.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315176590024919970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;How many flower species are there in the world? I don’t know. Sunflower, orchid, jasmine, tulip, water lily , chrysanthemum, carnation, daisy, iris, magnolia, just name it. But, among those beautiful flowers, I like roses the most. I just falling in love with the colors, with the petals, with the fragrance, with the beauty. Do you know that flower have its own meaning?  For examples, white lilac means “My first dream of love”, while edelweiss shows daring and noble courage, red camellia says “You’re the flame of my heart”. The kind of flower that you like even can show your personality. But, you just can’t try to find the meaning of flowers and then choose which flowers that you like just based on their meaning in order to impress people, right? &lt;br /&gt;Since I like roses, let me tell you the meaning of roses’ color and the meaning of the number of roses in case you want to give roses to your beloved one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEANING OF COLOR OF ROSES:&lt;br /&gt;- Red &lt;br /&gt;Sincere Love &amp; Respect, Courage &amp; Passion. Send red roses to convey the message of your passionate love for that someone; saying "I love you"&lt;br /&gt;- Pink  &lt;br /&gt;Grace and Gentility, the rose of sweet thoughts. Send deep pink roses to show your appreciation &amp; gratitude; saying "Thank you" Send light pink roses to convey admiration and sympathy.&lt;br /&gt;- Yellow &lt;br /&gt;In the Victorian times, yellow roses meant jealousy. But today, they signify friendship, joy, gladness and freedom, the promise of a new beginning. Send yellow roses to brighten up someone's day; to congratulate your friends and loved ones during Joyous occasions.&lt;br /&gt;- White  &lt;br /&gt;Spiritual love &amp; Purity, the rose of confession, the bridal rose; "You are heavenly", "I am worthy of you" . Commonly used as traditional bridal bouquet during weddings to symbolize a happy love. You can nevertheless use them to convey the message of "You are heavenly, I miss you"&lt;br /&gt;- Lavender &lt;br /&gt;Love at first sight and enchantment. Send lavender roses of course, to convey the message of your "love at first sight" with that special someone. You can nevertheless also send them if you would like to make a special impression.&lt;br /&gt;- Orange &lt;br /&gt;Passionate desire, pure enthusiasm and fascination. An excellent choice for a new relationship that you wish to pursue further. It can nevertheless also be referring to a new business partnership.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEANING OF NUMBER OF ROSES:&lt;br /&gt;- 1 Rose Love at the first sight; you are the one &lt;br /&gt;- 2 Roses Mutual love between both, deeply in love with one another&lt;br /&gt;- 3 Roses  I love you &lt;br /&gt;- 6 Roses  I want to be yours &lt;br /&gt;- 7 Roses  I'm infatuated with you &lt;br /&gt;- 9 Roses An eternal love, together as long as we live&lt;br /&gt;- 10 Roses You are perfect&lt;br /&gt;- 11 Roses You are my treasured one; the one I love most in my life&lt;br /&gt;- 12 Roses Be my steady&lt;br /&gt;- 13 Roses Secret Admirer&lt;br /&gt;- 15 Roses I am truly sorry, please forgive me&lt;br /&gt;- 20 Roses Believe me, I am sincere towards you&lt;br /&gt;- 21 Roses I am devoted to you&lt;br /&gt;- 24 Roses Can't stop thinking about you, 24 hours everyday&lt;br /&gt;- 33 Roses Saying "I love you" with great affection&lt;br /&gt;- 36 Roses I will remember our romantic moments&lt;br /&gt;- 40 Roses My love for you is genuine&lt;br /&gt;- 50 Roses Regretless love, this is&lt;br /&gt;- 99 Roses I will love you for as long as I live&lt;br /&gt;- 100 Roses Harmoniously together in a century; remaining devoted as couple till ripe-old age &lt;br /&gt;- 101 Roses You are my one and only love&lt;br /&gt;- 108 Roses Please marry me! &lt;br /&gt;- 365 Roses Can't stop thinking about you, each and everyday&lt;br /&gt;- 999 Roses Everlasting and Eternal love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, please don’t send 999 roses to me. Just take me to the flower shop to admire the beauty of bunches of roses and then take me to the jewelry shop to buy beautiful stone with the money that was meant to buy roses hahaha…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1566663022109662571?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1566663022109662571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/meaning-of-color-and-number-of-roses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1566663022109662571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1566663022109662571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/meaning-of-color-and-number-of-roses.html' title='The Meaning of Color and Number of Roses'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScNM8pboS6I/AAAAAAAAADw/ZKSDFieTgjE/s72-c/roses+pink.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-8145488777526556353</id><published>2009-03-20T13:07:00.002+07:00</published><updated>2009-03-20T16:25:05.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Banci</title><content type='html'>Banci, waria, wadam, bencong, perempuan setengah matang bahkan ada yang menyebut mereka sebagai perempuan jadi-jadian. Apapun sebutannya, kita sepatutnya tidak merendahkan mereka. Namun, saya berdoa, bahkan sebelum saya melahirkan anak  agar keturunan saya yang pria tidak ada yang menjadi banci. “Tuhan, jika Engkau berkenan memberikan anak laki-laki padaku. Tolong kabulkanlah permintaanku ini, hindarkanlah putraku dan keturunan-keturunanku dari menjadi banci. Sesungguhnya, nabi-Mu melarang laki-laki menyerupai perempuan, maka hindarkanlah anak keturunanku dari kemarahan Nabi. Sesungguhnya pada laki-laki ada kekuatan yang melebihi kekuatan perempuan, maka hindarkanlah putra dan keturunanku yang pria dari  berlaku kewanita-wanitaan, jadikanlah mereka pria-pria tangguh yang mampu menegakkan panji-panji Islam. Jadikanlah mereka seperti Umar bin Khatab, jadikanlah mereka seperti Khalid bin Walid, jadikanlah mereka seperti Saad bin Abi Waqqas”.&lt;br /&gt;Entah kenapa air mata saya mengalir deras menulis artikel ini. Mungkin karena saya sepenuhnya berharap Allah berkenan mengabulkan permohonan saya. Mungkin saya takut kekhawatiran saya menjadi kenyataan, mungkin saya turut merasakan tersobeknya hati orang tua yang anaknya menjadi banci.&lt;br /&gt;Mereka bilang, mereka adalah wanita yang terperangkap dalam tubuh yang salah. Benarkah? Saya tidak mau menghakimi.  Dirimu selalu bahagia menjadi pusat perhatian. Aku paham. Betapa ramai dan hebohnya saat dirimu berada di tengah masyarakat  jika ada acara-acara perayaan, olahraga, perlombaan. Apa itu yang engkau cari, sebentuk perhatian?  Ataukah engkau menyalahkan perjalanan hidup yang mengantarkanmu menjadi seorang banci? Tapi, menjadi banci atau tidak tetaplah sebuah pilihan bagimu. Engkau yang memilih. Demi Penciptamu yang telah menciptakanmu sebaik-baiknya, demi Nabimu yang sangat mencintai umatnya, demi orangtuamu yang menyayangimu tanpa pamrih, tidakkah sebaiknya engkau, saudaraku fid-dien, kembali pada fitrahmu? Ada, waria yang kembali menjadi pria sejati, menikah bahkan memiliki anak. Maukah engkau bercermin padanya? Bayangkan suatu saat engkau seperti dirinya. Engkau bisa, saudaraku. Jika saja engkau mau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-8145488777526556353?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/8145488777526556353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/banci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8145488777526556353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8145488777526556353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/banci.html' title='Banci'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-3414681173771294318</id><published>2009-03-18T23:49:00.004+07:00</published><updated>2009-03-20T13:11:25.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>I Can Wait Forever</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScMzfZwm1WI/AAAAAAAAADo/6L_YZuD5gOc/s1600-h/AIRSUPPLY.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScMzfZwm1WI/AAAAAAAAADo/6L_YZuD5gOc/s200/AIRSUPPLY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315148599811036514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang dinyanyikan Air Supply ini diciptakan oleh Graham Russell, David Foster dan Jay Graydon. Ini hanya satu dari sekian sekian lagu yang saya sukai dari duo Air Supply. I was madly in love with this song back then when I was a highschool student. Dulu, dua kali saya menyanyikan lagu ini di depan kelas. Pertama di kelas I-8, yang kedua di kelas III IPA 1. Yang bikin saya geli dan terkadang tertawa sendiri jika mengingat saya menyanyikan lagu ini bukanlah karena suara saya yang sumbang dan takut teman-teman saya jadi terganggu pendengarannya mendengar nyanyian saya, suara saya lumayan kok, apalagi saya sering latihan menyanyikan lagu ini di rumah hahaha... (narsis mode on). Setelah beberapa tahun berlalu, saya baru sadar dan merasa kasihan pada teman-teman saya. Mereka gak kenal lagu ini, tapi harus mendengarkan saya menyanyikannya, mana durasinya lama. Pasti mereka mikir "Nih, anak nyanyi'in lagu apaan sih!". Ya, tapi saya salut. Teman-teman saya pada baik hati memberikan kesempatan pada saya mengekspresikan diri. Apalagi saat kelas III itu saya sedang patah hati. Mereka mungkin terkesima menyaksikan penghayatan saya hihihi....Thanks ya, Guys. Gak ada yang nyorakin, gak ada yang lempar sepatu apalagi lempar meja. Miss you all... Ayo nyanyi lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you say, I miss the things you do&lt;br /&gt;I just want to get back close again to you&lt;br /&gt;But for now, your voice is near enough&lt;br /&gt;How I miss you and I miss your love&lt;br /&gt;And though, all the days that pass me by so slow&lt;br /&gt;All the emptiness inside me flows&lt;br /&gt;All around and theres no way out&lt;br /&gt;Im just thinking so much of you&lt;br /&gt;There was never any doubt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus&lt;br /&gt;I can wait forever&lt;br /&gt;If you say youll be there too&lt;br /&gt;I can wait forever if you will&lt;br /&gt;I know its worth it all, to spend my life alone with you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When it looked as though my life was wrong&lt;br /&gt;You took my love and gave it somewhere to belong&lt;br /&gt;Ill be here, when hope is out of sight&lt;br /&gt;I just wish that I were next to you tonight&lt;br /&gt;And though, Ill be reaching for you even though&lt;br /&gt;Youll be somewhere else, my love will go&lt;br /&gt;Like a bird on its way back home&lt;br /&gt;I could never let you go&lt;br /&gt;And I just want you to know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus&lt;br /&gt;I can wait forever&lt;br /&gt;If you say youll be there too&lt;br /&gt;I can wait forever if you will&lt;br /&gt;I know its worth it all, to spend my life alone with you&lt;br /&gt;(repeat chorus 3 times)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-3414681173771294318?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/3414681173771294318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/i-can-wait-forever.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3414681173771294318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3414681173771294318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/i-can-wait-forever.html' title='I Can Wait Forever'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/ScMzfZwm1WI/AAAAAAAAADo/6L_YZuD5gOc/s72-c/AIRSUPPLY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-2292231945289954998</id><published>2009-03-14T20:16:00.001+07:00</published><updated>2009-03-14T20:18:01.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Uang Receh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sbuuezqf5FI/AAAAAAAAACA/dsMVg6QwRcU/s1600-h/imagduuites.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 107px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sbuuezqf5FI/AAAAAAAAACA/dsMVg6QwRcU/s200/imagduuites.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313032029701399634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu pernah berbelanja di pasar swalayan, dan kalau kembalian pembayaran Anda katakanlah sebesar Rp 10.150, apa yang akan Anda dapatkan dari kasir? Selembar uang sepuluh ribu rupiah dan sebuah permen. Atau selembar sepuluh ribu rupiah ditambahi ucapan “Maaf Ibu, kami tidak punya uang kecil”.  Cobalah Anda untuk  meminta hak Anda, kasir mungkin akan menjawab “Ibu punya uang Rp 350, uang ibu akan saya kembalikan sebesar Rp 10.500”. Jika jawaban kita “Gak punya, Mbak”, siap-siap saja menerima sejumlah kecil uang kembalian Anda melayang atau kembalian berwujud permen.&lt;br /&gt;Sebagian orang tentu menganggap kembalian dalam bentuk uang receh adalah hal yang remeh. Buat apa dipikirin, dibalikin atau tidak dibalikin gue gak rugi-rugi amat. Tapi ternyata banyak orang yang merasa terganggu dengan praktek kembalian uang kecil dengan sebuah permen. Mereka berkata praktek semacam ini hanya menguntungkan penjual saja. Sekecil apapun nominal kembalian yang seharusnya mereka terima seharusnya kembalian tersebut tetap harus mereka terima dalam bentuk uang, bukan permen. Emang bisa kita membalikkan keadaan dengan cara membayar dengan menggunakan permen kepada kasir di swalayan? Pasti kasirnya tidak mau, kan? Hehehe….&lt;br /&gt;Tapi masih mending kita diberi kembalian berupa permen, bagaimana kalau tidak ada kompensasi sama sekali? Coba kita bayangkan jika ada 500 pelanggan yang tidak menerima haknya dalam sehari sebesar Rp 100 saja per pelanggan. Dalam seminggu pasar swalayan tersebut akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 350.000 hanya dari uang receh konsumen yang tidak diberikannya. Dalam sebulan bisa mencapai Rp 1.400.000. Lumayan juga, ya? Wah, ini juga salah satu bukti sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.&lt;br /&gt;Tidak diberikannya hak konsumen dalam bentuk yang seharusnya (baca: uang receh) dan kurangnya kesadaran konsumen akan hak-haknya cukup dianggap penting bagi seorang adik kost saya, sehingga ia memilih tema mengenai hal ini sebagai bahan skripsinya. Sayang sekali saya tidak mengetahui hasil penelitiannya.&lt;br /&gt;Saya pribadi cukup menghargai pasar swalayan yang aware terhadap permasalahan ini dan berusaha memberikan hak konsumennya, sekecil apapun nominalnya. Di dekat rumah saya, ada satu pasar swalayan namanya Maju Bersama (MB). MB pernah beberapa kali meminta pelanggannya yang memiliki uang receh dalam jumlah tertentu untuk mau menukarkannya di MB dengan uang yang nominalnya yang lebih besar karena MB kekurangan uang receh. Atau patut pula dipertimbangkan cara yang ditempuh Mirota Gejayan Yogya. Ketika berbelanja di Mirota, saya mendapat kembalian berupa dua kupon dalam nominal Rp 50. Kupon tersebut tentu saja hanya berlaku jika dibelanjakan kembali di Mirota pada periode waktu tertentu. Hanya saja, saya berpikir cara ini tidak cukup efektif. Tidak semua konsumen dapat menggunakan kupon itu sesuai ketentuan yang berlaku. Nah, kalau Carrefour karena modalnya gede dan manajemennya memikirkan hak konsumen, kita sebagai konsumen yang diuntungkan. Dengan harga barang yang tidak bulat, maksudnya tidak sesuai dengan nominal mata uang yang beredar, Carrefour akan menggenapkan ke bawah. Jika total belanjaan kita misalnya Rp 450. 570 maka kita tidak perlu membayar yang Rp 70, bayar saja sebesar Rp 450.500. Satu hal yang jarang sekali kita temui pada swalayan lain. Pasti kita diminta membayar Rp 450.600 alias pembulatan ke atas. Banyak-banyak aja yach pasar swalayan yang meniru kebijakan Carrefour hihihi….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-2292231945289954998?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/2292231945289954998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/uang-receh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2292231945289954998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2292231945289954998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/uang-receh.html' title='Uang Receh'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sbuuezqf5FI/AAAAAAAAACA/dsMVg6QwRcU/s72-c/imagduuites.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-8825051463909860852</id><published>2009-03-14T15:14:00.001+07:00</published><updated>2009-03-14T15:24:52.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><title type='text'>Pandai, Cerdas, Lihai, Licik</title><content type='html'>Kemarin sekitar sepuluh menit saya menyaksikan “The Candidate” di MetroTV, yang menjadi kandidat adalah Pak Siswono Yudohusodo. Salah satu panelis yang mengajukan pertanyaan kepada Pak Sis adalah ibu Sri Adiningsih, ibu dosen cantik dan cerdas yang sempat mengampu mata kuliah BLK (Bank dan Lembaga Keuangan lainnya) yang pernah saya pelajari saat masih kuliah dulu. Harus diakui, Pak Sis memang paham betul seluk-beluk bidang pertanian dan perkebunan di Indonesia. Tapi yang melekat di otak saya bukan hanya paparannya mengenai pertanian, tapi salah satu kalimatnya yang bikin gerr hadirin di studio Metro. Begini ucapan beliau “orang pandai yang banyak akal berarti cerdas, lebih banyak akalnya lihai, lebih banyak akalnya lagi licik”. Huehehehe…. Cerdas, Pak!&lt;br /&gt;Akhirnya, saya pun tergelitik mencari tahu apa arti ke-empat kata-kata itu: pandai, cerdas, lihai dan licik. Berikut hasil browsingan saya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring:&lt;br /&gt;PANDAI&lt;br /&gt;1pan•dai 1 a cepat menangkap pelajaran dan mengerti sesuatu; pintar; cerdas: anak itu -- , rajin, dan jujur; 2 a mahir; cakap; terampil: karyawan itu -- lagi cekatan; ia -- berbahasa Inggris; 3 v dapat; sanggup: anak itu sudah -- membaca; 4 a berilmu: banyak orang -- di daerah ini; &lt;br /&gt;-- berkorong kampung, ki pandai menyesuaikan diri dng adat kebiasaan dl lingkungan kampung; &lt;br /&gt;-- berselit-belit pandai berkelit; -- hidup 1 pandai mengatasi masalah kehidupan sehari-hari sehingga tidak kekurangan, tidak berutang, dsb; 2 pandai menempatkan diri dl pergaulan; -- jatuh cak dapat cepat mencari akal untuk menyelamatkan diri; pandai berdalih; &lt;br /&gt;ber•pan•dai-pan•dai v berbuat sesuatu untuk orang lain tanpa bertanya dulu kpd yg berkepentingan; &lt;br /&gt;me•man•dai, ~ diri v berpandai-pandai; &lt;br /&gt;me•man•dai-man•dai v berlagak pandai; menurut pikiran sendiri; berpegang pd pendirian sendiri; &lt;br /&gt;me•man•dai•kan kl v menjadikan pandai: tugas seorang guru ialah ~ muridnya; &lt;br /&gt;ke•pan•dai•an n keadaan (perihal) pandai; kepintaran; kemahiran; kecakapan: dr mana pula ia mendapat ~ itu?; &lt;br /&gt;se•pan•dai-pan•dai a betapa pun pandainya; &lt;br /&gt;~ tupai melompat, sekali gawal juga, pb sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga&lt;br /&gt;2pan•dai n 1 tukang tempa: -- besi; 2 juru (tukang) ramu: -- obat; -- ukir juru ukir; &lt;br /&gt;-- lukis ark orang yg pandai membuat gambar; juru gambar; pelukis; &lt;br /&gt;me•man•dai•kan kl v membuatkan: maka disuruh oleh Putri segala orang utas ~ sebuah mahligai keemasan&lt;br /&gt;CERDAS&lt;br /&gt;cer•das a 1 sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran: sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi orang yg -- lagi baik budi; 2 sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat): biarpun kecil badannya, tidak kurang -- nya; &lt;br /&gt;-- cermat pertandingan adu ketajaman berpikir dan ketangkasan menjawab (pertanyaan, soal matematika, dsb) secara cepat dan tepat; -- tangkas cerdas cermat; &lt;br /&gt;men•cer•das•kan v mengusahakan dsb supaya sempurna akal budinya; menjadikan cerdas: usaha ~ bangsa harus mendapat prioritas pertama dl rencana pembangunan; ~ akal budi; &lt;br /&gt;pen•cer•das•an n proses, cara, perbuatan mencerdaskan; &lt;br /&gt;ke•cer•das•an n 1 perihal cerdas; 2 perbuatan mencerdaskan; kesempurnaan perkembangan akal budi (spt kepandaian, ketajaman pikiran): perpustakaan didirikan untuk meningkatkan ~ masyarakat; &lt;br /&gt;~ emosional kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar; ~ intelektual kecerdasan yg menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dng yg lain; ~ spiritual kecerdasan yg berkenaan dng hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;LIHAI&lt;br /&gt;li•hai a 1 pintar; cerdik; cekatan; pandai (menipu dsb): dia sangat -- memperdayakan lawannya; 2 tajam (tt senjata); &lt;br /&gt;ke•li•hai•an n kepintaran; kecekatan: untuk melalui jalan yg curam dan berliku-liku itu, sangat dibutuhkan ~ mengemudi&lt;br /&gt;LICIK&lt;br /&gt;1li•cik a 1 banyak akal yg buruk; pandai menipu; culas; curang; 2 licin; &lt;br /&gt;ke•li•cik•an n kepandaian memutarbalikkan perkataan; kecurangan; keculasan: ia terpaksa menggunakan ~ nya untuk menjebak lawannya&lt;br /&gt;2li•cik a 1 mudah menyerah; gampang kalah; 2 penakut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm…jadi bingung. Yah, berhubung saya suka  quotation-nya dan relatively sependapat sama Bapak, bagaimana kalau kalimatnya sedikit kita rubah, Pak. Orang pandai yang banyak akal berarti cerdas, lebih banyak akalnya lihai, lebih banyak akalnya lagi namun tidak mempunyai hati nurani licik”. Setuju tidak, Pak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-8825051463909860852?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/8825051463909860852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/pandai-cerdas-lihai-licik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8825051463909860852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8825051463909860852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/pandai-cerdas-lihai-licik.html' title='Pandai, Cerdas, Lihai, Licik'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1738912932736675807</id><published>2009-03-14T08:53:00.004+07:00</published><updated>2009-03-14T10:14:08.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal Cerita'/><title type='text'>Sebentuk Agar-Agar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sbsez-FV1VI/AAAAAAAAAB4/xU0QPGO5sE4/s1600-h/sad+face.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sbsez-FV1VI/AAAAAAAAAB4/xU0QPGO5sE4/s200/sad+face.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312874063601194322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Agar-agar! Tidak terdengar pekik suara hati gadis itu. Tidak seorang pun juga yang mengetahui dirinya memandangi lekat sebentuk cetakan yang tidak terisi penuh dengan agar-agar transparan. Dia bingung bagaimana menghabiskan agar-agar itu seorang diri. Jika tidak dia yang memakannya, siapa lagi? Dibuang? Mubazir. Diberikan ke orang? Malu dia memberikan agar-agar keras, hambar dan kurang wangi itu kepada orang lain. Apalagi kalau harus menjelaskan darimana agar-agar itu berasal. Mengakuinya sebagai buatannya sendiri? Itu berarti berbohong. Agar-agar, hanya itu satu-satunya bawaan yang diberikan rombongan yang baru saja pulang dari rumahnya. Lupakan black forrest, brownies, tiramisu, atau berbagai kue berkelas lainnya yang biasanya dikirimkan orangtua pacar adiknya pada setiap menjelang lebaran. Atau sekedar kue-kue beserta roti dari bakery besar yang menjadi buah tangan setiap pacar adiknya itu datang. Agar-agar, hanya itu satu-satunya yang dia terima, bahkan menjelang saat istimewanya. Setidaknya, ada yang bersusah payah membuat agar-agar itu untukmu, satu suara di hatinya berbisik. Gadis itu membayangkan, tidak ada yang susah dari membuat agar-agar. Hanya perlu mengaduk dan memastikan mengikuti takaran yang ada, pasti agar-agar itu tidak akan keras dan tidak akan hambar. Kalaupun gadis itu yang harus membuat agar-agar, dia juga akan memastikan agar-agar itu indah dipandang dan enak dimakan. Mungkin menambahkan sirup, mungkin mengkombinasikan warna, mungkin mengkombinasikan bentuk, mungkin menambahnya dengan buah kaleng yang pasti manis dan memiliki beberapa warna dari beberapa jenis buah, atau kiwi, strawberry, maupun jeruk yang pasti indah berada di dalam agar-agar transparan, bukan dengan pepaya mengkal yang keras dan berbentuk kotak dan juga nyaris tawar. Agar-agar itu tiba-tiba membuatnya ingin menangis, cuma seperti ini mereka mau bersusah payah untukku. Susah payah terkait dengan cinta kan? Demi cinta kita mau sedikit repot kan? Demi cinta kita juga mau sedikit berkorban, kan? Bahkan mereka tidak mau mengeluarkan Rp 33.000 saja untuk membeli kue standar bika ambon. Aku tak mengharapkan mereka membawa sekeranjang buah beraneka jenis dan sekotak besar chocolate ganache, nanar si Gadis. Mungkin tidak ada waktu untuk membeli, hatinya kembali memberi pandangan. Kalau tak ada waktu kenapa masih sempat mengaduk-aduk agar-agar dan menunggunya dingin? Kenapa tidak ada waktu kalau membeli kue hanya membutuhkan beberapa menit berhenti di toko kue dalam perjalanan menuju rumahku, kejar si gadis menuntut jawaban suara hati. Mungkin tak ada uang, suara hati memberikan alternatif jawaban. Apa kau yakin? Si gadis tak percaya. Lelakiku memang tidak punya uang. Itu aku paham. Tetapi pegawai-pegawai BUMN ternama itu punya. Tiga puluh tiga ribu pasti sangat ringan di dompet mereka. Bagiku saja sejumlah itu ringan, sehingga aku mau mengeluarkan nominal itu untuk kunjungan biasa. Tapi tak satupun dari mereka mau mengeluarkan uang untuk calon dari anak dan keponakannya. Lelakiku tak sensitif masalah seperti ini, ia akan menganggapnya ringan. Tapi dalam rombongan itu, ada yang sangat sensitif dan mengerti sekali urusan seperti ini. Mengapa beliau tak bersuara. Ataukah suaranya diabaikan? Kenapa? Apa karena aku dan keluargaku tidak begitu penting? Sementara calon-calon lain dalam keluarga itu….Si gadis tidak menyelesaikan kalimatnya. Hadir pertanyaan lain dalam dirinya, apa yang ada dalam pikiran ibuku karena anak gadisnya hanya dibawakan agar-agar keras dan tawar pada acara yang besar seperti ini? Gadis itu tertegun…, matanya terarah menatap agar-agar dihadapannya tapi pikirannya melayang….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1738912932736675807?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1738912932736675807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/sbentuk-agar-agar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1738912932736675807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1738912932736675807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/sbentuk-agar-agar.html' title='Sebentuk Agar-Agar'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sbsez-FV1VI/AAAAAAAAAB4/xU0QPGO5sE4/s72-c/sad+face.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-3590273318356978001</id><published>2009-03-13T20:17:00.003+07:00</published><updated>2009-03-14T08:53:02.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>The Wedding</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SbpdDQZz_ZI/AAAAAAAAABw/wjiGQZAi4DY/s1600-h/arizona-wedding-photography-bride-groom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SbpdDQZz_ZI/AAAAAAAAABw/wjiGQZAi4DY/s200/arizona-wedding-photography-bride-groom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312661020961144210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Besok ada undangan pernikahan. Yang mengundang adalah kakak ipar pakde saya dari pihak ibu. Ini undangan ketujuh dalam bulan ini mengingat minggu lalu ada 6 undangan. Dulu, sebelum menikah saya pernah membaca artikel di tabloid Nova yang ditulis Pak Safir Senduk, seorang konsultan keuangan. Saya ingat, saya pernah sedikit bingung (dan tertawa) kenapa Pak Safir memasukkan undangan sebagai kategori pengeluaran bulanan yang harus punya pos sendiri. Sekarang saya baru sadar kalau Pak Safir benar (ampun, Pak! Hehehe…). Mari kita berpura-pura menjadi Pak Safir, jika rata-rata ada 3 undangan saja setiap bulannya kalikan dengan sumbangan yang kita berikan, berapa total pengeluaran yang harus kita anggarkan untuk pos ini? Belum lagi memperhitungkan kedekatan kita dengan si pengantin atau keluarganya. Semakin dekat hubungan kekerabatan dan hubungan emosional kita, sudah barang tentu semakin besar nominal rupiah yang harus kita sediakan, bukan? (pelitdotcom)&lt;br /&gt;Baiklah, mari kita tinggalkan saja dulu hitung-hitungan di atas. Karena yang akan kita bicarakan adalah masalah pernikahan dan resepsinya. Kita tidak akan membicarakannya dari segi menikah dalam pandangan agama (yang hukumnya bisa mubah, makruh, haram, sunah dan wajib tergantung niat, kondisi dan kesiapan). Tapi dari sisi wanita pada umumnya.&lt;br /&gt;Pernikahan. Ketika mendengar kata-kata itu apa yang terlintas di benak Anda? Setiap perempuan pasti memiliki impian mengenai seperti apa pernikahannya akan diselenggarakan. White wedding gown, a prince in a tuxedo, beautiful flowers everywhere, minimalist wedding ring, invitation card with a ribbon on it, lovely wedding cake, romantic music, happy guests. Bagaimana dan di mana ijab kabul dilaksanakan. Apakah ia menangis terharu, atau tersenyum bahagia saat ijab kabul usai. Kemudian punya anak yang sehat, pintar, ceria. Membangun rumah sendiri sebagai istananya, and live happily ever after (walaupun kenyataannya tetap harus menghadapi kerikil-kerikil kehidupan, tapi paling tidak tetap happy). &lt;br /&gt;Hehehe… sejak jauh-jauh hari mungkin setiap perempuan ingin resepsi pernikahan versinya sendiri walau wajah pengantin pria terkadang masih samar haha…. Ribetnya persiapan resepsi akan dijalani dengan hati riang. This is my wedding, ujar jiwanya. Menentukan tema, cari tempat resepsi, pilih desainer, penata rias, dekorator, katering, fotografer, pengisi acara, pilih cincin dan kartu undangan, sebar undangan, foto pre-weding. Oya, jangan lupa daftar ke KUA hehehe… Ntar malah lupa. Apalagi ya? Ngantuk, ide macet. Bobok dulu ya….Permisi...&lt;br /&gt;PS: Yaa… bukannya hendak membunuh impian para gadis, nih. Tapi berdasarkan apa yang saya lihat, perempuan juga harus mempersiapkan diri jika pernikahan tidak berjalan sesuai harapan. Hal tersebut bisa terjadi karena banyak hal. Yang penting niatkan menikah karena ingin mendapat ridho Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-3590273318356978001?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/3590273318356978001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/wedding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3590273318356978001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3590273318356978001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/wedding.html' title='The Wedding'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SbpdDQZz_ZI/AAAAAAAAABw/wjiGQZAi4DY/s72-c/arizona-wedding-photography-bride-groom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-7914162018794360916</id><published>2009-03-13T18:11:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T18:33:10.300+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Hidup adalah Pilihan</title><content type='html'>Hidup adalah pilihan. Ingatkah Anda sejak kapan Anda harus menentukan pilihan untuk diri Anda sendiri? Mungkin Anda tidak ingat kapan. Mungkin pula Anda ingat. Pilihan, Razan kecilku saja sudah pandai memilih, memutuskan apa yang diinginkannya.  Coba tanyakan pada Razan pada hari Minggu pagi, “Razan mau jalan-jalan ke mana?”. Dengan yakin Razan akan menyahut “Nengok kereta api trus nengok pesawat terbang”. Ya, bukankah setiap keputusan dalam memilih berbagai alternatif yang ada di hadapan kita tetaplah sebuah kebutusan baik itu hal yang besar maupun sepele.  Setiap hari kita tidak lepas dari pembuatan keputusan, kita harus terus memilih. Bangun tidur, mau ngapain dulu? Makan siang, selera makanan apa? Kerjaan menumpuk, hendak dikerjakan hari ini atau besok? Mana yang harus dikerjakan lebih dulu? Atau pilihan untuk masa depan Anda, mau menikah kapan? Honeymoon ke mana? Ingin punya anak berapa? Investasi untuk pendidikan anak pada Bank mana? Keputusan rutin mungkin tidak akan berpengaruh banyak pada kehidupan kita selanjutnya. Akan tetapi, keputusan besar, seperti menikah misalnya pasti akan berpengaruh selama sisa kehidupan kita.&lt;br /&gt;Pilihan yang kita ambil, dengan berbagai pertimbangan yang ada, bisa jadi tepat pada saat ini dalam pandangan Anda. Pernahkan terpikir bahwa mungkin suatu saat nanti Anda akan menyesali pilihan hidup yang Anda putuskan sendiri? Kembali, saya katakan ketika membaca blog Momon tentang temannya yang sedikit banyaknya mereview kembali apakah keputusan yang diambilnya dulu tepat atau tidak.  Saya ikut mempertanyakan pertanyaan kepada diri saya sendiri. Apakah keputusan saya untuk berkeras tinggal di Medan adalah keputusan yang tepat? Melihat teman-teman yang belum menikah dan melanglangbuana memiliki kesempatan sekolah di luar negeri tanpa hatinya terbebani pikiran mengenai keadaan anak, sempat terbersit keingintahuan, jika aku juga belum menikah seperti mereka akankah aku juga punya kesempatan yang sama?  Atau akankah saya juga akan menua dalam ‘kotak’ itu? Tapi, jika toh memang harus menua dalam kotak itu, saya rasa saya tidak keberatan.&lt;br /&gt;Saya yakin sekali, Tuhan akan memberikan segala sesuatu bagi saya pada saat yang tepat. Umur, rezeki, jodoh, keselamatan, semua sudah ditetapkan-Nya dengan pertimbangan cermat. Saya memilki apa yang belum dimiliki oleh sahabat-sahabat saya itu, my own little family. Sesuatu yang mungkin sahabat-sahabat saya tersebut juga menginginkannya, namun belum tiba saat yang tepat bagi mereka. Yang saya miliki adalah hari ini dan besok. Maka saya tidak perlu (dan tidak bisa! Kan gak ada mesin waktu. Hehehe…) berjalan ke belakang untuk sampai pada persimpangan yang pernah saya lalui dan memilih jalan yang  berbeda. Agak sulit pula bagi saya untuk menyesali keputusan yang saya ambil karena pada saat saya menjatuhkan pilihan, saya sadar konsekuensi seperti apa  yang harus saya hadapi. Apalagi, saya juga meminta kepada yang Maha Tahu untuk memutuskan bagi saya apa yang terbaik, walaupun untuk sesaat keputusan itu bukan yang terindah di mata saya. Sepertinya hidup saya berjalan hampir sepenuhnya seperti yang saya prediksikan. Meski beberapa perkiraan saya luput, ya saya coba beradaptasi saja dan tetap bersabar. &lt;br /&gt;Yang saya miliki adalah hari ini dan besok, maka ketika saya merasa gagal karena tidak bisa memenuhi harapan orang yang penting dalam kehidupan saya, saya merangking ulang prioritas dalam hidup saya sesuai dengan perkembangan yang ada. Memperhitungkan dan bersiap menghadapi apa yang akan terjadi nanti.&lt;br /&gt;Yang kita miliki adalah hari ini dan besok. Hari ini dan besok kita terus harus memilih. Beberapa pilihan diputuskan atas dasar naluri, beberapa pilihan harus dijatuhkan dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi dan mengolahnya menjadi data yang dapat meyakinkan Anda bahwa ketika sudah memilih Anda tidak akan menyesalinya. Pilihan hidup kita mutlak berada di tangan kita, dan terkadang tidak bisa mengakomodir semua keinginan orang disekitar kita mengenai ‘apa yang menurut mereka sebaiknya kita lakukan’. What should we do then? Cobalah duduk dengan tenang, take your time. Tentukan mana prioritas Anda. Bismillah, melangkahlah.&lt;br /&gt;Hidup adalah pilihan. Dan terima kasih Anda memilih membaca postingan ini daripada nonton tv hehehe….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-7914162018794360916?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/7914162018794360916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/hidup-adalah-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7914162018794360916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7914162018794360916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup adalah Pilihan'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-4980479044391005768</id><published>2009-03-12T11:13:00.004+07:00</published><updated>2009-03-12T19:24:36.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Zzzz...Zzzz....</title><content type='html'>Sudah hampir tiga minggu ini kebiasaan tidur Razan mulai berubah lagi. Kembali seperti waktu bayi. Semasa bayi, tidak seperti sepupu saya, Rafi atau (Oom Rafi, begitu Razan harus memanggilnya sesuai tutur), yang beda setahun sama Razan. Rafi sejak bayi tidur malamnya sangat anteng, bangun cuma untuk minum susu kemudian tidur lagi, bahkan menurut bundanya terkadang Rafi tidak minum susu sama sekali di malam hari. Tidur siang pun selalu dilakoninya. Razan bayi? Wah, jangan tanya. Terkadang tidur siang hanya sebentar. Malamnya? Ronda! Gimana tidak jaga malam lha wong tengah malam Razan segar-bugar, senyum-senyum dan tertawa-tawa, main-main, berguling-guling kesenangan (sampai saya menggelarinya dengan panggilan “Undung-undung” karena Razan selalu bergelundungan menjelajah seluruh permukaan tempat tidur). Memang sehabis Maghrib Razan akan tidur, tapi setelah pukul 12 malam teng dia akan terbangun terkadang sampai jam 4 pagi. Siapa lagi yang harus menemaninya bermain kalau bukan mamanya. Kasihan Papanya, besoknya kan harus kerja. Tapi lebih tepatnya lagi, kalau mau jujur, antara saya dan Hubby yang paling tahan tidak tidur malam yaa.. saya. Hubby tuh bisa tidur dan terlelap dengan mudahnya hampir di mana saja dengan posisi apapun. Sementara saya? Kalau gak dapat moment-nya walau sudah ngantuk setengah mati tetap saja tidak bisa tidur! Apalagi ada satu kejadian yang menguapkan separuh kepercayaan saya kepada Hubby dalam menjaga Razan di malam hari. No..no...no…. Gak lagi deh kejadian itu terulang.&lt;br /&gt;Saat ini, Razan akan tidur jam 3 siang, gak bisa dibangunin Maghrib, kemudian bangun jam 11 malam. Razan tidak mau terjaga sendirian di malam hari. Maka dia akan berceloteh, bertanya, minta ini itu, even membuka kelopak mata kalau saya berpura-pura tidur. Seperti tadi malam setelah bermain pesawat dan nonton VCD tentang kereta api dan pesawat terbang, cengar-cengir sama mamanya (wadooh, susah marah deh kalau Razan sudah mengeluarkan senyuman maut ke mamanya), dan akhirnya menyerah dan tidur jam 3 pagi (untuk kemudian bangun lagi menjelang azan Subuh). Terkadang kalau capek, saya akan marah juga padanya jika terlalu banyak bertanya (pusing juga menghadapi anak batita, pertanyaannya seperti tembakan senjata, beruntun sementara badan rasanya entah kayak apa karena ngumpulin keletihan gak tidur beberapa malam, apalagi terkadang pertanyaan Razan seperti 'jebakan' hehehe... "Ma ini pesawat apa?" biasanya Razan langsung mengacungkan pesawat yang dipegangnya ke hadapan saya. "Airbus, tipe A380" saya menjawab sekenanya. "Bukan, ini pesawat bulan sabit. Lihat, ini ada bulan sabitnya kan". Gubrakk..!), tapi saya akhirnya sadar itu strateginya memastikan mamanya tetap sadar menemaninya bermain. Ya, sudahlah mau bagaimana lagi. Saya tetap harus setia menemaninya, masak kalau dia gak tidur harus dikasih obat tidur? &lt;br /&gt;Bingung juga melihat Razan, aktivitasnya tetap saja seperti biasa, energik. Bahkan kalau pun dia tidak tidur siang. Setelah bangun jam 4 pagi, Razan bisa tidak tidur siang dan baru tertidur pada jam 6 petang. Bangunnya? Jangan harap Razan akan bangun jam 6 pagi, Razan akan tetap bangun dengan range waktu antara pukul 12 sampai  pukul 4 pagi. &lt;br /&gt;Bude saya yang tinggal di sebelah rumah saya berkata “Kasihan ya, masak anak kecil tidak tidur-tidur”. Sedikit banyaknya ada sedikit tendensi mempertanyakan kemampuan saya mengkondisikan anak untuk tidur. “Maunya pada jamnya tidur Razan dibawa ke kamar”, itu sudah sejak dulu dilakukan, tapi jadinya setelah puas melompat-lompat di atas tempat tidur Razan akan berujar “Ma, Asa mau main di luar, ayoo Ma keluar”. Apa untuk hal seperti ini saya harus membawa Razan ke dokter Anggraeni, dokter anak yang menangani Razan sejak bayi? Dulu, saya menganggap kebiasaan tidur Razan wajar bagi bayi-bayi (tidur dan bangun kapan mereka mau), jadi saya tidak mempertanyakan hal tersebut kepada dr. Anggraeni. Hmmm… perlu tidak ya? Yaa… mungkin saya bisa konsultasi gratisan dulu ke teman-teman yang jadi psikolog dan dokter. Mumpung ‘stok’ banyak hahaha… (piss prends). Tapi sebetulnya ada satu hal yang sedikit meng-enggankan saya untuk konsultasi yaitu di keluarga saya (bapak, ibu, saya, Gema, Nofat, Caca) semuanya tahan tidur malam hanya beberapa jam atau terkadang tidak tidur sama sekali dan keesokannya tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Sampai saat ini pun begitu. Nofat dan Caca bisa ‘balas dendam’ dan tidur dari habis Subuh sampai jam 11 pagi. Tapi kalau ibu dan Gema? Gema tidak bisa ‘balas dendam’ karena dia harus bekerja. Dan ibu hanya bisa mencuri sejam dua jam untuk tidur di antara kesibukannya di rumah, itu pun seperti saya, kalau “moment-nya dapat”. Kalau saya? Bagaimana mau tidur, Razan tidak mengizinkan.&lt;br /&gt;Tapi pagi ini, saya harus berterima kasih kepada Hubby. Setelah tidur, Razan bangun, tidak tahu jam berapa. “Ma, mau susu” pintanya. “Minta tolong ambilin sama Papa”. Kepala saya berat sekali, beberapa hari ini saya agak demam, kepala saya sakit, ditambah lagi saya baru tidur. Sakit kepala kali ini agak bandel, biasanya sehabis minum obat sakit kepala saya hilang, ini sudah dua hari, yang terasa sakit kepala bagian atas alias ubun-ubun (sebaiknya tanya kemana ini ya? Dokter aja? Psikiater? Ketika tes kesehatan psikologis oleh psikiater ada pertanyaan ‘jika sakit kepala, bagian mana yang sakit’. Apa itu terkait dengan beban pikiran, atau hanya ‘sakit biasa’? Gak tahu, deh. Tapi kalau bagian kepala yang sakit tidak penting bagi psikiater untuk menerjemahkan keadaan psikologis saya, kan pertanyaan yang perlu diajukan hanya “apa yang membebani pikiran Anda belakangan ini?”. Tapi karena kedua item pertanyaan itu ada, berarti keduanya saling melengkapi, kan?). Hubby menuruti permintaan Razan. Dan setelah itu keluar kalimat pamungkas Razan “Pa, keluar Pa. Asa mau nonton kereta api ama pesawat terbang (lagi??? Razan maniak banget pesawat dan kereta api. Sebutkan nama-nama TGV, Maglev, Shinkansen, EuroStar, Concorde, Helios, Global Hawk, Beluga, maka Razan bisa mengklasifikasikan mana yang kereta api dan mana pula nama pesawat)”. Dan papanya kembali menuruti permintaan Razan. Mengikuti kemauan Razan hanya masalah waktu. Razan akan berusaha terus sampai apa yang menjadi keinginannya dituruti. Biasanya menjelang Subuh, saat saya baru tidur setelah menemaninya di tengah malam, Razan yang mengerti bahwa ‘penjaganya’ berganti shift akan membangunkan papanya. “Cium dulu ah Papa biar mau bangun mmmuach..” katanya sambil mencium pipi papanya. Sumpah, geli banget saya melihat tingkahnya. “Bobok, Dek”, papanya menyuruh (atau berharap Razan mau disuruh tidur sementara dia kekeuh mau keluar kamar?). “Bangun, Pa! Bangun…. Ambil…” Razan bergerak mengambil bantal dan guling papanya. “Campak..” Razan pun memastikan papanya tidak akan tidur lagi karena bantal dan gulingnya dilempar jauh dari papanya. Hadoo… gak tahu dia belajar dari mana melakukan hal itu. Si papa masih enggan bangun. Tak kehilangan akal, Razan menarik kaki papanya. “Ayoo…Pa….Banguuunn!! “ Hihihi… Rutinitas yang aneh. Tadi pagi, saya dapat pengecualian boleh tidak shalat Subuh. Meneruskan tidur sampai pagi. “Ma, bangun” itu suara Hubby. Beneran mata saya masih berat sekali. “Ma, buat teh manis” Hubby masuk kamar lagi. Pasti sudah jam 7, hampir 4 jam saya tidur. Iya, jawab saya dalam hati. Pasti badan saya yang gak enak beberapa hari ini yang menghalangi saya melakukan permintaan Hubby. “Ma, Papa pergi kerja ya”. Sedikit kaget saya bangun, kaget karena saya belum buatin teh untuk Hubby. Saya keluar kamar. Razan menyambut seperti berhari-hari tidak ketemu saya “Mamaaaa…..” persis seperti di sinetron Razan menghambur memeluk saya. “Razan ngapain?” tanya saya. “Makan lontong”. Ooo… rupanya Hubby sudah beli sarapan di tempat favorit Razan. Koran hari ini juga sudah tergeletak tak jauh dari kursi kebesaran Hubby. Saya berjalan ke kamar mandi. Melewati meja makan, saya melihat mug besar. Hangat. Hubby sudah membuat teh sendiri. Hehehe.. maaf,  Sayang. Diriku jauh dari sosok Arini yang sempurna dalam Istana Kedua-nya Asma Nadia. Kadang masih amaze Tuhan menitipkan cinta di hatimu untukku. Apipu, Honey.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-4980479044391005768?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/4980479044391005768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/zzzzzzzz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4980479044391005768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4980479044391005768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/zzzzzzzz.html' title='Zzzz...Zzzz....'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-4577478271428147846</id><published>2009-03-11T21:12:00.000+07:00</published><updated>2009-03-11T21:14:39.038+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Perjalanan Bersama Keledai</title><content type='html'>Pernahkah Anda mendengar kisah tentang perjalanan seorang bapak, anak dan seekor keledai mereka? Sebenarnya, saya sendiri lupa kapan dan darimana saya peroleh cerita ini. Tapi pesan dari cerita ini sangat membantu saya menyikapi ucapan orang-orang terhadap kehidupan saya. Semoga Anda dapat memetik hikmah dari cerita ini untuk hidup Anda.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, seorang bapak beserta anaknya yang berusia remaja pergi ke suatu tempat dengan membawa keledai yang mereka miliki. Di awal perjalanan, mereka berjalan beriringan seraya menuntun keledai tersebut. Tak lama mereka bertemu dengan seseorang. “Kalian ini lucu sekali, kenapa kalian tidak menunggangi keledai itu saja. Capek-capek berjalan, ada kenderaan kok tidak dimanfaatkan”, usul orang tersebut. Sang Bapak berfikir, benar juga saran orang ini, baiklah mungkin aku akan menunggangi keledai ini dulu, setelah itu gantian anakku yang akan menaikinya, maka naiklah ia ke punggung keledainya. Perjalanan pun dilanjutkan. &lt;br /&gt;Di tengah jalan mereka berjumpa dengan orang kedua yang berujar “Ah, mengapa Bapak tega sekali membiarkan putra Bapak berjalan di tengah terik matahari seperti ini, sementara Bapak menunggangi keledai itu. Kasihan putranya kan, Pak”. Mendengar ucapan orang itu, sang bapak merasa malu lalu bergegas turun. Dia kemudian menyuruh anaknya menunggangi keledai mereka. Mereka pun meneruskan perjalanan.&lt;br /&gt;Selanjutnya, mereka bersua dengan orang ketiga. “Aduh, anak ini tidak sopan. Orang tuanya disuruh berjalan kaki sementara dia enak-enakan duduk di punggung keledai. Hormati orang tua, dong, Anak muda” katanya kepada si anak. Si anak berusaha menanggapi perkataan orang tersebut dan meminta bapaknya agar ikut duduk bersamanya. Tidak mau anaknya dikatakan orang sebagai anak yang tidak berbakti, sang bapak menuruti permintaan tersebut. Lalu mereka kembali menempuh sisa perjalanan yang ada.&lt;br /&gt; Berikutnya, mereka bertemu dengan orang keempat yang gemas melihat mereka. Rupanya orang ini aktivis hak-hak hewan. “Ck..ck..ck..ck…Sungguh tidak berperikehewanan. Masak kalian berdua menunggangi keledai itu. Keledainya keberatan dong menahan beban tubuh kalian. Keledai yang malang”.&lt;br /&gt;Twink..twink..., si bapak dan anaknya pun jadi pusing tujuh keliling memikirkan bagaimana cara yang tepat mencapai tempat tujuan mereka agar tidak dikomentari orang lagi. Satu-satunya hal yang belum mereka lakukan adalah memanggul keledai mereka. Menurut Anda, apakah keduanya harus melakukan hal yang sudah pasti sangat melelahkan itu? &lt;br /&gt;Kalaupun keduanya memutuskan untuk memanggul keledai mereka, so pasti ada saja orang yang akan berkomentar. Bukankah itu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari? Tanpa diminta ada saja orang yang mengomentari, menyiriki, menasehati, mencampuri urusan kita, baik diminta atau pun tidak. Mungkin kalau si bapak dan anaknya memanggul keledai mereka akan ada orang yang berucap “Hai, kalian berdua. Apa yang kalian lakukan? Seyogyanya, kalianlah yang menunggangi keledai itu, bukan keledai itu yang ‘menaiki’ kalian. Ada-ada saja”.&lt;br /&gt;Pernahkah Anda capek hati dan capek kuping mendengar apa yang  orang lain katakan  mengenai hal-hal yang terjadi dalam kehidupan Anda?  Hal itu memang tidak dapat dihindari. Kita kan tidak bisa mengontrol orang lain menyampaikan apa yang ada di benaknya atau meminta orang lain untuk lebih santun berbicara pada kita (takutnya dia tidak terima dan mengatakan “siapa elo”, nanti urusan malah lebih runyam). Yang kita miliki adalah diri kita sendiri, maka kitalah yang harus pandai-pandai bersikap menghadapi komentar orang lain.&lt;br /&gt;Lalu pada kasus di atas manakah pilihan terbaik supaya tidak dikomentari orang? Jawabnya tidak ada karena akan ada saja orang yang akan selalu berkomentar. Selanjutnya, apa yang harus dilakukan bapak dan anak tersebut? Well, tentu saja apa yang terbaik menurut mereka. Karena mereka sendiri yang tahu ketahanan fisik si bapak, si anak, maupun si keledai dalam menempuh perjalanan tersebut, termasuk soal waktu dan  jarak perjalanan yang ditempuh. Bagaimana jika ada orang yang berkomentar? Ya, biarkan saja. Kalau orang itu mau mendengar penjelasan si bapak, misalnya saat si bapak menunggangi keledai sementara anaknya berjalan kaki, beliau bisa menjawab “saya terlebih dahulu mengendarai keledai ini, bergantian dengan anak saya, karena saya takut keledai kami akan kelelahan menopang tubuh kami berdua mengingat perjalanan kami cukup jauh”. &lt;br /&gt;Terkadang kita harus menjelaskan kepada orang lain mengenai apa yang dikomentarinya, karena orang kan tidak secara terus-menerus mengikuti perjalanan hidup kita, sebagaimana tidak ada satupun dari orang yang memberikan komentar pada cerita di atas yang terus-menerus mengikuti bapak dan anak tersebut di sepanjang perjalanan mereka. Bagaimana kalau orang lain tidak mau mendengar penjelasan kita? Ya, mau bagaimana, kembali lagi harus saya katakan “Biarkan saja”. Sebab, ada orang-orang tertentu yang memang tidak butuh penjelasan kita, dia cuma mau berkomentar, titik. Itu saya ketahui dari pengalaman pribadi, pernah ada saudara yang tidak terlalu dekat dengan saya mengajukan pertanyaan dan ungkapan beruntun yang sepertinya sudah dihapalkannya ibarat menghafal dialog sinetron. Sebab saat saya berusaha menjawab pertanyaannya satu persatu beliau sepertinya tidak perduli bahwa saya belum selesai berbicara dan memotong ucapan saya. &lt;br /&gt;Di lain waktu, saya pernah dicecar pertanyaan oleh seorang ibu mengenai pekerjaan saya. Entah kenapa si Ibu sepertinya pengen banget menjatuhkan saya di depan teman-temannya. Saya coba sabar aja meladeni ibu tersebut, secara kalau saya bersikap sebaliknya dia pasti dengan mudah akan menunjuk hidung saya “kamu tidak sopan!”, dan tercorenglah nama orang tua saya karena dianggap tidak mampu menanamkan sopan santun pada anaknya. Anehnya, setelah kehabisan pertanyaan dan gantian saya bertanya “Anak ibu kerja di mana?”, ibu itu mendadak tidak bisa mendengar ucapan saya padahal jarak kami cuma setengah meter, dan tidak ada suara-suara yang bisa mengganggu sampainya pertanyaan saya ke telinga beliau. Tiga kali saya mengulangi pertanyaan yang sama, sampai-sampai teman si ibu yang duduk di sebelahnya berkata “Ditanya tuh Bu. Anak ibu kerja di mana”. Tidak hanya menderita gangguan pendengaran temporer, ibu itu yang tadinya lancar berbicara tiba-tiba tidak bisa menjawab pertanyaan saya dengan kalimat yang baik. Ngeles, berusaha mengalihkan pembicaraan. Tidak hanya itu, tanpa memberi jawaban yang jelas atas pertanyaan saya, atau mengucapkan apapun, tiba-tiba ibu tersebut menggerakkan badannya 90 derajat sehingga wajahnya tidak menghadap saya lagi, dan tanpa mengucapkan apa-apa pada saya langsung beliau mengajak berbicara teman di sebelahnya. Tinggallah saya yang melongo kayak orang bloon. Saya masih berdiri beberapa waktu untuk sekedar memastikan ibu tersebut memang tidak berniat berbicara kepada saya lagi sebelum saya akhirnya berkata “Permisi, Bu. Saya mau kesana dulu”.  Belakangan saya ketahui ternyata anak ibu itu belum bekerja, tidak lebih baik dari saya yang saat itu diterima bekerja pada salah satu perusahaan penerbangan tapi pesawatnya gak terbang-terbang. Itu satu bukti lagi bahwa terkadang orang sibuk mengomentari orang lain tapi keberatan kalau kehidupannya dikomentari orang.&lt;br /&gt;Apa yang sebaiknya kita lakukan saat orang lain mengomentari pilihan atau kehidupan kita? Dengarkan saja, barangkali komentarnya bisa memperkaya sudut pandang kita. Jangan serta-merta menuruti komentar orang, capek bo’. Tapi, jangan pula langsung menganggap komentar orang tidak baik. Mungkin saat hati sudah tidak panas, kita bisa berfikir jernih dan mengambil pelajaran dari apa yang dikatakan orang lain walau cara penyampaiannya bikin jengkel. Siapa tahu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-4577478271428147846?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/4577478271428147846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/perjalanan-bersama-keledai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4577478271428147846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4577478271428147846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/perjalanan-bersama-keledai.html' title='Perjalanan Bersama Keledai'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-7155267498021644633</id><published>2009-03-11T10:29:00.004+07:00</published><updated>2009-03-12T14:28:41.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Memilih'/><title type='text'>Kampanye Caleg</title><content type='html'>Pemilu semakin dekat. Para caleg pun bergerak semakin cepat memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Masing-masing caleg punya cara jitu memikat masyarakat. Berdialog dengan konstituen, memberikan sumbangan-sumbangan, berkampanye via sms, membagi-bagikan buku yang tentu saja memuat keterangan mengenai caleg, mengedarkan VCD berisi profil, visi, misi serta program kerja caleg, mengiklankan dan memberitakan diri di media massa, membedah buku yang ditulisnya, dan sebagainya.  Cara konvensional seperti mengadakan panggung hiburan sudah ditinggalkan.&lt;br /&gt;Strategi kampanye yang paling banyak dan sepertinya paling mudah dilakukan adalah memasang gambar diri berikut nama dan nomor urut caleg, tak ketinggalan juga nomor dan lambang partai di tempat-tempat strategis. Baliho, poster, spanduk, billboard menjamur. Tidak hanya di kota Medan, pastinya setiap dari kita dengan mudah melihat alat peraga yang menampilkan wajah-wajah para caleg di seluruh penjuru Nusantara. Coba iseng-iseng Anda perhatikan, di sepanjang jalan ada tidak pohon atau tiang listrik yang ‘selamat’ alias tidak dipasangi wajah para caleg. Poster diri caleg harus diakui mengganggu pemandangan kota karena sangat banyak jumlahnya dan tidak rapi penempatannya atau 'manyomak' kata orang Medan.&lt;br /&gt;Tidak hanya di pinggir jalan, di tengah jalan Anda dengan mudah menemukan alat peraga yang berseliweran. Maksud saya, coba Anda lihat penutup beca, atau kaca bagian belakang angkutan kota, maupun body-body mobil tim sukses para caleg. Kembali, Anda akan menemukan gambar diri dan nomor urut para caleg. &lt;br /&gt;Mmm… menurut Anda apakah strategi kampanye dengan cara memasang wajah para caleg akan berhasil mengantarkan mereka menjadi wakil rakyat? Untuk sekedar memperkenalkan diri, mungkin cara ini berhasil. Tapi setiap hari masyarakat tidak hanya melihat 1 gambar caleg. Sejumlah caleg menyadari betul hal ini, maka mereka pun memasang gambar dirinya dengan pose-pose yang unik, menyertakan foto ketua umum partai sampai memajang orang-orang terkenal di dunia seperti Obama, David Beckam sampai orang yang beken di kampungnya (beneran lho ada caleg yang memasang foto kakeknya, yang saya sebagai orang yang satu kecamatan dengan caleg tersebut tidak tahu siapa dan bagaimana track record kakek si caleg sampai-sampai si caleg mengkampanyekan diri di bawah bendera si kakek).&lt;br /&gt;Kecuali calon anggota DPD, pada surat suara tidak akan ada foto caleg. Yang ada hanya nomor dan nama partai, serta sederet nama caleg dari partai-partai yang mengikuti pemilu. Dengan sekian banyak caleg yang ikut serta dalam pemilihan anggota DPR, DPD dan DPRD, apa yang dapat membedakan satu caleg dengan caleg lainnya kalau para caleg tidak memberikan informasi lebih kepada masyarakat sebagai acuan mengapa masyarakat harus memilih caleg tersebut. Kalau hanya melihat gambar wajah, nomor urut, nama caleg berikut partainya, sepertinya agak sulit bagi para pemilih untuk mengenal caleg lebih jauh dan menjatuhkan pilihan pada caleg tertentu. Saya cukup menghargai para caleg yang kreatif mengkaitkan diri dengan tokoh tertentu atau dengan pose yang unik, paling tidak saya aware caleg tersebut masuk ‘bursa’ pencalonan. Tapi sangat naïf kalau kita menentukan pilihan hanya karena si caleg tampan atau cantik, atau caleg tersebut keturunan siapa, atau karena fotonya lucu, atau ekspresi caleg sangat meyakinkan.&lt;br /&gt;Masyarakat kita sekarang lebih kritis, mungkin lebih baik para caleg mendatangi grass root dan berdialog dengan masyarakat mengenai visi misi-nya daripada sekedar menebar baliho yang tidak memuat keterangan detail mengenai caleg tersebut. &lt;br /&gt;Saya sepertinya harus sedikit angkat topi pada calon anggota DPD. Mungkin mereka sadar bahwa mereka harus berusaha sendiri karena tidak ada mesin partai yang mendukung mereka seperti halnya para caleg DPR, DPRD. Sebagian calon anggota DPD dari Medan track recordnya cukup jelas. Sebut saja Pak Rudolf M. Pardede yang merupakan mantan gubernur Sumatera Utara, dr. Robert Valentino Tarigan yang punya lembaga bimbingan belajar, atau Pak Rahmat Shah yang mendirikan Rahmat’s Wild Life Gallery, atau Pak Bahdin N. Tanjung yang rektor UMSU. Kita ambil contoh dr. Valentino walaupun orang sudah mengenal beliau  dan mengetahui sepak terjangnya di dunia pendidikan, beliau tetap saja bergerilya memperkenalkan dan mengkampanyekan diri pada pemilih-pemilih potensialnya, jauh-jauh hari sebelum pemilu tiba. Memang ada juga caleg DPRD seperti  Pak Adi Munasip, MM yang tidak hanya mengandalkan PAN dalam menjaring suara pemilih, setahu saya beliau sering mengadakan dialog kepada calon pemilih melalui “OBAMA = Obrolan Bareng Andi MunAsip” , tapi langkah Pak Adi ini hanya diikuti oleh segelintir caleg lainnya.&lt;br /&gt;Ya, apapun langkah para caleg. Berhasil tidaknya strategi kampanye mereka, semoga kita sebagai pemilih semakin cerdas menentukan pilihan, tidak hanya menggunakan “mini maini maini mo” alias menghitung kancing saat mencontreng nanti. Semoga sebelum memasuki bilik pemilihan kita sudah menjatuhkan pilihan, karena pasti butuh waktu lama kalau kita masih mikir mau mencontreng caleg yang mana saat pemilihan. Belum lagi kita harus membuka dan melipat empat surat suara yang kata iklan “di meja aja gak cukup”. Bisa-bisa calon pemilih yang antri ketiduran menunggu kita kelamaan berada di bilik suara hehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-7155267498021644633?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/7155267498021644633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/kampanye-caleg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7155267498021644633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7155267498021644633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/kampanye-caleg.html' title='Kampanye Caleg'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-7792154051865911116</id><published>2009-03-11T10:29:00.001+07:00</published><updated>2009-03-11T10:29:54.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Protes</title><content type='html'>Suatu hari saya protes pada Hubby. “Pa, Mama sama Razan kan sama-sama keras kepala. Tapi Papa kok lebih sabar ngadepin Mama daripada ngadepin Razan. Seharusnya kan Papa lebih sabar sama anak.”&lt;br /&gt;Hubby dengan santai menjawab, “Sebenarnya, perasaan Papa sama saja saat harus menghadapi Mama dan Razan. Kadang Papa juga gak sabar sama Mama. Apalagi kalau udah ngambek. Tapi mau gimana lagi, Mama kan memang seperti itu. Udah gak bisa dirubah. Kalau dibilangin nanti bisa tambah marah. Ntar kalau udah reda, kamu kan bisa sadar dan berfikir sendiri mana yang baik mana yang enggak. Kamu kan sudah dewasa. Kalau Razan masih anak-anak, masih bisa diajarin, masih bisa dibentuk, kalau Papa diemin aja mana dia tahu perbuatannya salah atau tidak. Namanya juga anak kecil, untuk mendapatkan perhatiannya terkadang Razan harus sedikit dikerasin kalau dibilangin pelan-pelan gak bisa” pungkas Hubby. &lt;br /&gt;Mendengar penuturan Hubby, saya cuma bisa senyum-senyum sendiri…. Gak jadi protes lebih lanjut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-7792154051865911116?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/7792154051865911116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/protes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7792154051865911116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7792154051865911116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/protes.html' title='Protes'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-9060662906486114909</id><published>2009-03-08T05:44:00.004+07:00</published><updated>2009-03-08T09:46:59.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>Nabi Anak Yatim</title><content type='html'>Hari Senin tanggal 9 Maret 2009 bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1430 H merupakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Terbentang jarak 14 abad dari kita sekarang dengan masa kehidupan Nabi. Namun waktu pun tidak mampu membendung kecintaan kita kepada Nabi. &lt;br /&gt;Akan tetapi, sudahkah kita membuktikan kecintaan kita kepada beliau? Rasulullah semenjak lahir telah menjadi yatim. Beliau mengerti sekali bagaimana perasaan anak yatim, karena itu beliau sangat menyayangi mereka. Setiap kali bertemu dengan anak yatim, Nabi Muhammad SAW selalu mengelus kepala mereka dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad.... Muhammad....&lt;br /&gt;Muhammad Musthofa....&lt;br /&gt;Ibunya bernama Aminah, Ayahnya bernama Abdullah&lt;br /&gt;Dilahirkan di Mekkah Mukaromah, Ibu susunya Halimatus Sa`diah&lt;br /&gt;Ayahnya meninggal dunia, Ketika Nabi di dalam kandungan&lt;br /&gt;Alangkah sedih pilunya, Ibunya menjaga baginda&lt;br /&gt;Semasa di dalam perjalanan, Pulang dari makam suaminya&lt;br /&gt;Aminah jatuh sakit di 'Abwa, Kembali ke alam baka&lt;br /&gt;Tinggallah Nabi seorang diri, Hilang insan yang dikasihi&lt;br /&gt;Tinggallah Nabi seorang diri, Mengajarnya hidup berdikari&lt;br /&gt;Anak yatim anak yang mulia, Dilindungi Allah setiap masa&lt;br /&gt;Terpadam api biara majusi, Runtuhlah istana Kisra Parsi&lt;br /&gt;Mekkah diterangi cahya putih, Tanda lahir Nabi anak yatim&lt;br /&gt;Shalallahu 'alaa Muhammad, Shalallahu 'alaaihi wassalam&lt;br /&gt;Hidupnya yatim, yatim piatu, Tiada ayah tiada ibu&lt;br /&gt;Hidupnya yatim, yatim piatu, Namun dialah manusia agung&lt;br /&gt;**(Song by Raihan)**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menyuruh kita untuk mencintai anak yatim. Kala salah seorang sahabat datang kepada Nabi, beliau berkata: "Wahai Saib, perhatikanlah akhlak yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, muliakanlah anak yatim, dan berbuat baiklah kepada tetangga." (HR.Ahmad dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, mengasihi anak yatim merupakan sarana untuk melunakkan hati dan mengupayakan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan. Kita tidak akan pernah mendapati orang yang menyantuni anak yatim, kecuali pasti memiliki hati yang pengasih. Orang yang keras hatinya, tentu tidak bisa mengasihi orang lain. Tapi, yakinlah, sekeras-kerasnya hati seseorang akan melunak juga jika ia mau belajar mencintai. Dengan mencintai anak yatim, kekerasan hati sedikit demi sedikit akan melumer. Saat kita menyayangi dan memberi perhatian pada anak yatim, tentu anak yatim tersebut akan balik menyayangi kita. Kasih sayang ini akan menyentuh hati kita. Kita pun sadar bahwa masih ada orang yang mencintai kita, asal kita juga mau mencintai orang lain. Dengan mencintai anak yatim, juga akan mendatangkan suatu ketenangan sendiri dalam hati kita bahwa kita telah melaksanakan wasiat manusia yang paling mulia di muka bumi ini, Rasulullah SAW yang kita cintai.&lt;br /&gt;Manfaat lain dari tindakan mengasihi anak yatim yang telah dikabarkan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada seorang yang bertanya kepada beliau adalah: bahwa meyantuni anak yatim merupakan sarana terpenuhimya kebutuhan dan terwujudnya apa yang dicari. Karena sesungguhnya, orang yang berbuat kebaikan kepada anak yatim adalah orang yang telah memasukkan rasa gembira dihati mereka. Tidak diragukan lagi, Allah pasti tidak akan menyia-nyiakannya, karena Allah Ta'ala Maha Pengasih dan mencintai semua orang yang pengasih. Rasulullah bersabda: "Orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rahman (Yang Maha Pengasih). Kasihilah siapa yang ada dibumi niscaya engkau dikasihi oleh yang di langit." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah,kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (adzab) Tuhan kami pada suatu hari yang (dihari) orang-orang bermuka masam penuh kesakitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra." (Al-Insan : 8-12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat menghargai dan mencintai orang-orang yang mengasihi anak yatim. Beliau bersabda: "Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di surga seperti ini", Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. (HR. Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita mencintai anak yatim?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-9060662906486114909?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/9060662906486114909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/nabi-anak-yatim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/9060662906486114909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/9060662906486114909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/nabi-anak-yatim.html' title='Nabi Anak Yatim'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-6348154847895484901</id><published>2009-03-07T11:13:00.002+07:00</published><updated>2009-03-07T12:17:05.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Anak-anak itu....</title><content type='html'>Kemarin dan hari ini saya menyaksikan di tv dua hal yang serupa tapi tak sama. Kemarin ada seorang anak laki-laki yang berusia kira-kira 6-7 tahun dibuang dalam sekotak kardus berukuran sekitar 1 m3. Anak tersebut, cacat secara fisik dan mengalami keterbelakangan mental pula. Tubuhnya kurus, tapi secara medis dia dinyatakan dalam kondisi sehat. Kekurusan itu memang sepertinya karena cacat yang dideritanya (ototnya mengecil,dan sendi-sendinya kaku, mirip penderita polio). Dalam kotak tersebut, juga terdapat beberapa helai baju lusuh. Tidak diketahui nama, alamat maupun siapa orang tua anak tersebut karena si anak tidak bisa menjawab pertanyaan orang-orang yang menolongnya. Banyak yang bertanya-tanya orang tua mana yang telah tega membuang anak malang itu.&lt;br /&gt;Pagi ini, saya menyaksikan ujung acara “Ceriwis” di TransTV. Anak yang berbeda, namun memiliki kecacatan yang kurang lebih sama dengan anak yang ditemukan dalam kotak kardus. Hanya saja anak ini lebih beruntung. Bersih dan rapi, tanda dia diurus dengan baik. Anak tersebut dipangku dengan penuh kasih sayang oleh ibunya. Sesekali sang ibu menyeka cairan yang keluar dari tepi mulut anaknya. Mencium kepalanya. Dan dengan sabar membantu anaknya mengungkapkan perasaannya. Anak tersebut memang bisa berkomunikasi dengan orang di sekitarnya dengan cara menunjuk pada sehelai kertas yang mungkin berisi kata-kata atau apapun itu yang sekali lagi mungkin hanya dimengerti oleh ibunya sendiri.&lt;br /&gt;Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya sehat, cerdas bahkan cantik dan tampan. Saat mengandung doa sang ibu dan bapak dan orang-orang yang menanti hari kelahiran si jabang bayi tak jauh-jauh dari semoga calon penghuni dunia itu sehat dan lengkap anggota tubuhnya. Maka, kita dapat memahami bagaimana perasaan orang tua yang dikaruniai anak-anak yang memiliki kekurangan. Tidak hanya ia harus menata hati, tapi ia juga harus menghadapi pandangan orang-orang disekelilingnya yang terkadang tidak cukup dewasa menanggapi kondisi ini. Cemoohan, ya…, masih ada orang yang dengan berbisik-bisik atau terang-terangan mencemooh. Entah dimana letak nuraninya. Bagaimana kalau dia yang diberikan ujian seperti itu?&lt;br /&gt;Mempunyai anak yang memiliki kekurangan memang perlu kesabaran ekstra. Maka apresiasi yang tinggi perlu kita berikan pada ibu-ibu yang ikhlas menerima kondisi anaknya. Tidak ada satu orang tua pun di dunia ini yang ingin anaknya cacat. Tapi saat seseorang dianugerahi anak yang memiliki kekurangan, haruskah anak itu dibuang?&lt;br /&gt;Memang, selain kesabaran, mengurus anak yang memiliki kekurangan tidak hanya butuh kesabaran. Butuh pula tenaga yang ekstra karena dia tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Lelah, pasti. Bahkan jujur saja butuh biaya yang terkadang tidak sedikit untuk memberi perawatan bagi anak-anak yang berbeda dengan anak-anak ‘biasa’ ini. Bahkan semua anggota keluarga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Dari keadaan normal, life suddenly change. Memang diakui tidak mudah menjalani perubahan tersebut, tapi apakah seseorang boleh lari dari tanggung jawabnya atas nama ‘ingin hidup kembali seperti biasa’?&lt;br /&gt;Pernah saya baca, seorang ibu ditinggal pergi suaminya karena si suami tidak mau lagi mengurusi anak mereka. Istri tentu berkonsentrasi mengurus si anak sehingga sedikit banyaknya mungkin perhatian kepada suami atau urusan rumah tangga sedikit terabaikan. Tapi haruskah beban sang istri bertambah lagi dengan harus memikirkan bagaimana cara mencari nafkah? Ada juga seorang istri yang diceraikan oleh suaminya karena ia memilih mempertahankan bayi yang sudah diketahui cacat dalam kandungannya dan memilih melahirkannya daripada menggugurkannya. &lt;br /&gt;Saya tidak menampik bahwa terkadang anak-anak yang memiliki kekurangan di satu sisi ini juga memiliki kelebihan yang terkadang tidak disangka-sangka. Tapi jumlahnya mungkin hanya segelintir saja. Saya sungkan untuk mengingatkan, mungkin anak-anak bapak atau ibu memiliki kelebihan-kelebihan. Maka, saya tidak akan berusaha mendorong atau menggurui dengan mengatakan cobalah cari kelebihan anak bapak-ibu. Karena jika kelebihan itu tidak ditemukan, mungkin bapak-ibu akan kecewa dua kali. Saya hanya ingin menyampaikan, membuang anak bukanlah suatu solusi bijak untuk mendapatkan ‘kehidupan normal’. Pun, bagaimana Anda akan mempertanggungjawabkan perbuatan Anda pada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.S: Untuk ibu-ibu berjiwa besar  di luar sana yang dirahmati Allah. Kasih sayang dan kesabaranmu semoga berbalas surga dari Yang Maha Penyayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-6348154847895484901?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/6348154847895484901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/anak-anak-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6348154847895484901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6348154847895484901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/anak-anak-itu.html' title='Anak-anak itu....'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-3543133625141970312</id><published>2009-03-06T07:57:00.005+07:00</published><updated>2009-03-06T14:11:50.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>P. Ramlee dan Benyamin S</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SbCO4iqmQtI/AAAAAAAAABY/BxxnyC5aCX8/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SbCO4iqmQtI/AAAAAAAAABY/BxxnyC5aCX8/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309901062699107026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam sekilas saya mendengar lagu Madu Tiga yang dinyanyikan Ahmad Dhani and The Swingers. Saya tahu lagu itu ciptaan P. Ramlee, seniman terkemuka Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Senangnya dalam hati; Kalau beristeri dua&lt;br /&gt;Terasa dunia ini; Ana yang punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada isteri tua; Ana sayang padanya&lt;br /&gt;Kepada isteri muda; I say i love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri tua merajuk; Balik kerumah isteri muda&lt;br /&gt;Kalau dua-dua merajuk; Ana kahwin tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesti pandai pembohong; Mesti pandai temberang&lt;br /&gt;Tetapi jangan sampai; Hai pecah tembelang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba mengingat-ingat film P. Ramlee yang pernah saya saksikan di tv. Tapi ingatan saya samar. Judul film itu  “Bujang Lapok” dan “Nujum Pak Belalang”, tapi saya agak lupa jalan cerita film yang saya saksikan.  Maklum sudah hampir 20 tahun yang lalu saya menonton film P. Ramlee. Hanya kesan mengenai film itu yang saya ingat, kocak dan really Melayu. &lt;br /&gt;Berkaitan dengan ‘kesan’ ini, sekali lagi, dosen saya benar. Ingatan saya agak lemot, tapi sepertinya Pak T. Hani Handoko yang menjelaskan seperti ini: “Orang akan lupa apa yang kita ucapkan, tetapi orang tersebut akan mengingat kesan pribadinya yang ditimbulkan dari ucapan kita”.&lt;br /&gt; Kembali mengenai lagu  Madu Tiga. Lagu itu menghiasi film P Ramlee yang berjudul Madu Tiga, yang tayang perdana pada 12 Februari 1964. Film Madu Tiga merupakan film komedi yang mengisahkan kerepotan memiliki istri lebih dari satu tanpa pertimbangan. Film ini menyabet penghargaan sebagai film komedi terbaik pada Festival Film Asia ke-11 di Taipei pada Mei 1964.&lt;br /&gt;P. Ramlee lahir di Penang 22 Maret 1929 dan diberi nama Teuku Zakaria. Ayahnya Teuku Nyak Puteh adalah pelaut asal Lhokseumawe (NAD), ibunya Che’ Mah Hussein berkebangsaan Malaysia. Dengan latar belakangnya dan kesamaan budaya Melayu antara Malaysia, Indonesia dan Singapura, P. Ramlee menjadi ikon di ketiga negara tersebut. Dia tidak hanya menjadi aktor yang handal, tapi juga terkenal sebagai sutradara, penyanyi dan penulis lagu. &lt;br /&gt;Selama karirnya, P. Ramlee menyutradarai dan bermain dalam 66 judul film dan mempersembahkan 360 lagu kepada para peminatnya.&lt;br /&gt;Beliau wafat pada tanggal 29 Mei 1973 pada usia yang masih muda, 44 tahun. Dalam rangka menghormati kontribusinya terhadap kesenian di Malaysia, dia dianugrahi gelar Tan Sri pada awal tahun 1990-an. Jalan Parry, yang berada di pusat kota Kuala Lumpur pun diganti namanya menjadi Jalan P. Ramlee. Selain itu, semasa hidupnya, pria yang pernah tiga kali menikah ini, memperoleh berbagai penghargaan perfilman tingkat internasional. &lt;br /&gt;Berbicara mengenai seniman hebat seperti P. Ramlee, Indonesia juga memilikinya. Siapa yang tidak kenal Benyamin Sueb. Kesuksesan Bang Ben dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan orkes gambang kromong Naga Mustika. Grup ini mengantarkan namanya menjadi salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.&lt;br /&gt;Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling populer pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. &lt;br /&gt;Kompor Mleduk, Tukang Garem, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.&lt;br /&gt;Lewat popularitas di dunia musik, pria yang pernah menjadi kondektur PPD ini, mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Sekitar 53 judul film dibintanginya. Tidak hanya menjadi aktor, pada tahun 1974-1979 Bang Ben bertindak sebagai produser dan sutradara PT Jiung - Film.&lt;br /&gt;Berbagai penghargaan diberikan pada Bang Ben yaitu: Piala Citra 1973 dalam film Intan Berduri (Turino Djunaidy, 1972), piala Citra 1975 dalam film Si Doel Anak Modern (Sjuman Djaya, 1975). Jalan Landas Pacu Kemayoran pun diubah menjadi namanya.&lt;br /&gt;Benyamin menikah dua kali. Pertama dengan Nonnie pada tahun 1959 (kemudian bercerai pada tanggal 7 Juli 1979 namun rujuk kembali pada tahun yang sama). Hj. Nonnie memberinya lima anak. Isteri kedua, Alfiah, memberinya empat anak.&lt;br /&gt;Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron seperti Si Doel Anak Sekolahan, host talkshow di TPI,  ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.&lt;br /&gt;Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat mempengaruhi hidupnya.&lt;br /&gt;P. Ramlee dan Benyamin S memang sudah tidak bersama kita lagi, namun karya-karyanya tetap dapat kita nikmati dan patut kita hargai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-3543133625141970312?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/3543133625141970312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/p-ramlee-dan-benyamin-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3543133625141970312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3543133625141970312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/p-ramlee-dan-benyamin-s.html' title='P. Ramlee dan Benyamin S'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SbCO4iqmQtI/AAAAAAAAABY/BxxnyC5aCX8/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1286759654663486354</id><published>2009-03-05T14:57:00.003+07:00</published><updated>2009-03-05T19:10:01.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>Senyum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sa-crcesxRI/AAAAAAAAABQ/zbm9KJ9P8vQ/s1600-h/P1010050.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sa-crcesxRI/AAAAAAAAABQ/zbm9KJ9P8vQ/s200/P1010050.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309634755886368018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mendengarkan lagu “Senyum” yang dinyanyikan kelompok nasyid Raihan asal Malaysia? Tiba-tiba saya teringat lagu ini saat memikirkan sahabat saya Reno (mamanya kak Najwa) yang baru beberapa hari ini pindah dari Batam ke Jakarta. Dalam bayangan saya tentu Reno harus bersosialisasi dengan tetangga dan lingkungan baru. Senjata ampuh agar diterima lingkungan baru menurut saya adalah: senyum. Dengan tersenyum kepada seseorang, kita menunjukkan bahwa kita senang bertemu dengan orang tersebut.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dalam suatu kesempatan pernah bersabda,”Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah”. (Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi). Anda tentu sependapat bahwa senyum termasuk ibadah yang paling mudah. &lt;br /&gt;Abdullah bin Al-Harist Radliyallahu’anhu menuturkan, yang artinya,”Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam “. (Riwayat At-Tirmidzi). &lt;br /&gt;Senyum selain bisa menjadikan kita enak dipandang (hayo enakan mana ngelihat orang tersenyum dibandingkan dengan melihat orang cemberut) juga bisa membuat kita awet muda karena banyak otot-otot yang digerakkan saat kita senyum, jadi gak perlu lagi senam wajah hehehe… &lt;br /&gt;Dengan tersenyum kita menyebarkan energi positif bagi orang-orang di sekitar kita. Senyum juga penyakit menular yang patut dilestarikan. Kenapa penyakit menular? Karena saat kita tersenyum orang lain akan tersenyum kepada kita. &lt;br /&gt;Senyum merupakan bentuk melengkung ke atas yang dapat meluruskan banyak hal. Bayangkan kalau kita mampu tersenyum kepada orang yang memusuhi kita. Mungkin kesalahpahaman yang terjadi bisa dihapuskan karena senyum kita. Mungkin orang tersebut akan berpikir ulang "kenapa orang ini tetap tersenyum padaku, padahal aku sudah memusuhinya". Lalu kekerasan hatinya sedikit berkurang sehingga kita bisa mencari penjelasan mengenai letak ketidaksepahaman yang terjadi. Dan, akhirnya permusuhan pun berakhir.&lt;br /&gt;Oya, mohon jangan senyum-senyum sendiri terlalu lama ya. Ntar Anda dikira…..&lt;br /&gt;Kak Najwa, nyanyi bareng mama Razan yuk. Razan lagi sibuk lihat film tentang pesawat terbang super canggih yang sedang dan akan dikembangkan, jadi biarkan aja dulu Razan asyik sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manis wajahmu kulihat di sana&lt;br /&gt;Apa rahsia yang tersirat&lt;br /&gt;Tapi zahirnya dapat kulihat&lt;br /&gt;Mesra wajahmu dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman... senyuman&lt;br /&gt;Senyum tanda mesra&lt;br /&gt;Senyum tanda sayang&lt;br /&gt;Senyumlah sedekah yang paling mudah&lt;br /&gt;Senyum di waktu susah&lt;br /&gt;Tanda ketabahan&lt;br /&gt;Senyuman itu tanda keimanan&lt;br /&gt;Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang gundah terasa senang&lt;br /&gt;Bila melihat senyum hatikan tenang&lt;br /&gt;Tapi senyumlah seikhlas hati&lt;br /&gt;Senyuman dari hati jatuh ke hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumlah senyumlah&lt;br /&gt;Senyumlah seperti Rasulullah&lt;br /&gt;Senyumnya bersinar dengan cahaya&lt;br /&gt;Senyumlah kita hanya kerana Allah&lt;br /&gt;Itulah senyuman bersedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlah&lt;br /&gt;Itulah sedekah yang paling mudah&lt;br /&gt;Tiada terasa terhutang budi&lt;br /&gt;Ikat persahabatan antara kita&lt;br /&gt;Tapi senyum jangan disalah guna&lt;br /&gt;Senyumlah senyumlah senyumlah senyumlah…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1286759654663486354?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1286759654663486354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/senyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1286759654663486354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1286759654663486354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/senyum.html' title='Senyum'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sa-crcesxRI/AAAAAAAAABQ/zbm9KJ9P8vQ/s72-c/P1010050.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-3276546388512997200</id><published>2009-03-05T14:55:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T14:56:56.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Memilih'/><title type='text'>Contreng Dua Kali, Sah!</title><content type='html'>Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 01/2009 tentang Pemilu telah ditetapkan. Menurut Perppu ini surat suara yang dicontreng sekaligus pada kolom partai dan kolom caleg dinyatakan sah. Dengan demikian, pasal 176 UU No. 10/2008 tentang Pemilu yang menyatakan: suara hanya dianggap sah apabila pemberian tanda satu kali pada kolom nama partai atau kolom nomor calon atau kolom nama calon anggota legislatif, dibatalkan.&lt;br /&gt;Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa suara pemilih akan dianggap tidak sah apabila pemilih keliru mencontreng. Misalnya mencontreng parpol A dan mencontreng caleg dari partai lain. Pemilih juga tidak diperkenankan mencontreng lebih dari satu caleg untuk tiap surat suara. &lt;br /&gt;Harap diingat, bahwa pada pemilu legislatif tanggal 9 April 2009 nanti, akan ada 4 (empat) surat suara. Tiga surat suara masing-masing untuk memilih calon anggota DPR-RI, DPRD propinsi dan DPRD kota/kabupaten. Pada surat suara ini, tidak akan ditemukan foto caleg. Hanya nama partai dan nama-nama caleg. Surat suara berikutnya untuk memilih anggota DPD. Calon anggota DPD ini berasal dari perseorangan/non-partai, dan dalam surat suara untuk DPD termuat foto-foto caleg. Maka silahkan Anda mencontreng pada gambar caleg tersebut.&lt;br /&gt;Apabila surat suara yang Anda terima rusak atau Anda keliru dalam memberikan suara, Anda dapat meminta surat suara pengganti kepada KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dan KPPS wajib memberikan surat suara (hanya 1 kali saja).&lt;br /&gt;Ingat..ingat…kenalilah calon pilihan Anda, mencontrenglah dengan mempertimbangkan saran dari hati nurani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-3276546388512997200?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/3276546388512997200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/contreng-dua-kali-sah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3276546388512997200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3276546388512997200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/03/contreng-dua-kali-sah.html' title='Contreng Dua Kali, Sah!'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-2819279532942673834</id><published>2009-02-27T14:17:00.005+07:00</published><updated>2009-03-05T19:11:31.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Tempora Mutantur Et Nos Mutamur In Illis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/San3-MM2yoI/AAAAAAAAAA4/VKECKF0kFqY/s1600-h/friends.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/San3-MM2yoI/AAAAAAAAAA4/VKECKF0kFqY/s200/friends.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308046283631938178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira bulan Desember tahun 2008 saya tergerak untuk ikutan friendster, mencari tahu kabar teman-teman yang sudah lama tidak bersua, eh ketemu foto agak jadul ini di 'rumahnya' Nila. Lalu tepat pada tanggal 14 Januari 2009 saya signed up di facebook. Makin banyak yang saya ketahui tentang keadaan rekan-rekan yang lain. Dan judul tulisan ini cukup mewakili perasaan saya mengetahui sekelumit perjalanan hidup teman-teman saya, baik sahabat zaman SMA maupun rekan-rekan semasa kuliah. Menyadari hal-hal kecil yang mungkin berubah seiring waktu dalam hal keterikatan emosi saya dengan mereka setelah sekian waktu berlalu. Mengapresiasi senyuman mereka yang tetap membuka tangannya untuk saya, menghilangkan prasangka yang berkelebat tanpa permisi, dan coba memaklumi harapan yang tidak terwujud.&lt;br /&gt;Tempora mutantur et nos mutamur in illis. Waktu berubah dan kita pun berubah seiring dengannya (kutipan dari drama karya Edward Forsett, Pedantius). Perubahan yang paling mudah dilihat tentu adalah status mereka. Banyak rekan-rekan saya yang sudah berkeluarga dan memiliki putera atau puteri, sehingga kini sudah ada yang memanggil "Mama" atau "Papa". Perubahan selanjutnya adalah keberadaan masing-masing. Tersebar di seluruh Nusantara karena alasan pekerjaan dan keluarga, maupun berada di luar Indonesia untuk melanjutkan kuliah. Perubahan mengenai sikap dan pemikiran agak sulit saya telusuri karena butuh moment dan komunikasi yang intens. I don’t have enough information to say secara rinci apa yang berubah pada diri sahabat-sahabat saya dari segi non-fisik.&lt;br /&gt;Kalau tidak salah, Pak T. Hani Handoko (dosen FEB UGM) pernah mengucapkan ini dalam salah satu kuliahnya (narasinya memakai bahasa saya): selalu perbaharui persepsi kita terhadap orang di sekitar kita, karena seiring waktu orang bisa berubah. Kumpulkan informasi terbaru mengenai seseorang, compare dengan stored information yang ada di otak kita mengenai orang tersebut, baru kita bisa menilai seseorang. Never.. never…ever… menilai orang hanya berdasarkan informasi lama yang kita punya. Dalam hal mengolah informasi ini pun harus diperhatikan bahwa kita bisa melihat informasi yang ada secara berbeda. Misalnya, dalam buku pegangan kami dulu, mahasiswa diminta melihat suatu gambar, kemudian diminta menafsirkan gambar tersebut merupakan gambar wanita muda atau gambar nenek-nenek. Apakah para mahasiswa sepakat bahwa gambar tersebut hanya menunjukkan seorang wanita muda saja? Ataukah seorang yang telah lanjut usia saja? Ya, tentu Anda dapat menebak, jawaban para mahasiswa memang terbagi pada kedua pilihan jawaban tersebut. Demikianlah pada kenyataannya, akan ada banyak pendapat mengenai suatu potret kehidupan, sebanyak orang yang diminta memberikan opini terhadap potret tersebut.&lt;br /&gt;Cara pandang kita, bahkan kecenderungan sikap kita dapat mempengaruhi penilaian kita atau dengan kata lain kita bisa jadi sangat subjektif menilai sesuatu. Manusia memang punya kecenderungan lebih mudah mempercayai apa yang ingin dipercayainya. Sebagai contoh jika Anda tidak menyukai seseorang, kemudian ada orang lain yang menyampaikan pada Anda bahwa orang yang tidak Anda sukai itu berbuat baik. Apakah dengan mudah Anda mempercayainya? Mungkin kalimat pertama yang meluncur dari bibir Anda adalah “Kok tumben”, atau “Ah, yang bener?”, atau “Infonya salah kali” hehehe…. Kalau informasi yang sampai ke telinga Anda mengenai perbuatan buruk orang yang tidak Anda sukai, mungkin Anda akan langsung berujar “Emang seperti itu dia”, mungkin juga Anda akan berkata “Nah, bener kan penilaian gue tentang dia selama ini”. Ya..ya..ya… apapun kondisinya, pada akhirnya saya ajak Anda untuk menyepakati hal berikut: pandanglah sesuatu secara objektif dengan kacamata yang positif.&lt;br /&gt;Detik demi detik berlalu, menit menggenapkan diri menjadi hitungan jam. Hari berjalan menjadi bulan, bahkan sekarang berbilang tahun dari masa-masa kebersamaan saya bersama teman-teman saya tersebut. Garis kehidupan saya pernah bersinggungan dengan Rahma “Reni” Julaikha, Reny “Reno” Novita, Mbak Septiana “Nana” Ambarwati, Diana Aryani, Nila Krisna, Daim Syukriah, Fitri "Fathia" Asih, M. Said “Aunk” Fathurrahman, Novan Restu “Momon” Pramono, Agung "Prast" Prasetyo“Yono” Sriyono, Epsi Euriga bahkan seorang “Danang” Dananta Adi Nugroho yang ternyata mengetahui keberadaan saya di kampus.&lt;br /&gt;Semua babak kehidupan yang pernah kami pentaskan bersama, melintas di benak saya bagai parade film. Banyak kesalahan yang saya lakukan kepada teman-teman saya. Permohonan ampun saya kepada Allah atas kesalahan saya pada teman-teman memang tak lengkap jika saya tidak meminta maaf kepada mereka. Jika kalian, sahabat-sahabat membaca tulisan ini, mohon maafkanlah segala perbuatan saya yang menyakiti hati kalian. Diriku hanyalah manusia bodoh yang seringkali tak cakap dalam berfikir dan bertindak.&lt;br /&gt;Tempora mutantur et nos mutamur in illis, waktu berubah dan kita pun berubah seiring dengannya. Semoga perubahan pada diri kita selalu menuju ke arah yang lebih baik, hari ke hari. Sebagaimana keinginan waktu sendiri agar kita selalu memanfaatkan kehadirannya seperti isi hadits qudsi berikut: "Pada setiap fajar ada dua malaikat yang berseru-seru: "Wahai anak Adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu. Oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya. Karena aku tidak kembali lagi sehingga hari pengadilan". (H.R.Tarmidzi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-2819279532942673834?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/2819279532942673834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/tempora-mutantur-et-nos-mutamur-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2819279532942673834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2819279532942673834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/tempora-mutantur-et-nos-mutamur-in.html' title='Tempora Mutantur Et Nos Mutamur In Illis'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/San3-MM2yoI/AAAAAAAAAA4/VKECKF0kFqY/s72-c/friends.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-6569573485997629566</id><published>2009-02-27T08:13:00.005+07:00</published><updated>2009-02-27T10:12:29.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal Cerita'/><title type='text'>Biarkan Aku Sendiri</title><content type='html'>“Malam ini cerah..,”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, secerah hatiku yang bahagia bisa memandangmu di bawah cahaya sang penerang malam. Tidak tahukah kamu rasa yang membuncah didadaku? Rasa itu ingin menyeruak dan berteriak pada dunia: inilah pria yang kucintai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmmm…. Telah lama ingin kuutarakan bahwa aku ingin menawarkan kembali hatiku padamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi sebelah kakimu masih berada pada perahu yang lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bersedia keluar dari perahu itu lalu berenang untuk menggapai perahu di mana dirimu berada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan kau lakukan itu, perahu yang kau tinggalkan bisa karam. Pun tak ada lagi tempat yang bisa kuberikan padamu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa tidak tersisa cinta untukku?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang jadi pertanyaan justru masihkah ada cinta bagi orang lain selain cintaku padamu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lantas, kenapa kau tidak bersedia menerimaku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hatiku terluka dalam karena penghianatanmu, bernanah dan menggerogoti kewarasanku. Air mata menjadi sahabatku. Tubuhku pun melayu. Mimpi-mimpi tentangmu menjadi pelipur laraku. Cukup sudah, aku tak ingin lagi kecewa. Aku telah lama membunuh angan-anganku bersamamu, tepat saat kau berjalan bersama kekasihmu di hadapanku hanya berselang beberapa waktu semenjak kita berpisah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi itu bukan penghianatan. Kita sudah sepakat untuk tidak bersama lagi waktu itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu keputusanmu, bukan keinginanku. Kau minta kita menempuh jalan masing-masing. Keinginanmu menjadi kewajiban bagiku untuk mewujudkannya. Kau memang tidak menghianati hubungan kita, tapi kau menyelingkuhi cintaku padamu. Aku membenci perselingkuhan, sangat membencinya, sekecil apapun. Apakah kau tidak tahu perselingkuhan telah memenjarakan banyak perempuan dalam nestapa. Aku bersusah payah keluar dari penjara itu. Apa jaminan yang dapat kau berikan untuk meyakinkanku bahwa aku tidak akan menjadi penghuni penjara itu lagi”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mencintaimu…”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andai kau mengatakannya bertahun-tahun lalu. Saat aku masih menantimu membalikkan badan di ujung jalan itu. Saat mawar-mawar dari kebunku yang khusus kurangkai demi menyambutmu belum mengering dan mati. Saat aku masih mengharapkan senyummu di persuaan kita. Saat aku selalu mencari bayangmu sekedar untuk mengobati rinduku. Saat aku merangkai malam-malam yang kulalui dengan harapan semoga esoknya kau datang lagi padaku dan memintaku kembali padamu. Saat aku belum bersumpah bahwa aku tidak akan menyakiti orang yang mencintaiku setelahmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kau membenciku?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah berharap bisa membencimu. Kupikir dengan membencimu lebih mudah bagiku untuk tidak memperdulikan keberadaanmu. Semakin kuingin membencimu, semakin air mataku tumpah menghapuskan keinginan itu. Seberapapun tipisnya pembatas benci dan rindu yang dikatakan orang, tak sanggup aku memutus pembatas itu dengan pedang kekecewaanku terhadapmu. Aku terlalu mencintaimu sampai tak sanggup membencimu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang menjadi keinginanmu sekarang?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin berjalan dengan kepala tegak sebagai orang yang memegang sumpah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa kau mencintainya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia mencintaiku. Sangat. Itu sudah cukup bagiku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan perasaanmu padaku?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarkan aku menikmatinya dalam kesunyian. Meresapinya dan merasakannya mengalir dalam setiap pembuluh darahku”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-6569573485997629566?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/6569573485997629566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/biarkan-aku-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6569573485997629566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6569573485997629566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/biarkan-aku-sendiri.html' title='Biarkan Aku Sendiri'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-3148682769350434745</id><published>2009-02-26T13:00:00.001+07:00</published><updated>2009-02-26T14:21:13.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Ad Hoc dan Ad Interim</title><content type='html'>Sudah 2 hari ini saya sms-an dengan sesama CPNS Sekretariat KPU yang sedang menunggu pengumuman penempatan. Pembahasan sedikit keluar jalur, yang entah karena apa, rekan saya ini kekeuh bahwa ada kemungkinan KPU dibubarkan sebab payung hukum keberadaan KPU tidak kuat (????) dan menurutnya banyak orang yang ingin KPU dibubarkan. Padahal saya sudah membongkar file-file saya dan menginformasikannya tentang Amandemen Ketiga UUD 1945 dan UU Pemilu mengenai keberadaan KPU. Bicara kemungkinan, segala hal di dunia ini pasti memiliki dua sisi, ya atau tidak, ada atau tidak, ya semua mungkin-mungkin aja terjadi. Misalnya yang pernah terjadi di Republik ini: Depsos dibentuk, dibubarkan, akhirnya dibentuk lagi. Do not to worry about a thing yang kita sendiri gak tahu bakal terjadi atau gak, atau kapan terjadinya (harus baca La Tahzan lagi nih sepertinya to remind me supaya tidak menghabiskan waktu mengkhawatirkan masa depan too much). Kalau pun itu terjadi, ya kita lihat dulu kondisinya seperti apa, baru bisa take action. Ah, sudahlah... saya takut jadinya ntar ngomongin orang seperti halnya saya takut diskusi kami kemarin hanya sebagai debat kusir. Na'udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu hal yang ditulis rekan saya ini mengenai KPK yang dikatakannya ad hoc dan kemungkinan dibubarkan secara hukum apalagi banyak pihak yang ingin membubarkannya. Ingin menyamakan persepsi mengenai pengertian ad hoc saya pun browsing ke www.hukumonline.com. Mungkin kutipan dari situs tersebut bisa mengingatkan kita kembali mengenai pengertian ad hoc, dan perbedaannya dengan ad interim. Berikut ini petikan yang saya peroleh:&lt;br /&gt;".......Sebagian politisi menganggap KPK gagal mencapai target, jadi tidak layak meneruskan perannya karena tidak beda dengan penegak hukum lain- polisi dan jaksa, dalam berkinerja. Sebagian politisi lainnya keukeuh meyatakan KPK adalah institusi yang sifatnya ad hoc yang diartikan sebagai bersifat sementara. &lt;br /&gt;Memang istilah ad hoc sangat sering disalahartikan oleh banyak orang sebagai suatu yang bersifat sementara. Padahal arti ad hoc bukankah sementara, tetapi “untuk tujuan yang tertentu.” Yang dimaksud dengan “sementara”, maka istilahnya dalam bahasa Latin adalah ad interim. Jika kita buka Black’s Law Dictionary, ad hoc artinya: “formed for a particular purpose” (Latin). Sedang ad interim artinya: “in the meantime, temporarily” (Latin).  Jadi, memang banyak politisi salah kaprah. &lt;br /&gt;Yang pasti, KPK bukan lembaga yang dibentuk untuk sementara (ad interim), dan yang benar KPK sesuai dengan semangat penciptaannya memang dibentuk untuk tujuan khusus tertentu (ad hoc dalam pengertian yang benar). Siapa perduli dengan istilah-istilah yang digunakan...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga bermanfaat....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-3148682769350434745?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/3148682769350434745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/ad-hoc-dan-ad-interim.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3148682769350434745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3148682769350434745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/ad-hoc-dan-ad-interim.html' title='Ad Hoc dan Ad Interim'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1287047051213118648</id><published>2009-02-25T21:09:00.001+07:00</published><updated>2009-02-25T21:30:38.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Lemah lembut dan menahan amarah</title><content type='html'>Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada&lt;br /&gt;diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu&lt;br /&gt;kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi&lt;br /&gt;masalah hidupnya dega kemarahan dan emosional, akan&lt;br /&gt;tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya&lt;br /&gt;menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah&lt;br /&gt;ta'ala dan Rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut&lt;br /&gt;menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya,&lt;br /&gt;niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi&lt;br /&gt;dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi&lt;br /&gt;Allah ta'ala dan makhluk-makhluknya.&lt;br /&gt;Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah&lt;br /&gt;akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus&lt;br /&gt;merugikan orang lain dan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini&lt;br /&gt;dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan&lt;br /&gt;mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum&lt;br /&gt;bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah&lt;br /&gt;terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak&lt;br /&gt;membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal&lt;br /&gt;untuk menyelesaikan problemanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian agungnya akhlak ini sehingga Rasullah memuji&lt;br /&gt;sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang&lt;br /&gt;dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan&lt;br /&gt;ketenangan (tidak tergesa-gesa)" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak mulia ini terjadang diabaikan oleh manusia&lt;br /&gt;ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga&lt;br /&gt;tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah&lt;br /&gt;yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda&lt;br /&gt;kepada seorang sahabat yang meminta nasehat :&lt;br /&gt;"Janganlah kamu marah". Dan beliau mengulanginya&lt;br /&gt;berkali-kali dengan bersabda : "Janganlah kamu marah"&lt;br /&gt;(HR. Bukhari). Dari hadits ini diambil faedah bahwa&lt;br /&gt;marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan&lt;br /&gt;kesalahan dan kejahatan, sehingga Rasulullah&lt;br /&gt;mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah.&lt;br /&gt;Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak.&lt;br /&gt;Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan&lt;br /&gt;oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap&lt;br /&gt;melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca,&lt;br /&gt;dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak&lt;br /&gt;terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dati&lt;br /&gt;kelemahlembutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu&lt;br /&gt;'alahi wa sallam bersabda : "Bukanlah dikatakan&lt;br /&gt;seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi&lt;br /&gt;orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah"&lt;br /&gt;(Muttafaqqun'alahi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan&lt;br /&gt;penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang&lt;br /&gt;hamba, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki&lt;br /&gt;hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan&lt;br /&gt;sifat-sifat jelek dan hina dari diri manusia. Allah&lt;br /&gt;ta'ala berfirman : "Berdoalah kalian kepadaku&lt;br /&gt;niscaya akan aku kabulkan"(Ghafir: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca&lt;br /&gt;Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena&lt;br /&gt;Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenang&lt;br /&gt;dan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi&lt;br /&gt;tenteram"( Ar-Ra'd : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan&lt;br /&gt;marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan&lt;br /&gt;amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu alaihi&lt;br /&gt;wasallam : "Barangsiapa yang menahan amarahnya&lt;br /&gt;sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di&lt;br /&gt;hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para&lt;br /&gt;makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari&lt;br /&gt;bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba&lt;br /&gt;tersebut sesuai dengan kemaunnya "(HR. Tirmidzi, Ibnu&lt;br /&gt;Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah&lt;br /&gt;dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan&lt;br /&gt;jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring,&lt;br /&gt;sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa&lt;br /&gt;sallam :&lt;br /&gt;"Apabila salah seorang diantara kalian marah&lt;br /&gt;sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia&lt;br /&gt;duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup&lt;br /&gt;dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia&lt;br /&gt;berbaring".(Al-Misykat 5114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berlindung dari setan dan menghindar dari&lt;br /&gt;sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya.&lt;br /&gt;Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang&lt;br /&gt;tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim&lt;br /&gt;jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang,&lt;br /&gt;karena tidaklah kelemahlembutan berada pada suatu&lt;br /&gt;perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya&lt;br /&gt;bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan&lt;br /&gt;niscaya akan menjelekkannya. Rasulullah shalallahu&lt;br /&gt;alaihi wa sallam bersabda : "Tidaklah kelemahlembutan&lt;br /&gt;itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah,&lt;br /&gt;dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan&lt;br /&gt;menjadikannya jelek"(HR. Muslim).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&lt;Nasehat untuk diriku&gt;&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.mail-archive.com/daarut-tauhiid@yahoogroups.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1287047051213118648?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1287047051213118648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/lemah-lembut-dan-menahan-amarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1287047051213118648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1287047051213118648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/lemah-lembut-dan-menahan-amarah.html' title='Lemah lembut dan menahan amarah'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-2445371011086273461</id><published>2009-02-25T10:40:00.000+07:00</published><updated>2009-02-25T10:42:19.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Bersedekahlah, Wahai Para Wanita…!</title><content type='html'>Pernahkah Anda berdagang mendapat keuntungan sepuluh kali lipat? Alangkah bodohnya kita jika menolak mendapat keuntungan tujuh ratus kali lipat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keshahihan transaksi itu Rasulullah saw. sendiri yang menjamin. “Barangsiapa yang menafkahkan hartanya untuk membantu peperangan di jalan Allah, maka akan dilipatgandakan pahalanya menjadi tujuh ratus,” begitu kata Rasulullah saw. (Tirmidzi, hadits nomor 1625)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tak datang kepada Rasulullah saw. seorang lelaki dengan membawa seekor untanya, seperti yang diceritakan Abu Mas’ud Al-Anshari r.a. Ia berkata, “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. dengan menuntun seekor unta yang dilubangi hidungnya. Kemudian ia berkata, ‘Unta ini saya pergunakan untuk berperang di jalan Allah, wahai Rasulullah.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Kamu akan mendapatkan tujuh ratus unta semisal itu pada hari kiamat, semua dilubangi hidungnya.’” (Muslim, hadits nomor 3508)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ini kabar gembira dari Rasulullah saw. Apa yang kita sedekahkan di jalan Allah, kita akan mendapat gantinya hal serupa tujuh ratus kali lipat. Jika kita wakafkan satu rumah untuk majelis taklim, Allah swt. akan mengembalikan 700 rumah kepada kita. Jika kita wakafkan sebuah mobil Kijang Inova, Allah swt. akan membalas dengan 700 mobil Kijang Inova semisal yang kita wakafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menunbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai seratus butir. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah janji Allah kepada orang yang berinfak dengan niat yang ikhlas karena Allah swt. semata. Dan infaknya pun disalurkan kepada tempat yang benar, kepada orang-orang yang berhak. Rasulullah saw. mengajarkan perihal ini kepada para sahabatnya. Bahkan, kepada Bilal yang termasuk kalangan sahabat yang fakir secara finansial. “Wahai Bilal, berinfaklah! Jangan takut kekurangan dari Dzat yang mempunyai langit,” demikian sabda Rasulullah saw. (Shahih Al-Jami, hadits nomor 1612)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Bilal yang miskin saja Rasulullah saw. menganjurkan berinfak, bagaimana dengan sahabat yang berpunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran berinfak bukan saja kepada kaum lelaki. Rasulullah saw. bahkan berwasiat khusus kepada kaum wanita. Saat bertemu dengan Asma’, Rasulullah saw. berkata, “Berinfaklah dan janganlah kamu menghitung-hitung hartamu, karena Allah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya untukmu. Dan janganlah engkau bakhil dengan hartamu, karena Allah juga akan bakhil kepadamu.” (Bukhari, hadits nomor 2420)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, saat usai shalat Idul Adha di sebuah tanah lapang, Rasulullah saw. berseru, “Wahai manusia, bersedekahlah kalian!” Kemudian beliau menuju ke tempat para wanita dan bersabda, “Wahai para wanita, bersedekahlah kalian semua, karena aku telah melihat banyak penghuni neraka adalah dari golongan kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, “Ya Rasulullah, mengapa hal itu bisa terjadi?” Rasulullah saw. menjawab, “Karena kalian sering melaknat dan mengingkari pemberian suami. Aku tidak pernah melihat golongan yang lemah akal dan agamanya, namun dapat menghilangkan kejernihan akal seorang lelaki yang teguh selain dari kalian, wahai para wanita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar anjuran itu, para wanita itu segera melepas anting-anting dan cincin mereka. Para shahabiyah itu bersegera menunaikan anjuran Rasulullah saw. Bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw. pergi. Sesampai di rumah, datanglah Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud. Ia meminta izin untuk bertemu. Salah seorang istri beliau pun berkata, “Wahai Rasulullah, ini ada Zainab.” Kemudian Rasulullah saw. bertanya, “Zainab siapa?” “Zainab istri Abdullah bin Mas’ud,” jawab istri beliau. Rasulullah saw. berkata, “Izinkan ia masuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuk, Zainab berkata, “Wahai Nabi Allah, hari ini Engkau telah menyuruh kami untuk bersedekah, dan aku mempunyai perhiasan yang ingin aku sedekahkan, namun Ibnu Mas’ud beranggapan bahwa ia dan anak-anaknya yang lebih berhak menerima sedekahku.” Rasulullah saw. bersabda, “Ibnu Mas’ud benar. Suamimu dan anak-anakmu adalah orang-orang yang paling berhak menerima sedekahmu.” (Tirmidzi, hadits nomor 664)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah para wanita di zaman Rasululllah saw. Mereka selalu bersegera jika melihat peluang untuk beramal dan berbuat kebajikan. Tidak berpikir dua kali. Sungguh beda dengan kita. Meski setiap hari melihat korban bencana di televisi dan membaca berita bayi-bayi menderita busung lapar di koran, semua itu tidak menggerakkan tangan kita untuk mengulurkan bantuan. Masih asyik dengan hobi kita bershopping ria ke mall-mall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.dakwatuna.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-2445371011086273461?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/2445371011086273461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/bersedekahlah-wahai-para-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2445371011086273461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2445371011086273461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/bersedekahlah-wahai-para-wanita.html' title='Bersedekahlah, Wahai Para Wanita…!'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-5050880909784353978</id><published>2009-02-22T06:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-22T11:25:37.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Kisah Tsabit bin Ibrahim</title><content type='html'>Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya. Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, "Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya". Orang itu menjawab, "Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya". Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, "Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini." Pengurus kebun itu memberitahukan, "Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam". Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu, "Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : "Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata," Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?" Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, "Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat." Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, "Apa syarat itu tuan ?" Orang itu menjawab, "Engkau harus mengawini putriku !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, "Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?" Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, "Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, "Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, "Aku akan menerima pinangannya dan perkawinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul 'alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta'ala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam ,"Assalamu'alaikum..." Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya . Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula", Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk di samping istrinya , dia bertanya, "Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta . Mengapa ?" Wanita itu kemudian berkata, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit bertanya lagi, "Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?"&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan ?" &lt;br /&gt;Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, "aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta'ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta'ala". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang memelihara dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, "Ketika kulihat wajahnya... Subhanallah , dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap". Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu'man bin Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.geocities.com/qasasulislam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-5050880909784353978?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/5050880909784353978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kisah-tsabit-bin-ibrahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5050880909784353978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5050880909784353978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kisah-tsabit-bin-ibrahim.html' title='Kisah Tsabit bin Ibrahim'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-2145849996930831396</id><published>2009-02-21T21:44:00.000+07:00</published><updated>2009-02-22T06:21:02.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Recipes'/><title type='text'>Soto Medan</title><content type='html'>Bahan:&lt;br /&gt;1 ekor ayam, belah dua atau empat bagian&lt;br /&gt;1000 ml santan encer&lt;br /&gt;250 ml santan kental&lt;br /&gt;3 sdm minyak sayur untuk menumis&lt;br /&gt;minyak agak banyak untuk menggoreng ayam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu, haluskan:&lt;br /&gt;7 siung bawang merah&lt;br /&gt;3 siung bawang putih&lt;br /&gt;3 sdm ketumbar utuh, sangrai&lt;br /&gt;1 sdt jintan utuh, sangrai&lt;br /&gt;1 sdt merica utuh&lt;br /&gt;1 sdt jahe cincang&lt;br /&gt;1 sdt kunyit cincang&lt;br /&gt;garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu lainnya:&lt;br /&gt;3 btg serai, memarkan bagian putihnya&lt;br /&gt;5 lbr daun jeruk&lt;br /&gt;2 lbr daun salam&lt;br /&gt;1 ptg lengkuas ukuran 2cm, memarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelengkap:&lt;br /&gt;5 btr telur rebus, belah&lt;br /&gt;4 bh tomat merah ukuran sedang, belah&lt;br /&gt;350g kentang rebus, potong bulat&lt;br /&gt;bawang goreng untuk taburan secukupnya&lt;br /&gt;emping&lt;br /&gt;sambal soto&lt;br /&gt;irisan jeruk nipis&lt;br /&gt;kecap manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, daun salam dan lengkuas sampai harum, masukan ayam, masak hingga berubah warnanya.&lt;br /&gt;Tuangi santan cair, masak dengan api sedang hingga ayam lunak, angkat.&lt;br /&gt;Lumuri potongan ayam dengan garam secukupnya, goreng hingga kecoklatan, angkat, cabik-cabik dan sisihkan.&lt;br /&gt;Masukan santan kental ke dalam bekas rebusan ayam, didihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian:&lt;br /&gt;Dalam mangkuk atur daging ayam, kentang, tomat dan telur.&lt;br /&gt;Tuangi kuah panas.&lt;br /&gt;Santap hangat dengan nasi atau lontong dan pelengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.bankresep.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-2145849996930831396?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/2145849996930831396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/soto-medan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2145849996930831396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/2145849996930831396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/soto-medan.html' title='Soto Medan'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-7209403163044023665</id><published>2009-02-21T21:38:00.000+07:00</published><updated>2009-02-21T21:42:25.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Recipes'/><title type='text'>Variasi Roti Unyil</title><content type='html'>Resep Dasar Roti Unyil&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;375 gr tepung terigu protein tinggi/hard wheat&lt;br /&gt;100 gr tepung terigu protein sedang&lt;br /&gt;130 gr gula pasir&lt;br /&gt;3 kuning telur&lt;br /&gt;100 gr mentega&lt;br /&gt;275 ml air es&lt;br /&gt;30 gr susu bubuk&lt;br /&gt;11 gr ragi instan&lt;br /&gt;1 sdt bread improver/pengempuk roti&lt;br /&gt;1 sdt garam halus&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;1. Campur semua bahan kering, aduk rata. Masukan kuning telur dan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis. Tambah kan mentega uli lagi sampai terbentuk adonan yang licin dan lembut.&lt;br /&gt;2. Diamkan adonan selama 45 menit atau sampai mengembang dua kali lipat. Kempeskan adonan dan potong-timbang sesuai kebutuhan resep.&lt;br /&gt;3. Fermentasikan kembali selama 30 menit. Kempeskan lagi dan adonan siap dibentuk sesuai jenis kue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unyil Gulung Isi Daging Asap&lt;br /&gt;Untuk 70 buah&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;1 resep adonan dasar&lt;br /&gt;300 gr daging asap&lt;br /&gt;Bahan olesan (lihat resep Kincir Keju)&lt;br /&gt;1 sdm biji poppy&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;1. Timbang adonan seberat 15 gr, bentuk menjadi bulatan-bulatan. Tipiskan dan isi tengahnya dengan daging asap. Pulung atau gulung ke salah satu arah sehingga tercipta bentuk seperti pisang molen.&lt;br /&gt;2. Atur di atas loyang yang telah diolesi dengan margarin. Oles permukaan kue dengan bahan olesan dan taburi biji phoppy sebagai hiasan. Diamkan selama 10 menit. Panggang di dalam oven selama 10 menit atau sampai kue berwarna kuning kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roti Puntir Isi Sosis&lt;br /&gt;Un tuk 70 buah&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;1 resep adonan roti unyil&lt;br /&gt;Bahan olesan (lihat resep Kincir Keju)&lt;br /&gt;300 gr sosis sapi ukuran kecil, belah dua&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;1. Potong dan timbang adonan dasar masing-masing seberat 15 gr. Pulung seperti bentuk pensil.&lt;br /&gt;2. Ambil sosis yang telah di potong-potong dan lilit dengan adonan roti. Lakukan sampai adonan habis.&lt;br /&gt;3. Kembangkan lagi adonan selama 15 menit di dalam loyang yang beroles mentega. Oven kue pada suhu 180 derajat celcius selama 10 menit sampai matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan hidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.budiboga.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-7209403163044023665?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/7209403163044023665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/variasi-roti-unyil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7209403163044023665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7209403163044023665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/variasi-roti-unyil.html' title='Variasi Roti Unyil'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-8707888685437573446</id><published>2009-02-21T21:35:00.000+07:00</published><updated>2009-02-21T21:38:35.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Recipes'/><title type='text'>Udang Goreng Saus Mentega</title><content type='html'>Disajikan Untuk : 4 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-Bahan : 500  gram udang ukuran besar&lt;br /&gt;50  gram margarin&lt;br /&gt;7  sendok makan kecap asin&lt;br /&gt;7  sendok makan kecap inggris&lt;br /&gt;2  sendok makan kecap manis&lt;br /&gt;1/2  sendok teh lada halus&lt;br /&gt;2  siung bawang putih dimemarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengolah :   &lt;br /&gt;1. Buang ujung kepala udang yang runcing dan bersungut.&lt;br /&gt;2. Toreh punggungnya dengan pisau, keluarkan kotorannya yang berwarna kehitaman.&lt;br /&gt;3. Goreng hingga matang dengan api yang besar, Angkat dan sisihkan.&lt;br /&gt;4. Tumis bawang putih dengan margarin.&lt;br /&gt;5. Masukkan kecap asin, kecap manis dan kecap inggris. &lt;br /&gt;6. Bubuhkan ada halus.&lt;br /&gt;7. Setelah mendidih, masukkan udang goreng. &lt;br /&gt;8. Aduk-aduk sebentar di atas api agar bumbu menyerap. Angkat.&lt;br /&gt;9. Hidangkan selagi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.resepkita.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-8707888685437573446?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/8707888685437573446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/udang-goreng-saus-mentega.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8707888685437573446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8707888685437573446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/udang-goreng-saus-mentega.html' title='Udang Goreng Saus Mentega'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-4192916776454129830</id><published>2009-02-17T12:54:00.003+07:00</published><updated>2009-03-01T10:01:22.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita'/><title type='text'>Bila si Kecil Kidal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/San6d8U2l1I/AAAAAAAAABA/Cx15H5H1E6I/s1600-h/P1010041.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/San6d8U2l1I/AAAAAAAAABA/Cx15H5H1E6I/s200/P1010041.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308049028149581650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika Razan mulai bisa memegang barang-barang, misalnya mainannya, saya tidak sadar dia lebih banyak menggunakan tangan kirinya daripada tangan kanannya. Bapak saya, atau Mbah Tung (begitu Razan memanggil bapak saya) yang menyadari hal tersebut. Semakin besar, semakin jelas bahwa Razan : kidal. Pupi-nya (ibu saya, Razan dulu tidak bisa mengucapkan Mbah Putri, jadi sampai ia seusia sekarang, Razan sudah terbiasa memanggil ibu saya dengan sebutan "pupi") menyarankan saya membiasakannya menulis dengan tangan kanan.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman teman saya, Rama, saran ibu saya memang dapat dilaksanakan. Rama kidal tapi jika menulis di sekolah dia menggunakan tangan kanan (hal tersebut dilakukannya untuk "berdamai" dengan lingkungan sekitarnya yang mempunyai stigma menggunakan tangan kiri itu tidak sopan).&lt;br /&gt;Tapi saya pikir kenapa harus membuat anak merasa tidak nyaman. Toh, tidak ada ruginya menulis dengan tangan kiri. Memang lebih bagus kalau Razan mampu menggunakan kedua tangannya untuk menulis atau aktivitas lainnya yang menggunakan tangan. Tapi kalau dia kesulitan menulis dengan tangan kanan seperti halnya orang pada umumnya kesulitan menulis dengan tangan kiri, untuk apa dipaksakan? Asal dia masih menggunakan tangan kanannya untuk makan, I don't think it's a problem to use his left hand at most.&lt;br /&gt;Akhirnya, saya pun mencari informasi mengenai faktor-faktor yang terkait dengan 'perkidalan' ini. Salah satu keterangan saya peroleh dari www.tabloidnova.com. Berikut ini pembahasannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, anak bertangan kidal akibat faktor keturunan dari orangtua atau keluarganya. Benarkah demikian? Yuk,cari tahu penyebab sesungguhnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda memperhatikan secara seksama gerakan anak-anak ketika melakukan berbagai hal? Si Kecil memegang banyak benda, memasukkannya ke dalam mulut, melemparnya, atau membawanya ke mana pun mereka pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat melakukan hal ini, anak terkadang menggunakan tangan kanan, kadang juga tangan kiri, atau dengan kedua tangannya secara bersamaan. Sampai pada usia tertentu, seorang anak dapat menggunakan kedua tangannya, dan bagi anak-anak, tak ada bedanya menggunakan tangan kiri ataupun kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana jika anak lebih suka menggunakan satu tangan? Bagaimana pula jika tangan lebih anak sukai adalah tangan kiri? Hmm, orangtua seringkali merasa terganggu jika anak-anaknya kidal, karena mayoritas orang menggunakan tangan kanan, dan hal ini berhubungan pula dengan faktor kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tak dapat menggunakan kedua tangan secara bersamaan dan lebih memilih tangan kanan, walaupun menggunakan tangan kiri lebih nyaman bagi sebagian besar orang? Agak sulit menentukan seorang anak, apakah ia bertangan kidal atau tidak jika masih teramat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kecenderungan bertangan kidal baru tampak jelas pada anak-anak ketika mencapai usia sekolah. Pada anak usia 0 sampai 3 tahun, jumlah pemakai tangan kanan akan meningkat dari 50 sampai 85 persen, dan pada usia 7 tahun mencapai 95 persen. Sisanya termasuk bertangan kidal sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Kidal&lt;br /&gt;Alasan yang memungkinkan seseorang menjadi kidal adalah kecendrungan genetik (ada keluarganya yang kidal), dan trauma otak yang terjadi selama tindakan pengiriman sinyal (kidal patologis). Dan tidak ada orang kidal yang sempurna di antara anak-anak yang sehat tanpa patologi otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan untuk menulis tidak dapat dikatakan sebagai tangan yang lebih dominan. Misalnya banyak orang yang menulis, makan, dan menyisir rambut dengan salah satu tangan, dan memegang sikat gigi dan raket tenis dengan tangan yang satunya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui sikap ini Anda dapat melihat evaluasi pilihan yang menunjukkan frekuensi penggunaan salah satu tangan dengan tangan yang satunya lagi. Ini merupakan ciri yang bervariasi: dari tangan kanan, melalui kedua tangan, dan ke tangan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menganalisa alasan mengapa seseorang kidal, tidak mungkin tanpa memperhatikan ketidaksimetrisan otak kiri dan kanannya. Otak kiri dan kanan berfungsi secara berbeda. Otak kiri lebih dominan pada sebagian besar orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, bagian kanan tubuh lebih sempurna dan lebih disesuaikan. Mereka yang kidal memiliki otak kanan yang lebih dominan daripada otak kiri, dan konsekuensinya mereka lebih baik dan nyaman dalam menggunakan tangan kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sungguh dipertimbangkan sebelum verbalisasi dihubungkan dengan otak bagian kiri, dan fungsi penglihatan dengan tubuh sebelah kanan. Namun, investigasi mutakhir membuktikan, kedua bagian otak mengendalikan ucapan dan persepsi ruang. Proses psikologis juga terbentuk pada dua bagian otak sebagai satu organ. Namun, terlepas dari semua itu, orang memiliki asimetris fungsionil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai kidal, tak mungkin rasanya bila tidak menyinggung pertanyaan mengenai pengajaran yang dipaksakan. Banyak mentor dan guru sekolah dasar secara tekun mencoba mengajarkan pada anak-anak yang kidal untuk menggunakan tangan kanan agar dinilai lebih sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, selama proses pengajaran ini anak-anak bertangan kidal menjadi lekas marah, sensitif, dan mengalami gangguan tidur. Belakangan juga akan timbul gangguan yang lebih serius seperti sakit kepala, lemah, dan tidak percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasilnya, kondisi seperti ini dapat mengembangkan reaksi neurastenik (lesu, lelah, sakit kepala, lekas marah), mengompol, gangguan ritme dan tempo ucapan yang mengarah pada gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lainnya yang tak kalah mengagetkan, satu dari tiga anak-anak yang menderita disleksia (gangguan kemampuan membaca) adalah anak-anak bertangan kidal yang cenderung menerima pengajaran untuk menggunakan tangan kanan. Sementara tipe dan manifestasi yang paling misterius dari pengguna tangan kiri adalah menulis terbalik (anak-anak dengan tangan tida stabil juga dapat memperlihatkan hal ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika anak bertangan kidal dipaksa menggunakan tangan kanannya, ia akan mengalami kesulitan dalam membentuk formasi gambaran ruang dan dalam menetapkan kiri dan kanan, juga pertukaran antara naik dan turun, horizontal dan vertikal. Parahnya, seorang anak tidak merasa ia sudah berlaku tidak tepat dan tidak terlalu memperhatikan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, sebagian besar anak-anak usia 3 sampai 7 tahun memiliki spontanitas dalam menulis secara terbalik. Anak bertangan kidal, setelah menguasai dan terbiasa menulis dengan tangan kiri, dapat tiba-tiba memperlihatkan menulis terbalik (terutama jika ia lelah). Fenomena ini biasanya akan sama sekali hilang setelah berusia 10 sampai 11 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangkan Tangan Kanan&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang yang kidal - yang bukan karena cacat atau kelainan - pada hal-hal tertentu justru menjadikan kelebihannya. Mayoritas orang memang menggunakan tangan kanan, bahkan semua mesin dan peralatan dibuat bagi orang yang menggunakan tangan kanan, sehingga tak perlu mengembangkan tangan yang satunya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, orang bertangan kidal dipaksa untuk menggunakan tangan kanan dan harus mengembangkannya. Sebagai hasilnya, kini banyak orang yang bertangan kidal dapat bekerja dengan menggunakan kedua tangannya, bahkan dengan kecekatan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data statistik, kurang lebih hanya 4 persen saja dari populasi yang merupakan orang bertangan kidal. Namun, kemampuan psikologis serta kemajuan sosial Si Kidal ini ternyata sama ketika dibandingkan dengan mayoritas orang yang menggunakan tangan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, anak-anak bertangan kidal akan menjadi amat berbakat jika tidak dipaksa untuk menggunakan tangan kanannya, bahkan anak ini dapat memperlihatkan indikasi perkembangan psikologis, arsitektur, dan kemampuan matematis yang tinggi. Anak-anak ini juga dapat memperlihatkan kemampuan luar biasa pada seni dan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini para tokoh terkenal yang genius dan bertangan kidal: Leonardo Da vinchi, Michel Angelo, Napoleon Bonaparte, dan Charlie Chaplin. Nah, apakah anak Anda juga bertangan kidal?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-4192916776454129830?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/4192916776454129830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/bila-si-kecil-kidal_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4192916776454129830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4192916776454129830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/bila-si-kecil-kidal_17.html' title='Bila si Kecil Kidal'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/San6d8U2l1I/AAAAAAAAABA/Cx15H5H1E6I/s72-c/P1010041.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-6174583864060412565</id><published>2009-02-17T12:43:00.000+07:00</published><updated>2009-02-17T12:52:50.879+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Balita'/><title type='text'>Merangsang Kemandirian Anak Usia 1-3 Tahun</title><content type='html'>Di atas satu tahun kemampuan anak untuk menolong dirinya sendiri sudah muncul lebih banyak. Di usia ini berbagai kemampuan motorik maupun interaksinya dengan lingkungan sudah lebih berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum Dari Gelas Tanpa Bantuan&lt;br /&gt;Di usia 15 bulan anak diharapkan sudah bisa minum dari gelas yang dipegangnya dengan satu tangan tanpa dibantu lagi. Didukung dengan kemampuan berdiri dan berjalan, yang umumnya sudah dimiliki anak usia 12-15 bulan, maka aktivitas ini sudah bisa dilakukannya sambil berdiri, bahkan kemudian dilakukannya sambil berjalan. &lt;br /&gt;Stimulus: Berikan gelas plastik atau melamin berisi air. Sebaiknya air jangan terlalu penuh karena kesigapan anak memegang belum sepenuhnya sempurna. Mintalah anak untuk memegang sendiri dengan tangannya. Umumnya, anak usia ini sudah mampu minum sendiri tanpa bantuan orang lain. Sangat baik bila orang tua memberikan dua jenis gelas, yang bergagang dan yang tidak. Variasi ini bermanfaat untuk melatih motorik halusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakai Sendok untuk Makan&lt;br /&gt;Di usia 1,5 tahun, anak diharapkan sudah bisa menggunakan sendok untuk makan. Meskipun belum sempurna dan masih sering tumpah tapi hal ini penting dipelajari demi kemandiriannya. Di usia 2 tahun, kemampuan menggunakan sendok sudah lebih meningkat, meskipun terkadang masih tumpah atau berhamburan. Jenis makanan yang bisa disuap pun makin beragam, seperti nasi, mi, telur yang dipotong-potong kecil, atau ayam yang disuir-suir. &lt;br /&gt;Stimulus: Untuk anak usia 1,5 tahun, berikan piring dengan porsi makanan sedikit. Kemudian berikan sendok kecil kepadanya. Jangan langsung meminta anak menyendok dan menyuapkan makanan tersebut ke mulut, melainkan contohkan terlebih dulu. Setelah itu biarkan anak mencoba melakukannya sendiri. Bila masih tumpah di sana-sini, maklumi saja, namanya juga belajar. Kemampuan ini akan semakin terasah seiring pertambahan usia anak.&lt;br /&gt;Di usia 2 tahun, stimulusnya bisa ditambah dengan menyediakan piring plastik yang berisi nasi, mi, atau telur yang telah dipotong kecil-kecil. Berikan sendok kecil dan biarkan dia belajar menggunakannya. Bila masih tumpah-tumpah bahkan berhamburan, biarkan saja. Latih terus sampai kemampuannya mendekati sempurna. Mungkin ada anak yang protes dan ingin disuapi, bujuklah dengan kasih sayang agar dia mau belajar melakukannya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka Sepatu, Kaus Kaki, Celana, Baju Sendiri&lt;br /&gt;Di usia 2 tahun, anak diharapkan sudah mampu membuka sepatu, kaus kaki, celana, dan baju sendiri. Kemampuan ini akan bertambah setahap demi setahap, tapi pertambahan ini tidak sama pada tiap anak. Bila memang anak kesulitan melakukannya, segera bantu sambil mengajarkan bagaimana cara melakukannya secara benar.&lt;br /&gt;Stimulus: Tahap pertama, latihlah anak dengan sesuatu yang mudah seperti membuka sepatu yang tidak bertali atau membuka kaus singlet yang mudah ditarik. Tunjukkan padanya bagaimana cara menarik sepatu dari telapak kaki atau menarik kaus singlet ke atas melalui kepala. Kalau anak sudah dapat melakukannya, mulai ajarkan bagaimana caranya membuka baju berkancing depan. Cermati, mungkin anak mengalami kesulitan saat membukanya sehingga orang tua perlu menyontohkannya lagi. Kalau kancing sudah terbuka, tunjukkan bagaimana cara melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih Gelas dan Meneguk Minuman&lt;br /&gt;Di usia 2 tahun, diharapkan anak sudah mampu meraih gelas yang ada di atas meja kemudian minum isinya. Untuk itu, orang tua perlu berhati-hati ketika meletakkan secangkir kopi panas, soft drink, atau minuman lainnya. Sewaktu-waktu anak bisa meraih dan meminumnya tanpa sepengetahuan orang tua. Selain meraih gelas, anak pun sudah mulai mampu menuang sendiri air dari teko maupun dispenser yang tinggal pencet (didorong dengan gelas).&lt;br /&gt;Stimulus: Letakkan gelas yang berisi minuman untuknya di atas meja rendah. Dengan demikian anak mudah menjangkaunya saat haus. Contohkan bagaimana cara menuang air dari teko atau dispenser, lalu minta anak mencobanya sendiri. Jangan lupa mengingatkan kalau air yang dituangkannya hampir memenuhi gelas, karena ia belum sepenuhnya paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka Pintu&lt;br /&gt;Beranjak di usia 2-2,5 tahun, anak sudah dapat membuka pintu dengan memutar pegangannya. Umumnya anak lebih senang dengan pegangan bertangkai, dan bukan yang berbentuk bulat. Ini bisa dimaklumi karena pegangan bertangkai lebih mudah diputar atau ditarik. Kemampuan membuka pintu ini didapat karena anak sudah menguasai gerakan motorik kasar dan halus ditambah kemampuannya menganalisa lingkungan.&lt;br /&gt;Stimulus: Setiap kali anak akan keluar kamar atau keluar menuju ruangan lain, berikan contoh bagaimana memutar dan menarik gagang pintu hingga pintu bisa terbuka. Sangat baik bila orang tua juga menjelaskannya dengan kata-kata selain dengan gerakan langsung. Bila gagang pintu berbentuk bulatan, letakkan tangan anak di atasnya dan bantu memutar ke arah yang benar. Ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bila suatu ketika anak berada di kamar sendirian dan ingin keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilang Kala Ingin Buang Air&lt;br /&gt;Di usia 2-2,5 tahun, umumnya anak sudah bisa mengatakan ingin buang air kecil (BAK) atau besar (BAB). Hal ini didukung oleh kemampuannya berbahasa yang sudah semakin baik. Anak sudah bisa mengatakan beberapa kata, seperti, "mama pipis", "mama eek", "papa sakit perut", dan sebagainya. Kemampuan motoriknya pun sudah bisa membuatnya menganalisa keadaan ketika ada dorongan untuk BAK atau BAB.&lt;br /&gt;Stimulus: Sebelumnya, orang tua perlu mencermati kebiasaan anak untuk BAK dan BAB. Salah satu caranya dengan memperhatikan tingkah lakunya. Seorang ibu biasanya lebih tahu kapan anaknya ingin BAK atau BAB. Tanyakan padanya apakah ia ingin BAK atau BAB. Doronglah anak untuk mengungkapkan keinginannya tersebut tanpa nada marah atau kesal. Ketika anak menunjukkan gejalanya, ajaklah ia ke kamar mandi. Jangan lupa untuk memberi penjelasan padanya, bahwa BAK dan BAB hanya dilakukan di kamar mandi meskipun anak mungkin belum bisa melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka Risleting Sendiri&lt;br /&gt;Di usia 3 tahun, anak diharapkan sudah mampu membuka risleting sendiri, baik risleting tas atau pakaian. Di usia ini kemampuan motorik halusnya sudah semakin berkembang. Meski begitu, orang tua harus hati-hati mengajarinya supaya jarinya jangan sampai terjepit, karena selain sakit, terjepit risleting bisa meninggalkan trauma. &lt;br /&gt;Stimulus: Perlihatkan pada anak bagaimana cara membuka dan menutup risleting dengan benar. Secara perlahan anak akan memahami kemudian menirunya. Namun bila anak masih ragu-ragu menarik risleting celananya, tunggulah sampai benar-benar yakin kalau anak mampu melakukannya. Saat melatihnya, jangan lupa memastikan anak memakai celana dalam, terutama bagi anak laki-laki, agar penisnya tidak sampai terjepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from: www.tabloid-nakita.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-6174583864060412565?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/6174583864060412565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/merangsang-kemandirian-anak-usia-1-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6174583864060412565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6174583864060412565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/merangsang-kemandirian-anak-usia-1-3.html' title='Merangsang Kemandirian Anak Usia 1-3 Tahun'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-7264491599402246929</id><published>2009-02-17T12:26:00.000+07:00</published><updated>2009-02-17T12:43:15.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Memilih'/><title type='text'>Agenda Pemilu Presiden dan Wapres</title><content type='html'>Berikut ini agenda pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2009:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. TAHAP PERSIAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Finalisasi peraturan penyelenggaraan                 1 Jan-31 Mar 2009&lt;br /&gt;pemilu presiden dan wapres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sosialisasi informasi/ pendidikan pemilih            1 Mar-30 Juni 2009&lt;br /&gt;kepada masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Simulasi pengolahan data dan pengitungan             1 Mei-30 Juni 2009&lt;br /&gt;suara secara manual dan elektronik di tingkat TPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rapat kerja/ Teknis KPU dan Tim/Pokja                1 Jan-8 Okt 2009&lt;br /&gt;pembina pemilu luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rapat kerja/teknis dan konsultasi regional           1 Jan-8 Okt 2009&lt;br /&gt;KPU, KPU Propinsi,dan KPU kabupaten/kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TAHAPAN PELAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sosialisasi tahapan dan informasi pemilu             5 Apr-16 Sep 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyerahan DP4 dari pemerintah                       9 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih           10 Apr-5 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pencalonan                                           6-30 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengadaan dan pendistribusian                        16 Mar-21 Juni 2009&lt;br /&gt;perlengkapan pemilu presiden dan wapres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kampanye                                             1 Juni-5 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tahapan Pemungutan suara dan pengitungan suara&lt;br /&gt;a. Persiapan menjelang pemungutan suara                 3 Mei-4 Juli 2009&lt;br /&gt;b. Pemungutan suara dan pengitungan suara               6 Juli 2009&lt;br /&gt;oleh KPPS/KPPSLN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penetapan dan pengumuman hasil pemilu tahap I        27 Juli 2009&lt;br /&gt;secara nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pencetakan dan pendistribusian perlengkapan          29 Juli-10 Sept 2009&lt;br /&gt;pemilu tahap II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Kampanye Tahap II (penajaman visi, misi, dan         14-16 Sept 2009&lt;br /&gt;program)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Pemungutan suara dan pengitungan suara tahap II&lt;br /&gt;a. Persiapan menjelang pemungutan suara                 1-20 Sept 2009&lt;br /&gt;b. Pemungutan suara dan pengitungan suara               21 Sept 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Penetapan dan pengumuman hasil pemilu                9-10 Okt 2009&lt;br /&gt;tahap II secara nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Pelantikan dan sumpah janji Presiden dan Wapres      20 Oktober 2009&lt;br /&gt;dipandu oleh Ketua MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Laporan KPU Kab/Kota dan KPU Provinsi ke KPU         1-30 Nop 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Laporan KPU pada DPR dan Presiden                    1-30 Nop 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Laporan pertanggungjawaban anggaran                  1 Nop-30 Des 2009&lt;br /&gt;Pemilu 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taken from:www.pemiluindonesia.com&lt;br /&gt;Sumber:Pokok-Pokok Penjelasan Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI&lt;br /&gt;tanggal 8 September 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-7264491599402246929?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/7264491599402246929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/agenda-pemilu-presiden-dan-wapres.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7264491599402246929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7264491599402246929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/agenda-pemilu-presiden-dan-wapres.html' title='Agenda Pemilu Presiden dan Wapres'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-7850329941805324084</id><published>2009-02-16T12:52:00.001+07:00</published><updated>2009-02-17T08:10:29.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>What's Your Name's Hidden Meaning? The Result: You Are Hyper and Spirited</title><content type='html'>Sudah makan siang, Razan juga lagi bobok nyenyak. Iseng-iseng ke blog-nya Momom (Novan Restu Pramono), eh ada postingan baru mengenai arti namanya. Gak mau kalah dong, saya ikut-ikutan juga hehehe...entering www.blogthings.com. Berikut ini hasil interpretasi blogthings mengenai nama saya. Kebanyakan pernyataannya kok bener ya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing.&lt;br /&gt;You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long. -----&gt; take notice lho ya, "thing" bukan people/person/partner hehehe....&lt;br /&gt;You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.---&gt; Yup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are wild, crazy, and a huge rebel. You're always up to something.&lt;br /&gt;You have a ton of energy, and most people can't handle you. You're very intense.&lt;br /&gt;You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are usually the best at everything ... you strive for perfection. &lt;br /&gt;You are confident, authoritative, and aggressive. &lt;br /&gt;You have the classic "Type A" personality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.&lt;br /&gt;You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.&lt;br /&gt;You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are very charming... dangerously so. You have the potential to break a lot of hearts.(??????????????????? Kata siapa?)&lt;br /&gt;You know how what you want, how to get it, and that you will get it.&lt;br /&gt;You have the power to rule the world. Let's hope you're a benevolent dictator!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are deeply philosophical and thoughtful. You tend to analyze every aspect of your life.-----&gt; Sampai-sampai gue bingung ngapain sih gue sibuk-sibuk mikir, but I can't help it. It's just the way I am.&lt;br /&gt;You are intuitive, brilliant, and quite introverted. You value your time alone.&lt;br /&gt;Often times, you are grumpy with other people. You don't appreciate them trying to interfere in your affairs. ---&gt;sepertinya ini gue banget, kecuali "brilliant" part-nya ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are a very lucky person. Things just always seem to go your way.(Alhamdulillah)&lt;br /&gt;And because you're so lucky, you don't really have a lot of worries. You just hope for the best in life.&lt;br /&gt;You're sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck around a little to people who need it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are relaxed, chill, and very likely to go with the flow.&lt;br /&gt;You are light hearted and accepting. You don't get worked up easily.&lt;br /&gt;Well adjusted and incredibly happy, many people wonder what your secret to life is.----&gt; The secret is ikhlas, ikhlas, ikhlas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-7850329941805324084?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/7850329941805324084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/whats-your-names-hidden-meaningyou-are.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7850329941805324084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/7850329941805324084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/whats-your-names-hidden-meaningyou-are.html' title='What&apos;s Your Name&apos;s Hidden Meaning? The Result: You Are Hyper and Spirited'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-4683999711295799241</id><published>2009-02-16T10:05:00.002+07:00</published><updated>2009-02-26T21:38:29.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal Cerita'/><title type='text'>Nawang Wulan dan Jaka Tarub</title><content type='html'>Bapak memberi saya nama Ira Nawang Wulan. Tapi dari saya masih anak-anak sampai sekarang beliau malah memanggil saya Menik. Sementara keluarga besar memanggil saya Ulan. Kalau guru dan teman-teman dari SD sampai kuliah punya panggilan yang berbeda-beda untuk saya. Mulai dari penggalan nama sampai kombinasi nama saya seperti: Ira, Nawang, Wulan, Ira Nawang, Nawang Wulan bahkan ada pula yang memanggil saya dengan nama Nanang (miss you Indah 'abang'). &lt;br /&gt;Yang paling lucu dan sering saya alami, saat seseorang harus menuliskan nama saya, entah kenapa mereka sering kesulitan, bahkan saat memperpanjang SIM, saya dan Pak Polisi sama-sama tertawa karena beliau keserimpet lidah mengucapkan nama saya hehehe... Yaa probably karena Medan multi etnis, bagi yang bukan suku Jawa belum pernah mendengar kisah Nawang Wulan. Jadi nama saya agak aneh bagi mereka.&lt;br /&gt;Kata Ibu, nama "Ira Nawang Wulan" berasal dari "Ira" yang merupakan inisial Bapak dan Ibu, "Nawang Wulan" berarti pertengahan bulan (saya lahir tanggal 14), jadi sebenernya tidak ada niatan orang tua memberi nama berdasarkan kisah bidadari itu, simply berdasarkan waktu lahir saya aja.&lt;br /&gt;Kebetulan pula, semasa SMA, saya bersahabat dengan seorang Jaka. Tapi bukan Jaka Tarub hehehe... Namanya Jaka Lesmana. Hihihi... karena Jaka aka si Jack caur, rasanya pasti gokil abis kalau saya dan Jaka 'jadian' untuk menghidupkan kisah cinta Nawang Wulan dan Jaka Tarub (berhubung kami memiliki nama yang mirip dengan kedua tokoh tersebut). Untungnya, Jaka dan saya tidak berjodoh hahaha... Maka saya tidak harus pergi meninggalkannya sesuai legenda yang ada.&lt;br /&gt;Talking-talking nih, saya mau menyajikan kisah Nawang Wulan dan Jaka Tarub bagi Anda yang belum tahu. Cerita ini saya copy paste dari www.maygreen.wordpress.com. Selamat menikmati...:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu maupun menimba ilmu. Ketika suatu hari di malam bulan purnama ia memasuki hutan, dari kejauhan ia mendengar sayup-sayup suara wanita yang sedang bercanda. Terdorong oleh rasa penasaran, Jaka Tarub berjalan mencari arah menuju suara-suara itu. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah danau yang sangat indah di tengah hutan, beserta 7 orang wanita yang sangat cantik sedang mandi dan bercanda ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengendap-ngendap, Jaka Tarub berjalan mendekat. Kemudian ia menemukan pakaian wanita-wanita tersebut yang tergeletak berserakan. Setelah memilih, ia mencuri salah satunya dan menyembunyikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat pun berlalu dan para bidadari sudah hendak kembali ke khayangan. 6 dari mereka memakai pakaian dan kain mereka, lalu terbang ke langit malam. Barulah Jaka Tarub mengerti kalau wanita-wanita itu adalah para bidadari khayangan. Namun seorang bidadari tertinggal di danau. Karena kehilangan pakaiannya ia tidak bisa kembali ke langit dan kemudian menangis tersedu-sedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila ada yang menemukan pakaian dan kainku, bila laki-laki akan kujadikan suami dan bila perempuan akan kujadikan saudara,” sumpah sang bidadari. Jaka Tarub kemudian menampakkan dirinya dan menghibur sang bidadari. Ia memberikan selembar kain untuk dipakai bidadari itu, namun tetap menyembunyikan pakaiannya supaya ia tak bisa terbang ke khayangan meninggalkannya. Sang bidadari kemudian memenuhi sumpahnya dan menikah dengan Jaka Tarub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ada versi lain dimana Nawang Wulan tidak perlu bersumpah seperti itu. Ketika Nawang Wulan menangis di danau, Jaka Tarub langsung muncul dan menghiburnya, lalu ia menawarkan tempat tinggal untuk Nawang Wulan sampai kemudian akhirnya mereka menikah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawang Wulan nama bidadari itu, sejak menikah dengannya Jaka Tarub hidup berkecukupan. Panennya melimpah dan lumbung selalu dipenuhi oleh padi tanpa pernah berkekurangan. Pakaian Nawang Wulan disembunyikan Jaka Tarub di dalam lumbung yang selalu penuh. Mereka pun dikaruniai seorang anak (bisa anak laki-laki atau anak perempuan, tergantung versi ceritanya) dan hidup berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah beberapa lama hidup berumah tangga, terusiklah rasa ingin tahu Jaka Tarub. Setiap hari ia dan keluarganya selalu makan nasi, namun lumbung selalu tidak pernah berkurang seolah tak ada padi yang dipakai untuk mereka makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Nawang Wulan hendak pergi ke sungai. Ia berpesan pada suaminya supaya menjaga api tungku di dapur, namun melarangnya untuk membuka tutup periuk (pada versi lain, Nawang Wulan bahkan melarang Jaka Tarub untuk masuk ke dapur). Jaka Tarub melakukan pesan istrinya, namun rasa penasaran yang sudah dipendamnya sejak lama akhirnya membuatnya melanggar larangan yang sudah dipesankan. Dibukanya tutup periuk dan di dalamnya ternyata hanya ada satu butir beras. Rupanya selama ini Nawang Wulan hanya membutuhkan sebutir beras untuk memenuhi kebutuhan nasi mereka sekeluarga dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nawang Wulan pulang dan membuka tutup periuk, hanya ada sebutir beras di dalamnya. Marahlah Nawang Wulan karena suaminya telah melanggar larangannya, dan ia pun menjadi sedih karena sejak saat itu ia harus memasak nasi seperti manusia biasa. Ia harus bersusah payah menumbuk padi banyak-banyak menjadi beras sebelum kemudian menanaknya menjadi nasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya karena dipakai terus menerus, lama kelamaan persediaan padi di lumbung Jaka Tarub semakin menyusut. Pelan tapi pasti, padi mereka semakin habis, sementara musim panen masih belum tiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suatu hari Nawang Wulan kembali mengambil padi untuk ditumbuk, dilihatnya seonggok kain yang tersembul di balik tumpukan padi. Ketika ditarik dan diperhatikan, teringatlah Nawang Wulan kalau itu adalah pakaian bidadarinya. “Rupanya selama ini Jaka Tarub yang menyembunyikan pakaianku. Dan karena isi lumbung terus berkurang pada akhirnya aku bisa menemukannya kembali. Ini pasti sudah menjadi kehendak Yang Di Atas,” pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawang Wulan kemudian mengenakan pakaian bidadarinya dan mengambil kainnya. Ia lalu menemui Jaka Tarub untuk berpamitan dan memintanya merawat anak mereka baik-baik. Jaka Tarub memohon dengan sangat agar istrinya tidak meninggalkannya, namun sudah takdir Nawang Wulan untuk kembali ke khayangan dan berpisah dengannya. “Kenanglah aku ketika melihat bulan. Aku akan menghiburmu dari atas sana,” kata Nawang Wulan. Ia pun kemudian terbang ke langit menuju khayangan, meninggalkan Jaka Tarub yang menangis dalam penyesalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-4683999711295799241?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/4683999711295799241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/nawang-wulan-dan-jaka-tarub.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4683999711295799241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4683999711295799241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/nawang-wulan-dan-jaka-tarub.html' title='Nawang Wulan dan Jaka Tarub'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-5428020794092455855</id><published>2009-02-14T20:41:00.001+07:00</published><updated>2009-02-26T22:14:11.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal Cerita'/><title type='text'>Dialog Di Ujung Senja</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Apa kau masih mencintainya?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Bukankah itu sudah jelas?"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Tapi itu tidak boleh terjadi. Dengan situasi yang ada sekarang, kau tak boleh membiarkannya menguasai hatimu"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Aku tahu... But I can't help falling in love with him"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Dia sudah meninggalkanmu, dia sudah menyakitimu. Tidakkah kau ingat betapa dengan susah payahnya kau merekatkan kembali puing-puing cintamu. Tidakkah kau ingat hari-hari penuh air mata yang engkau lewati meratapi kepergiannya. Kisah cintamu bukan seperti Layla-Majnun. Dia tidak menjadi gila karena mencintaimu. Maka tak patut kau sesali perpisahan kalian. Ingat, pernikahanmu sudah di depan mata. Apakah akan kau tawarkan calon suamimu cinta yang tidak sempurna?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Tentu tidak.... kurasa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Buang semua rasamu tentangnya, buang semua impianmu tentangnya, buang semua kenanganmu tentangnya. Masa lalu sudah berlalu. Masa lalu adalah kenangan. Yang ada hanyalah hari ini dan besok".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Aku....coba"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Apa yang kurang dari calon suamimu. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya. Dia menghormati dan menyayangimu. Dia dekat dengan keluargamu. Apakah kau tidak mengetahui bahwa cinta bisa datang seiring waktu?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Ucapanmu seperti kata-kata nenekku saja". &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Hahaha... tapi beliau sudah membuktikan kebenarannya, kan? Ayolah, Sayang. Jika nanti saatnya tiba, berikanlah suamimu cinta yang tak ternoda. Suamimu adalah lelaki yang dipilihkan Tuhan bagimu, lelaki yang paling pantas mendampingimu".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Tapi aku ingin lelaki itu adalah pilihanku sendiri!"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Apakah kau yakin dia yang terbaik untukmu? Apakah lelaki itu menginginkanmu?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Kuharap begitu....".&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Berdoalah Sayang, sebenar-benarnya pasrah, tanpa sedikitpun ada tendensi yang dapat mengaburkan jawaban yang kau temukan di hatimu. Berdoalah Sayang, agar kau yakin melangkahkan kakimu tanpa dibayang-banyangi pria dari masa lalumu. Berdoalah Sayang, agar kau tidak menyia-nyiakan hidupmu. Minta kepada-Nya apa yang terbaik untukmu. Karena terkadang apa yang kau anggap sebagai himpitan merupakan kebaikan bagimu".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;"Bantu aku menghadapi ini semua".&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"I will..".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-5428020794092455855?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/5428020794092455855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/dialog-di-ujung-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5428020794092455855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5428020794092455855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/dialog-di-ujung-senja.html' title='Dialog Di Ujung Senja'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1241457956561805917</id><published>2009-02-14T12:48:00.002+07:00</published><updated>2009-03-28T18:45:23.897+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>Love Me Tender</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc4NwSIn7MI/AAAAAAAAAEg/-Z6tHUAlFyk/s1600-h/215.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc4NwSIn7MI/AAAAAAAAAEg/-Z6tHUAlFyk/s200/215.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318203333124025538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Single milik Elvis Presley ini di-released pada September tahun 1956.  Saya belum lahir, tentu saja. But thanks to Babe (bapak saya), yang lumayan gila musik, saya mengenal lagu ini di tahun 80-an. Banyak juga lagu-lagu yang sering diputar Bapak di era itu yang saya hafal liriknya. Jujur saja, saya malah kurang hafal lagu-lagu di era 2000-an. Apalagi produk para musisi setahun belakangan ini. Kalah deh ama Razan yang suka lagunya The Changchuters, Crazy-nya Anggun, or the the latest song-nya Maha Dewi (tenang aja, Razan gak cuma suka lagu orang dewasa, dia juga suka lagu anak-anak; dia pede tuh manggung sambil menyanyikan "Aku seorang kapiten...mempunyai pedang panjang....dst)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dulu, saya ingin "Love Me Tender" menjadi soundtrack percintaan masa remaja saya. Cukup senandungkan lagu ini diiringi petikan gitar, saya akan menjawab "I will" hehehe... Kalau sekarang, saya tetap menyukai lagu ini, tapi saya tidak berharap Hubby menyanyikannya untuk saya. Berhubung...hihihi... suara Hubby ..... (silahkan isi titik-titiknya). Peace, Pa. Bagi Anda yang menyukai lagu ini, mari bersenandung bersama (di tempat masing-masing). Atau persembahkan lagu ini untuk kekasih tercinta.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;"Love me tender,&lt;br /&gt;love me sweet,&lt;br /&gt;never let me go.&lt;br /&gt;You have made my life complete,&lt;br /&gt;and I love you so.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love me tender,&lt;br /&gt;love me true,&lt;br /&gt;all my dreams fulfilled.&lt;br /&gt;For my darlin' I love you,&lt;br /&gt;and I always will.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love me tender,&lt;br /&gt;love me long,&lt;br /&gt;take me to your heart.&lt;br /&gt;For it's there that I belong,&lt;br /&gt;and we'll never part.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love me tender,&lt;br /&gt;love me dear,&lt;br /&gt;tell me you are mine.&lt;br /&gt;I'll be yours through all the years,&lt;br /&gt;till the end of time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(When at last my dreams come true&lt;br /&gt;Darling this I know&lt;br /&gt;Happiness will follow you&lt;br /&gt;Everywhere you go)".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1241457956561805917?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1241457956561805917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/love-me-tender.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1241457956561805917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1241457956561805917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/love-me-tender.html' title='Love Me Tender'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/Sc4NwSIn7MI/AAAAAAAAAEg/-Z6tHUAlFyk/s72-c/215.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-4273557110941636856</id><published>2009-02-14T08:54:00.000+07:00</published><updated>2009-02-14T09:07:33.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Say it with Books</title><content type='html'>Kita tentu sering mendengar ungkapan katakan cinta  dengan bunga alias say it with flower, atau karena wanita suka perhiasan ada yang mengatakan say it with jewel, quotation yang juga terkenal adalah katakan cinta dengan bunga bank hehehe….&lt;br /&gt;Mulai hari ini mari kita pertimbangkan untuk “mengatakan cinta dengan buku”. Rasanya Anda dan saya sama-sama percaya bahwa membaca banyak manfaatnya bagi kita. Berikut ini manfaat membaca yang saya kutip dari buku “Don’t be Sad/La Tahzan” karya Dr. Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA.&lt;br /&gt;1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.&lt;br /&gt;2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.&lt;br /&gt;3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.&lt;br /&gt;4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.&lt;br /&gt;5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.&lt;br /&gt;6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.&lt;br /&gt;7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan kecerdasan para sarjana.&lt;br /&gt;8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplinn ilmu dan aplikasinya di dalam hidup.&lt;br /&gt;9. Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca buku-buku yang bermanfaat, terutama buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis muslim yang saleh. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkannya dari kejahatan.&lt;br /&gt;10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.&lt;br /&gt;11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebih lanjut lagi, ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “di antara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat banyaknya manfaat membaca buku, gerakan menyatakan cinta lewat buku ini tidak hanya bisa kita praktekkan kepada pasangan, tapi juga untuk orang-orang di sekeliling kita, anak, orang tua, saudara, sahabat, kolega. Berikanlah pada hari ulang tahun, kelulusan, anniversary pernikahan, serta special events lainnya. Tahukah Anda kalau Bung Hatta, sang proklamator, bahkan memberikan mas kawin berupa buku kepada Ibu Rahmi Hatta. Mari kita teladani kecintaan Bung Hatta pada buku. Once again, sampaikan kasih sayang dan perhatian kita lewat buku, say it with books.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-4273557110941636856?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/4273557110941636856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/say-it-with-books.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4273557110941636856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4273557110941636856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/say-it-with-books.html' title='Say it with Books'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-5033529824213407776</id><published>2009-02-13T16:36:00.001+07:00</published><updated>2009-02-13T16:36:43.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Allah di Mana?</title><content type='html'>Sekitar sebulan yang lalu pertanyaan itu terlontar dari jagoan kecilku, Razan. “Allah di mana, Ma?”. Pertanyaan yang sudah saya prediksi akan ditanyakan Razan dan tentu saja oleh anak-anak  seusianya, batita. Jawaban paling sederhana yang bisa saya berikan dan saya pikir mampu dipahaminya adalah “Allah di langit”.  “Di langit di mananya ya?”. Saya pun menjawab “Di Arsy”. Razan kembali mencecar saya “Di Arsy di mananya ya?” Hehehe… emang begini kalau yang bertanya anak batita, gak siap-siap nanyanya. &lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini memang sudah saya antisipasi. Saya dulu berharap when the moment of truth tiba, saya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan putra saya sesuai usianya. &lt;br /&gt;Ayat di Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keberadaan Allah yang sesuai dengan jawaban saya untuk Razan yaitu:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. Al-Araf : 54) &lt;br /&gt;“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”. (QS. Yunus : 3)&lt;br /&gt;“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan , menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu”. (QS. Ar-Rad : 2) &lt;br /&gt;“Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy”. (QS. Thaha : 5) &lt;br /&gt;“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy , Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah kepada yang lebih mengetahui tentang Dia”. (QS. Al-Furqan : 59) &lt;br /&gt;“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy . Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”. (QS. As-Sajdah : 4) &lt;br /&gt;“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya . Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hadid : 4) &lt;br /&gt; “Tidakkah kamu merasa aman dari Allah yang berada di langit bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang. Atau apakah merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku”. (QS Al-Mulk: 16-17)&lt;br /&gt;Apakah Anda punya tips memberi jawaban bagi anak balita/batita sesuai tingkat pemahamannya mengenai keberadaan Allah SWT?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-5033529824213407776?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/5033529824213407776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/allah-di-mana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5033529824213407776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/5033529824213407776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/allah-di-mana.html' title='Allah di Mana?'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-633778846219197931</id><published>2009-02-12T21:30:00.003+07:00</published><updated>2009-03-04T19:08:40.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Thank You God for the Physical Strength that You Give to Me</title><content type='html'>Alhamdulillahirrobbil ‘alamin. Sepertinya saya harus sangat bersyukur dan tidak boleh memungkiri bahwa saya diberikan kekuatan fisik yang lumayan walaupun badan saya kecil. Sejumlah kejadian dan komentar orang telah membantu saya menyadari keadaan saya ini.&lt;br /&gt;Peristiwa ini belum lama terjadi. Menjelang tengah hari, saya dan Razan berada di dalam rumah. Razan bermain pesawat-pesawatannya di ruang tamu dan saya berada di ruang tengah. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh diikuti tangisan anak-anak. Mengikuti feeling, sontak saya berlari ke halaman. Jilbab tidak saya kenakan dan saya pun tidak terpikir mengganti celana sebetis yang saya pakai.&lt;br /&gt;Astaghfirullah. Cuma itu yang terlontar dari mulut saya. Di halaman rumah saya 2 orang anak tetangga saya, si kembar R dan R jatuh tertimpa pagar rumah saya. Spontan saya angkat pagar, berat sekali! Demi melihat anak-anak itu saya pun terus berusaha mengangkat pagar itu sedemikian rupa agar mereka bisa keluar dari himpitan pagar. Tetangga di sebelah kiri rumah saya rupanya melihat kejadian ini karena dia sedang menyapu ruang depannya. Bukannya langsung menolong mengangkat anak-anak itu, beliau malah mendatangi rumah si kembar yang tepat berada di sebelah kiri rumahnya, memberitahu keluarga si kembar. You gotta do first thing first. Selamatkan si kembar dulu!!!&lt;br /&gt;Saya sudah mulai tidak kuat menahan beratnya pagar. Saya minta anak-anak itu untuk bangkit. Mereka terus menangis meraung-raung. Betis kiri saya terasa perih, saya sadar betis saya terluka sewaktu mengangkat pagar tadi. Yang perempuan sudah berdiri. “Ayo dek, bangun” ujar saya semakin menahan diri untuk tidak melepas pagar, yang laki-laki masih belum berdiri. Tetangga saya berjalan mendekati. Ya berjalan… kenapa tidak berlari?&lt;br /&gt;Akhirnya keduanya sudah berdiri, mereka masih menangis keras. Tentu saja. What do you expect? Masih syukur mereka bisa bangun sendiri. Langsung saya raih yang lelaki, yang paling dekat dengan saya, dan ternyata yang lukanya paling banyak. Saya gendong dia ke rumahnya. Tetangga saya membawa anak yang perempuan. Hey man! Tante si kembar bukannya langsung menyongsong kami, dia MENUNGGU kami di teras rumahnya.&lt;br /&gt;Ummi si kembar rupanya sedang berada di kamar mandi dan panik begitu diberitahu apa yang terjadi. Sekitar pelipis anak yang laki-laki biru bengkak, tetangga saya menyarankan bengkak itu diberi nasi hangat. Saya coba menyarankan agar luka tersebut diberi pala supaya bengkaknya hilang (resep ini sudah terbukti manjur di keluarga saya), tidak dilakukan. Saya tawari ke dokter, ummi si kembar menjawab menunggu suaminya pulang saja.&lt;br /&gt;Saya pun kembali ke rumah karena Razan saya tinggal sendirian, sekaligus mengobati luka di kaki saya. Dan saya berucap “Thank you God for giving me the strength”. Tidak terbayang bagaimana jadinya kalau si kembar harus MENUNGGU pertolongan orang sementara saya tidak sanggup mengangkat pagar tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-633778846219197931?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/633778846219197931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/episode-kehidupanku_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/633778846219197931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/633778846219197931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/episode-kehidupanku_12.html' title='Thank You God for the Physical Strength that You Give to Me'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1879205516134991540</id><published>2009-02-12T21:30:00.000+07:00</published><updated>2009-02-13T10:17:10.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Episode Kehidupanku</title><content type='html'>“Menjadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang mulia, Ma. Biar saya saja yang banting tulang menafkahi keluarga ini. Saya lebih tenang kalau kamu yang menjaga dan mendidik Razan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya pun menginginkan hal tersebut. Tapi saya masih punya hutang yang harus diselesaikan.  Tidak tega rasanya menyadari bahwa sebenarnya orang tua saya menginginkan saya bekerja, walaupun mereka tidak menyatakannya secara verbal. Tidak tega rasanya mendengar mereka disudutkan komentar orang-orang, sudah jauh-jauh anaknya kuliah tapi tidak bekerja.  Telinga saya merah saat mendengar orang-orang menyindir saya, tapi  hati saya terbakar saat mereka mengusik orang tua saya. Saya mensyukuri rezeki yang kita peroleh, karena toh rezeki saya hanyalah apa yang habis saya makan, dan apa yang usang karena saya pakai, saya masih mensyukuri karena saat kita masih bisa berbagi dengan orang lain berarti kita masih berkecukupan”.&lt;br /&gt;“Meninggalkan Razan adalah hal terberat buat saya. Mencermati perkembangannya dari hari ke hari adalah kebahagiaan buat saya.  Tapi sekarang dia sudah cukup besar, sudah banyak aktivitas yang dapat dilakukannya. Sudah berkembang pergaulannya dengan lingkungan di sekitarnya. Dia sudah tidak terlalu bergantung pada saya, ditambah lagi persoalan pribadi sudah tidak mengganggu orang yang saya inginkan menjaga dan mendidiknya di saat saya tidak di dekat Razan, orang yang cintanya pada Razan tidak diragukan lagi sehingga saya yakin dia tidak akan tersakiti. Waktunya sudah tepat untuk membayar hutang saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah kalau itu keinginan kamu.  Saya akan mendukung apapun pilihan kamu asal itu membuat kamu bahagia”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1879205516134991540?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1879205516134991540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/episode-kehidupanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1879205516134991540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1879205516134991540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/episode-kehidupanku.html' title='Episode Kehidupanku'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-6366923873089630882</id><published>2009-02-12T16:36:00.004+07:00</published><updated>2009-02-12T16:39:54.589+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-6366923873089630882?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/6366923873089630882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kompromi_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6366923873089630882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6366923873089630882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kompromi_12.html' title=''/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-6495056699303168600</id><published>2009-02-12T16:36:00.001+07:00</published><updated>2009-02-12T16:36:46.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Kompromi</title><content type='html'>Rasanya tidak salah jika saya katakana hidup itu penuh dengan kompromi. Setiap orang punya kepentingan dan preferensi masing-masing. Ketika preferensi tersebut bersinggungan dengan kehendak dan kepentingan orang lain, maka dilakukanlah kompromi agar hidup tetap harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran tersebut cukup sesuai bagi orang tua saya. Sudah sejak lama ibu saya ingin mengganti tempat tidur dari kasur isi kapuk diganti dengan springbed. Alasan ibu saya, untuk kenyamanan. Bapak saya tidak bersedia dengan alasan beliau malah merasa tidak nyaman tidur di atas springbed, panas katanya. Ibu saya mengalah. Karena permasalahannya adalah tempat tidur, maka harus ada yang mengalah kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada suatu momentum yang memaksa bapak dan ibu untuk kompromi lagi, dan kali ini bapak yang bersedia mengalah. Ibu saya mengalami sakit di pinggang dan punggung belakang. Untuk alasan kesehatan ibu itulah, ibu ingin membeli springbed khusus untuk penderita sakit tulang belakang (keras bo’). Hari ini springbed itu datang sebagai saksi bahwa hidup itu penuh dengan tenggang rasa dan kompromi (asal alasannya kuat ya, Pak?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-6495056699303168600?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/6495056699303168600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kompromi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6495056699303168600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/6495056699303168600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kompromi.html' title='Kompromi'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-3534970893239445043</id><published>2009-02-12T16:35:00.001+07:00</published><updated>2009-02-12T16:39:11.535+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Kebiasaan Unik</title><content type='html'>Anak membawa gen dari orang tuanya. Anak saya Razan, laki-laki, maka dia membawa gen X dari saya dan gen Y dari suami saya. Saya belum tahu banyak apa yang diwarisi Razan dari suami saya, yang sudah jelas pasti adalah dia mewarisi sifat keras kepala dan… kebiasaan unik saya.&lt;br /&gt;Saya punya dua kebiasaan yang turun dari orang tua saat hendak dan sedang tidur. Dari bapak, ketika tidur saya terkadang mengeretakkan gigi, seperti orang mengunyah, berisik. Ini saya ketahui dari sepupu saya, Meisara, yang tidur seranjang dengan saya ketika awal nge-kos di Jogja. Orang-orang yang selanjutnya menginformasikan kepada saya tentang kebiasaan ini adalah teman-teman KKN nDalangan. Menurut mereka, saya melakukan hal tersebut kalau siang harinya sedang banyak kegiatan alias ketika saya sedang lelah. Kebiasaan tersebut tentu tidak saya ketahui kalau tidak ada yang memberi tahu. &lt;br /&gt;Kebiasaan kedua saya warisi dari ibu saya. Entah kenapa saya lebih nyaman tidur telungkup sambil menggerakkan kaki kiri saya ke kiri dan kanan. Dan… Razan juga seperti itu! Jadinya suami saya hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat saya dan Razan ‘olahraga kaki kiri’ saat hendak tidur hehehe…&lt;br /&gt;Kebiasaan unik apa yang Anda warisi dari orang tua Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-3534970893239445043?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/3534970893239445043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kebiasaan-unik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3534970893239445043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3534970893239445043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/kebiasaan-unik.html' title='Kebiasaan Unik'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-4964857298863346299</id><published>2009-02-08T22:16:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T22:17:35.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan Kotaku'/><title type='text'>Wafatnya Ketua DPRD-SU dan Penyampaian Aspirasi yang Santun</title><content type='html'>Selasa siang, tanggal 3 Februari 2009, saya membaca advertorial di halaman terakhir Harian Waspada. Isinya ucapan selamat dari salah satu lembaga bimbingan belajar atas diwisudanya putra ke-2 Drs. H. A. Aziz Angkat, M.SP (Ketua DPRD Sumatera Utara) dari Fakultas Ekonomi USU.&lt;br /&gt;Tidak ada yang terlalu istimewa dari iklan tersebut karena toh kita biasa  melihat iklan seperti itu di surat kabar (yang terlintas di benak saya waktu itu hanyalah: Alhamdulillah, ada satu lagi anak manusia yang telah membahagiakan orangtuanya dengan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan). &lt;br /&gt;Yang mengagetkan adalah berita yang sorenya saya saksikan di MetroTV. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Pak Aziz meninggal dunia di Gleni Hospital. Penyebabnya serangan jantung saat terjadi demonstrasi mengenai pemekaran Propinsi Sumatera Utara di kantor DPRD.&lt;br /&gt;Massa demonstran yang dikomandoi oleh panitia pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) bertindak anarkis dan merangsek masuk ke ruang rapat dewan. Mereka berniat memaksa ketua DPRD-SU menggelar sidang paripurna pembentukan Protap pada saat itu juga. Beberapa petugas keamanan dan anggota dewan berusaha menghindarkan Pak Azis dari kepungan massa. Para demonstran mulai tidak terkendali. Mereka semakin beringas dan merusak ruang rapat dewan, melempari petugas dengan benda-benda yang dapat mereka temukan. Kursi dan papan nama anggota dewan pun melayang, bahkan peti mati yang dibawa para pengunjuk rasa ikut dilempar kearah petugas. &lt;br /&gt;Massa mengejar Pak Azis, melontarkan kata-kata yang tidak senonoh, bahkan berusaha memukul beliau (seorang saksi menyatakan, demonstran ada juga yang berusaha menendang). Penghargaan yang tulus patut kita berikan kepada H. Azwir Sofyan  (penasehat Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD-SU) dan Asnan Said (anggota Fraksi Partai Golkar) yang menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Pak Azis saat kondisinya semakin terdesak, serta beberapa petugas keamanan yang diakui Pak Azwir ikut melindungi almarhum dari kepungan massa.  &lt;br /&gt;Di WaspasaOnline terdapat gambar yang menunjukkan beliau ditonjok pada rahang sebelah kanan. Akibat situasi yang chaos tersebut, Pak Azis jatuh pingsan dan langsung dievakuasi petugas. Sayangnya proses evakuasi terlambat akibat ulah para demonstran yang menghalang-halangi mobil Dalmas (Pengendali Massa) yang membawa Pak Azis keluar dari sekretariat dewan. Mereka melintangkan angkutan  kota di gerbang keluar kantor dewan. Tidak hanya itu, mobil Dalmas tersebut juga dilempari batu dan helm.&lt;br /&gt;Ajal memang tidak ada yang mengetahui kapan datangnya. Seperti halnya yang terjadi pada Pak Azis. Kemarin (02/02/2009) dia masih berbahagia karena wisuda Agung, anaknya, hari ini (03/02/2009) ternyata beliau dipanggil oleh sang Khalik.&lt;br /&gt;Sebagai orang awam, saya tidak terlalu mengenal sosok Pak Aziz Angkat yang merupakan fungsionaris partai Golkar ini. Sejauh yang saya baca, tidak banyak pemberitaan maupun pernyataan beliau yang dikutip koran-koran lokal seperti halnya politisi-politisi lainnya. Beliau baru saja menjadi ketua DPRD-SU menggantikan Abah Wahab (Abdul Wahab Dalimunthe) yang mundur karena mencalonkan diri menjadi gubernur Sumatera Utara pada Pilgubsu yang lalu. Sebagai warga Medan, saya mengucapkan turut berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah dan sabar menghadapi cobaan ini.&lt;br /&gt;Mengingat banyaknya wacana pemekaran daerah di Sumatera Utara selain Protap, seperti Propinsi Sumatera Timur, Propinsi Nias, Propinsi Pantai Barat, Propinsi Sumatera Tenggara, pemekaran Medan menjadi Medan Kota dan Medan Utara, saya berharap wafatnya Pak Azis sedikit banyaknya bisa menggugah hati orang-orang yang berkepentingan terhadap segala bentuk wacana pemekaran ini (baca: bagi-bagi kekuasaan) untuk tidak memaksakan kehendak. Dewasalah dalam berdemokrasi. Segala sesuatu ada peraturan dan prosedurnya sendiri, misalnya saja dalam hal pemekaran wilayah harus mengacu pada UU No. 32 tahun 2004 dan PP No. 78 tahun 2007. &lt;br /&gt;Apabila terjadi perbedaan persepsi mengenai penafsiran dan pelaksanaan undang-undang, tentu hal tersebut dapat diselesaikan secara hukum atau politis. Jangan hanya menggerakkan massa, yang kadang-kadang malah tidak mengetahui secara detail apa yang  mereka perjuangkan.&lt;br /&gt; Jangan asal mengecam , karena kecaman boleh jadi disebabkan ketidaktahuan mengenai tata tertib yang berlaku. Jangan asal mengancam, sebab terkadang ancaman tidak sepenuhnya Anda inginkan terjadi. Ada hal yang memilukan yakni terdapat spanduk bertuliskan “Provinsi Tapanuli, Paripurna atau Mati” yang diusung para mahasiswa dari salah satu PTS di Sumut. Ironis sekali, karena yang terjadi kemudian adalah pilihan yang terakhir mereka tawarkan, meninggalnya wakil rakyat. Tentu sebenarnya mereka tidak menginginkan hal tersebut.&lt;br /&gt; Pada kejadian unjuk rasa lain, saya merasa agak lucu saat menyaksikan ada sekelompok demonstran, tapi ketika diajak berdialog oleh pihak yang didemo, duduk dan bicara baik-baik tentang apa yang mau disampaikan, eh malah menolak dan memilih tetap berorasi di depan gedung. Nah lho, sebagian masyarakat kita berarti beranggapan “kalau mau apa-apa ayook demon, nanti pasti dikasih apa yang kita minta; andaikan belum dikabulkan apa yang diminta, ancam saja kalau kita nanti akan membawa massa lebih banyak”. &lt;br /&gt;Lebih parahnya lagi sebagian masyarakat kita sepertinya punya stereotype tersendiri tentang demonstrasi.  Ngomong dengan lantang, dan selagi bisa rusakin aja barang-barang di sekitar tempat demonstrasi untuk menunjukkan keseriusan tuntutan. Masalah hukum itu urusan nanti, apalagi beberapa tahun belakangan ini aparat kepolisian bersikap sedikit lunak kepada para demonstran karena sepertinya ‘takut’ mendapat pemberitaan dan pencitraan negatif dari media massa.&lt;br /&gt;Saya sangat berharap media massa mampu mendidik masyarakat dengan menayangkan demonstrasi damai ala PKS (bukan promosi lho). Jadi masyarakat kita tidak melulu melihat demonstrasi anarkis yang bikin miris. Demonstrasi destruktif yang bikin kita makin primitif. Merusak fasilitas umum, merusak fasilitas kampus (kampus sendiri lagi!). Apalagi saya perhatikan, begitu disorot kamera, terkadang para demonstran ini agak lebay (berlebihan), sadar kamera kali ya, biar terlihat keren di tv. &lt;br /&gt;Pada akhirnya, sebagai sesama penduduk Nusantara tercinta ini, saya hanya ingin mengingatkan, apabila kita punya usulan atau kehendak, sampaikanlah keinginan tersebut secara santun kepada pihak-pihak terkait. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya. Bertindak brutal belum tentu memuluskan terwujudnya harapan kita. Semua hal ‘kan ada aturan mainnya. Setuju tidak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-4964857298863346299?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/4964857298863346299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/wafatnya-ketua-dprd-su-dan-penyampaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4964857298863346299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/4964857298863346299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/wafatnya-ketua-dprd-su-dan-penyampaian.html' title='Wafatnya Ketua DPRD-SU dan Penyampaian Aspirasi yang Santun'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-868096585962896747</id><published>2009-02-08T09:00:00.002+07:00</published><updated>2009-03-05T08:58:33.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>I Finally Found Someone</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ini lagu 'nyebelin'. Gimana nggak,  lagu yang keren begini durasinya bentar banget. But, I love this song no matter what.  Saya juga yakin Anda akan jatuh cinta pada lagu ini, kalau tidak pada melodinya, tentu pada liriknya. Mungkin bait-bait pada lagu ini mewakili perasaan Anda bertemu kekasih tercinta setelah sekian  lama (probably) mencari dan menanti kehadirannya. Persembahkanlah lagu ini untuk orang tercinta Anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"I Finally Found Someone" by: Bryan Adams Feat. Barbara Streisand&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Ohh yeah...mmmmm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I finally found someone, who knocks me off my feet,&lt;br /&gt;I finally found the one, who makes me feel complete.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It started over coffee,&lt;br /&gt;We started off as friends,&lt;br /&gt;Its funny how from simple things,&lt;br /&gt;The best things begin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This time its different, (nah nah nah nah)&lt;br /&gt;Its all because of you, (nah nah nah nah)&lt;br /&gt;Its better than its ever been,&lt;br /&gt;Cause we can talk it through...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My favorite line,&lt;br /&gt;Was can i call you sometime?&lt;br /&gt;Its all you had to say,&lt;br /&gt;To take my breath away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is it,&lt;br /&gt;Oh i finally found someone,&lt;br /&gt;Someone to share my life, i finally found the one,&lt;br /&gt;To be with everynight&lt;br /&gt;Cause whatever i do, its just got to be you&lt;br /&gt;My life has just begun, i finally found someone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Did i keep you waiting? i didn't mind.&lt;br /&gt;I apologize. Baby thats fine.&lt;br /&gt;I will wait forever just to know you were mine.&lt;br /&gt;You know i love your hair, are you sure it looks right?&lt;br /&gt;I love what you wear, isnt it too tight?&lt;br /&gt;Your exceptional, i cant wait for the rest of my life...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repeat Chorus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cause whatever i do, its just got to be you&lt;br /&gt;Oh my life has just begun...i finally found...someone.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-868096585962896747?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/868096585962896747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/i-finally-found-someone-feat-barbara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/868096585962896747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/868096585962896747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/i-finally-found-someone-feat-barbara.html' title='I Finally Found Someone'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-3123573489735746069</id><published>2009-02-08T08:57:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T14:33:17.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>Have You Ever Really Loved a Woman</title><content type='html'>By: Bryan Adams&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;To really love a woman,&lt;br /&gt;To understand her,&lt;br /&gt;You've got to know her deep inside ...&lt;br /&gt;Hear every thought,&lt;br /&gt;See every dream,&lt;br /&gt;And give her wings when she wants to fly.&lt;br /&gt;Then when you find yourself lying helpless in her arms ...&lt;br /&gt;You know you really love a woman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you love a woman,&lt;br /&gt;You tell her that she's really wanted.&lt;br /&gt;When you love a woman,&lt;br /&gt;You tell her that she's the one.&lt;br /&gt;She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.&lt;br /&gt;So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To really love a woman,&lt;br /&gt;Let her hold you,&lt;br /&gt;Till you know how she needs to be touched.&lt;br /&gt;You've got to breathe her, really taste her,&lt;br /&gt;Till you can feel her in your blood.&lt;br /&gt;And when you see your unborn children in her eyes ...&lt;br /&gt;You know you really love a woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you love a woman,&lt;br /&gt;You tell her that she's really wanted.&lt;br /&gt;When you love a woman,&lt;br /&gt;You tell her that she's the one.&lt;br /&gt;She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.&lt;br /&gt;So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You've got to give her some faith,&lt;br /&gt;Hold her tight, a little tenderness.&lt;br /&gt;You've got to treat her right.&lt;br /&gt;She will be there for you taking good care of you ...&lt;br /&gt;You really gotta love your woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when you find yourself lying helpless in her arms,&lt;br /&gt;You know you really love a woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you love a woman,&lt;br /&gt;You tell her that she's really wanted.&lt;br /&gt;When you love a woman,&lt;br /&gt;You tell her that she's the one.&lt;br /&gt;She needs somebody, to tell her that it's gonna last forever.&lt;br /&gt;So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?&lt;br /&gt;So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So tell me have you ever really ... really, really ever loved a woman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-3123573489735746069?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/3123573489735746069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/have-you-ever-really-loved-woman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3123573489735746069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/3123573489735746069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/have-you-ever-really-loved-woman.html' title='Have You Ever Really Loved a Woman'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1295579065574460662</id><published>2009-02-08T07:48:00.002+07:00</published><updated>2009-02-10T14:32:50.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>You're All I Need</title><content type='html'>By White Lion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know that she's waiting &lt;br /&gt;For me to say forever &lt;br /&gt;I know that I sometimes &lt;br /&gt;Just don¹t know how to tell her &lt;br /&gt;I want to hold and kiss her &lt;br /&gt;Give her my love &lt;br /&gt;Make her believe &lt;br /&gt;'Cause she doesn't know &lt;br /&gt;She doesn't know &lt;br /&gt;You're all I need beside me girl &lt;br /&gt;You're all I need to turn my world &lt;br /&gt;You're all I want inside my heart &lt;br /&gt;You're all I need when we're apart &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know that she's always &lt;br /&gt;There when I need her loving &lt;br /&gt;I know that I've never &lt;br /&gt;Told her how much I love her &lt;br /&gt;I see her face before me &lt;br /&gt;I look in her eyes &lt;br /&gt;Wondering why &lt;br /&gt;She doesn't know &lt;br /&gt;She doesn't know &lt;br /&gt;She doesn't know &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're all I need beside me girl &lt;br /&gt;You're all I need to turn my world &lt;br /&gt;You're all I want inside my heart &lt;br /&gt;You're all I need when we're apart &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Say, say that you¹ll be there &lt;br /&gt;Whenever I reach out &lt;br /&gt;To feel your hand in mine &lt;br /&gt;Stay, stay within my heart &lt;br /&gt;Whenever I'm alone &lt;br /&gt;I'll know that you are there &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're all I need beside me girl &lt;br /&gt;You're all I need to turn my world &lt;br /&gt;You're all I want inside my heart &lt;br /&gt;You're all I need when we¹re apart &lt;br /&gt;You're all I need&lt;br /&gt;All that I need &lt;br /&gt;Is for you to believe &lt;br /&gt;All that I need &lt;br /&gt;Is you&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1295579065574460662?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1295579065574460662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/youre-all-i-need.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1295579065574460662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1295579065574460662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/youre-all-i-need.html' title='You&apos;re All I Need'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-1873768400270250270</id><published>2009-02-08T07:44:00.001+07:00</published><updated>2009-02-10T08:11:35.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik'/><title type='text'>A Shoulder To Cry On</title><content type='html'>By Tommy Page&lt;br /&gt;Life is full of lots of up and downs&lt;br /&gt;But the distance feels further&lt;br /&gt;When its headed for the ground&lt;br /&gt;And theres nothing more painful&lt;br /&gt;Then to let your feelings take&lt;br /&gt;You down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its so hard to know&lt;br /&gt;The way you feel inside&lt;br /&gt;When theres many thoughts&lt;br /&gt;And feelings that you hide&lt;br /&gt;But you might feel better&lt;br /&gt;If you let me walk with you&lt;br /&gt;By your side&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when you need&lt;br /&gt;A shoulder to cry on&lt;br /&gt;When you need&lt;br /&gt;A friend to rely on&lt;br /&gt;When the whole world is gone&lt;br /&gt;You wont be alone&lt;br /&gt;Ill be there&lt;br /&gt;Ill be your shoulder to cry on&lt;br /&gt;Ill be there&lt;br /&gt;Ill be your friend to rely on&lt;br /&gt;When the whole worlds gone&lt;br /&gt;You wont be alone cause Ill be there&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All of the times&lt;br /&gt;When everything is wrong&lt;br /&gt;And your feeling like&lt;br /&gt;Theres no use going on&lt;br /&gt;You cant give it up&lt;br /&gt;Ill help you work it out&lt;br /&gt;And carry on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Side by side&lt;br /&gt;With you till the end&lt;br /&gt;Ill always be the one&lt;br /&gt;A shoulder to cry on continued&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To firmly hold your hand&lt;br /&gt;No matter what is said or done&lt;br /&gt;Our love will always continue on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone needs a shoulder to cry on&lt;br /&gt;Everyone needs a friend to rely on&lt;br /&gt;When the whole worlds gone, you wont be alone&lt;br /&gt;cause Ill be there&lt;br /&gt;Ill be your shoulder to cry on&lt;br /&gt;Ill be there&lt;br /&gt;Ill be the one to rely one&lt;br /&gt;When the whole worlds gone, you wont be alone&lt;br /&gt;cause Ill be there&lt;br /&gt;And when the whole world is gone&lt;br /&gt;Youll always have my shoulder to cry on&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-1873768400270250270?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/1873768400270250270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/shoulder-on-cry-on.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1873768400270250270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/1873768400270250270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/shoulder-on-cry-on.html' title='A Shoulder To Cry On'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-8528203045375637234</id><published>2009-02-07T16:21:00.000+07:00</published><updated>2009-02-07T16:23:13.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Family'/><title type='text'>Let’s Cook</title><content type='html'>I’m not a good cook, a bad one malah. Jika mencicipi makanan, saya tidak bisa menyebutkan bumbu apa yang kurang dari suatu makanan. Berbeda sekali dengan orang tua dan adik-adik saya yang cowok semua itu, masing-masing bisa diandalkan pendapatnya mengenai cita rasa. Yah, bagaimana mau jadi juru masak yang baik kalau icip-icip aja gak bisa ya. Beruntungnya, saya memiliki suami yang tidak menolak dimasakin apa saja. &lt;br /&gt;Saya cukup hapal bumbu-bumbu untuk masakan-masakan wajib maupun masakan kesukaan suami seperti sambalado daging, sup, soto, gulai, tongseng, semur. Tapi karena kelemahan saya mencicipi rasa, not get the feeling kapan timing yang tepat dalam hal memasukkan bahan, ketidaksabaran menunggu (kadang belum waktunya membalik ikan, ikan tetap aja dibalik), nyambi masak dengan melakukan pekerjaan yang lain dan sebagainya, masakan saya terkadang jadinya ka-jol (kagak jolas) kata adik saya. &lt;br /&gt;Practice makes perfect, ya..ya… saya belajar memasak sesering dan sebaik mungkin dengan mendengarkan tips-tips mengolah bahan makanan dari senior-senior di bidang masak-memasak. Tapi tetap saja saya tidak puas terhadap hasil masakan saya (apalagi orang lain ya). Belum lagi kalau harus dibandingkan dengan ibu saya.&lt;br /&gt;Suami saya sih bilang “kalau masakan Mama, gosong juga enak kok”, hahaha… Bukan penilaian yang objektif tentu saja.&lt;br /&gt;Nah, karena tidak mungkin menang dari ibu saya yang memang pandai memasak. Saya menerapkan strategi yang cukup jitu yaitu dengan cara mengambil posisi menjadi cook yang menspesialisasikan diri pada masakan-masakan yang tidak pernah atau jarang dimasak oleh ibu saya hehehe…. Mulailah saya hunting buku-buku resep di Gramedia, pinjam kliping resep masakan milik Bude saya dan browsing di internet. Supaya rasa makanan seperti seharusnya maka secara strict saya ikuti panduan yang ada. Maka jadilah di rumah kami sering dihidangkan steak, ikan panggang, otak-otak tenggiri, berbagai hidangan pasta, roti-rotian misalnya roti unyil, dan sebagainya. Kebetulan suami juga suka. Kalau ingin masakan versi ibu, saya tinggal import hihihi…&lt;br /&gt;Well, every woman out there. Walau sesekali, meskipun gak enak, cobalah memasak untuk keluarga kita. Praktekkan resep-resep yang mudah dan ringkas dulu seperti udang goreng mentega, atau yang paling mudah ayam goreng tepung (tepungnya yang siap saji aja). Selamat mencoba…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-8528203045375637234?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/8528203045375637234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/lets-cook.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8528203045375637234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8528203045375637234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/lets-cook.html' title='Let’s Cook'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-779574308497027045</id><published>2009-02-07T12:08:00.000+07:00</published><updated>2009-02-07T12:09:10.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan Kotaku'/><title type='text'>Menyoal Nama Bandara Kuala Namu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pembangunan Bandara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bandar Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandar udara baru untuk kota Medan, Indonesia. Lokasinya merupakan bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang. Kuala Namu akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saat selesai dibangun, Kuala Namu yang diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya, akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;Pemindahan bandara ke Kuala Namu telah direncanakan sejak tahun 1991. Persiapan pembangunan diawali pada tahun 1997, namun krisis moneter yang dimulai pada tahun yang sama kemudian memaksa rencana pembangunan ditunda. Sejak saat itu kabar mengenai bandara ini jarang terdengar lagi, hingga muncul momentum baru saat terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada September 2005 yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Polonia. Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur Sumatra Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan pemukiman. Hal ini menyebabkan munculnya kembali seruan agar bandara udara di Medan segera dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai. Selain itu, kapasitas Polonia yang telah lebih batasnya.&lt;br /&gt;Recana pembangunan selama bertahun-tahun terhambat masalah pembebasan lahan yang belum terselesaikan. Namun pada November 2006 dilaporkan bahwa Angkasa Pura II telah menyelesaikan seluruh pembebasan lahan.&lt;br /&gt;Pembangunannya direncanakan akan dilaksanakan sepanjang tiga tahap. Tahap I dimulai pada 29 Juni 2006 dan selesai pada tahun 2009 atau paling lambat 2010. Tahap ini dibangun sendiri oleh pemerintah dengan PT. Angkasa Pura II, dengan pembagian berupa sisi darat (misalnya terminal, areal parkir) dibangun Angkasa Pura sementara sisi udara dibangun Direktorat Jenderal Udara. Dana untuk pembangunan Tahap I terdiri dari Rp. 1,3 triliun dari Angkasa Pura dan dana pinjaman sebesar Rp. 2,3 triliun. Pada akhir November 2006 juga diumumkan pemenang tender untuk tim perancang bandara. Setelah itu, pemenang diberi waktu delapan bulan untuk merancang bandara. Tahap II yang direncanakan dibangun bersama oleh pemerintah dan investor, akan dimulai tahun 2010.&lt;br /&gt;Pembangunan Tahap I disertai pula oleh pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Aras Kabu di Kecamatan Beringin ke bandara yang berjarak sekitar 450 meter. Stasiun Aras Kabu sendiri terhubung ke Stasiun Medan dengan jarak 22,96 km dengan jarak tempuh  berkisar antara 16-30 menit.&lt;br /&gt;Ada pula usulan pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu sebagai usaha pengembangan prasarana pengangkutan dari dan ke bandara. Namun pelaksanaan pembangunan selama periode pembangunan jalan tol tahun 2005-2010 belum dikabulkan oleh pemerintah pusat.&lt;br /&gt;Tahap I bandara diperkirakan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dan 10.000 pergerakan pesawat pertahun, sementara setelah selesainya Tahap II bandara ini rencananya akan menampung 25 juta penumpang pertahun.&lt;br /&gt;Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektar. Bandara International Kuala Namu memiliki panjang landas pacu 3.750 meter, dan sanggup didarati oleh pesawat berbadan lebar. [disarikan dari Wikipedia Indonesia]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah nama yang tepat bagi Bandara Kuala Namu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi perbincangan hangat dan perdebatan mengenai Bandara Kuala Namu bukan mengenai pembangunannya yang tersendat-sendat, namun justru tentang nama yang akan diberikan untuk bandara tersebut.&lt;br /&gt;Kita tahu sendiri di Sumatera Utara ada banyak etnis, dan yang terjadi adalah perang opini di koran lokal bahwa suku X merasa dialah yang paling berhak mengajukan nama bagi bandara yang sedang dibangun tersebut. Suku X ingin bandara dinamakan sesuai nama tokoh yang dibanggakannya, â€œPokoknya harus si Anu, dia itu hebat, kami siap memperjuangkannyaâ€�. Sementara suku Y juga berpikiran sama. Belum lagi suku Z, yang mengatakan â€œkok suku X aja yang mau membanggakan tokohnya, nama jalan, nama universitas, nama lain-lain sudah memakai nama tokoh dari sukunya, gantian dong, emang dia aja yang tinggal di Sumutâ€�.&lt;br /&gt;Ada juga warga yang mengusulkan nama yang relatif lebih â€˜amanâ€™. Aman dalam artian tidak didasarkan pada kesukuan tokoh tersebut, tapi pada kiprah si tokoh secara nasional maupun internasional. Bahkan ada juga yang menyarankan daripada susah-susah menentukan nama bandara berdasarkan nama tokoh, saling bersilat lidah antar suku untuk memberi pembenaran terhadap pilihan masing-masing, lebih baik nama bandaranya berdasarkan tempat keberadaannya, yaitu Bandara Internasional Kuala Namu.&lt;br /&gt;Beberapa nama tokoh yang diajukan sebagai nama bandara Kuala Namu antara lain: Sisingamangaraja XII, Amir Hamzah, Adam Malik, Jenderal A.H. Nasution, Tengku Rizal Nurdin dan Marah Halim.&lt;br /&gt;Anda pilih yang mana? Atau Anda punya alternatif nama yang lain? Kalau saya belum punya pilihan, masih banyak waktu untuk berpikir sepertinya, â€˜coz bandaranya aja belum rampung-rampung heheâ€¦ Yang terpikir saat ini adalah kalau bandara Polonia pindah ke Kuala Namu, anak saya Razan, bakal susah lihat pesawat take-off dan landing karena bandaranya udah jauh. Biasanya seminggu sekali kami ke Taman Dirgantara, yang tepat berada di samping bandara. Ntar kalau dia minta â€œMa, Razan mau ke Poloniaâ€� bakal gak ada lagi pesawat yang lagi parkir dan bisa dihitungnya. Yang ada mungkin gedung-gedung tinggi dan perumahan-perumahan mewah. Wallahuaâ€™lamâ€¦.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-779574308497027045?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/779574308497027045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/menyoal-nama-bandara-kuala-namu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/779574308497027045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/779574308497027045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/menyoal-nama-bandara-kuala-namu.html' title='Menyoal Nama Bandara Kuala Namu'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-296322856045226725</id><published>2009-02-07T12:00:00.001+07:00</published><updated>2009-02-12T15:20:32.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medan Kotaku'/><title type='text'>Medan, The Multicultural City</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Suku bangsa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Medan ibukota provinsi Sumatera Utara adalah kota yang didiami berbagai suku. Ada Melayu Deli, Batak, Jawa, Tionghoa, India, Minang, Aceh (yang gak disebut jangan marah). Suku Batak sendiri bisa dibagi menjadi Batak Karo, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Mandailing, juga Nias.&lt;br /&gt;Melayu dan Batak bisa dikatakan sebagai suku asli di Sumatera Utara. Pendatang-pendatang terutama dari Pulau Jawa datang karena kontrak kuli dengan pemerintah Hindia Belanda untuk bekerja di perkebunan-perkebunan (tembakau, karet, kelapa sawit, dll). Ada pula pendatang Tionghoa yang datang mengadu nasib untuk kemudian menetap di sini. Kalau di kota-kota lain ada Chinese Town-nya, di Medan ada Kampung Keling (atau sekarang namanya Kampung Madras), tempat berpusatnya etnis India. Walaupun tidak banyak jumlahnya, orang Arab juga kita jumpai di Medan (tetangga depan, belakang, samping kiri, dan kanan rumah saya orang Arab).&lt;br /&gt;Banyaknya orang Minang dan Aceh bisa jadi karena kedekatan geografis Sumatera Utara dengan Sumatera Barat dan Nangroe Aceh Darussalam. Medan sejak lama telah menjadi pusat ekonomi dan pendidikan di Pulau Sumatera, sehingga tidak mengherankan kalau banyak penduduk dari wilayah di sekitar Sumut yang datang merantau.&lt;br /&gt;Tumbuh di lingkungan dengan akulturasi kebudayaan seperti yang terdapat di kota Medan, tentu memberi banyak pelajaran bagi kita, terutama mengenai toleransi dan penghargaan terhadap budaya orang lain. Dan bukankah kita diciptakan Allah berbeda-beda untuk saling mengenal dan menyadari kebesaran-Nya?&lt;br /&gt;Paling asyik kalau sedang digelar pesta perkawinan, adat-istiadat berbagai etnis yang ada bisa kita lihat secara jelas. Beberapa waktu lalu, tetangga saya menghelat syukuran pernikahan putrinya, saya bisa mendengar dan melihat lagu dan sedikit tarian Timur Tengah. Sementara itu, sebelum dan sesudah Imlek di Medan lagi banjir buah, terutama berbagai jenis jeruk. Tidak hanya diminati orang Tionghoa, warga dari etnis lain juga rame-rame beli buah atau manisan kering yang sebenarnya khas Imlek. Acara yang menampilkan Barongsai juga digelar di mana-mana. Semua orang senang, semua orang menikmati.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, bahasa yang dipergunakan secara luas adalah bahasa Indonesia. Namun, tentu saja penggunaan bahasa Indonesia di Medan masih sangat dipengaruhi bahasa Melayu (juga dari bahasa etnis lainnya), tidak hanya pada bahasa sehari-hari, namun juga pada bahasa tulisan misalnya di koran-koran lokal. Tidak heran kalau Anda membaca surat kabar lokal, Anda akan menemukan kata-kata yang harus dicari padanan katanya dalam bahasa Indonesia agar  mengerti saat membacanya. Mungkin selain bahasa daerah, perlu diperkenalkan lagi satu bahasa: bahasa Medan! He..he..&lt;br /&gt;Beberapa contoh kata yang sering digunakan orang Medan antara lain: awak (saya, bisa juga berarti kamu), pajak (pasar), kereta (sepeda motor), rol (penggaris), kede/kedai (warung), bombon/bonbon (permen), angek (iri), bedangkik (pelit), paten (hebat), mentel (genit), mengkek (manja), libas (berasal dari bahasa Batak, artinya memukul dengan cemeti atau sapu lidi, menyikat habis, mengalahkan), RBT (ojek, katanya RBT singkatan dari Rakyat Banting Tulang, kalau yang ini saya tidak tahu benar atau tidak hehe...).&lt;br /&gt;Orang Medan juga suka menyingkat kata misalnya limper ( lima perak, maksudnya Rp 5), limpul (Rp 50),  limrat (Rp 500), cemana (dari kata macam mana yang berarti bagaimana), kepling (kepala lingkungan) dan sebagainya.&lt;br /&gt;Suku Melayu Deli menuturkan  bahasa Melayu. Ada bahasa Melayu berdialek "O" , ada pula bahasa Melayu dengan dialek "E" yang sering juga disebut bahasa Maya-maya (baca: maye-maye). Keluarga saya ada yang menikah dengan orang Melayu. Nama beliau Ibnu Ruhyan, saya memanggilnya Paklek Ibnu, ikut tutur keluarga saya yang dominan Jawa, tapi saya memanggil orangtua Paklek Ibnu "Atok Aje"(kakek) dan "Atok Emak" (nenek). Sepupu saya, Randy, memanggil ayahnya (Paklek Ibnu) dengan sebutan "Aje" dan menyebut ibunya "Mamak". Sementara, adik Randy yang bernama Ryan memanggil abangnya dengan "Babah". Nah, satu lagi Bu Ida, juga orang Melayu. Beliau memanggil neneknya dengan sebutan "Andung". Anak saya memanggil mamak Bu Ida dengan sebutan  "Unyang" (buyut).&lt;br /&gt;Sementara keturunan Jawa Kontrak ( Jadel - Jawa Deli ) memakai bahasa Jawa yang sudah terdegradasi.  Jadi jangan tersinggung kalau Anda berkunjung ke Medan dan diajak berbahasa Jawa kasar. Bukan karena ketidaksopanan, tapi lebih karena ketidaktahuan. Orang Pujakesuma (Putera Jawa Kelahiran Sumatera) memang sedikit sekali yang bisa bahasa Jawa halus. Mantan district manager saya di salah satu penerbangan swasta berasal dari Jawa Timur. Ketika orangtuanya berkunjung ke Medan, beliau mewanti-wanti orang tuanya supaya berbahasa Indonesia saja, agar tidak terjadi kesalahpahaman karena masalah "rasa" dalam berbahasa.&lt;br /&gt;Orang Tionghoa lazim menuturkan bahasa Hokkien selain bahasa Indonesia. Antar sesamanya, orang Tionghoa boleh dibilang selalu menggunakan bahasa Hokkien. Kalau sering bergaul dengan orang Cina, biasanya kita bisa sedikit-sedikit mengerti bahasa dimaksud, atau paling tidak berbahasa Indonesia dengan dialek Hokkien.&lt;br /&gt;Suku Batak menuturkan bahasa Batak yang terbagi atas banyak logat. Semasa SMA, saya pernah minta dituliskan kamus kecil bahasa Batak pada sahabat saya, Lusiana Berampu, tapi karena tidak dipelajari lebih lanjut, saya tetap aja tidak menguasai bahasa Batak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agama utama di Sumatra Utara adalah: (1) Islam: terutama dipeluk oleh suku Melayu, suku Mandailing dan Jawa; (2) Kristen (Protestan dan Katolik): terutama dipeluk oleh suku Batak dan Nias; (3) Hindu: terutama dipeluk oleh keturunan India; (4) Buddha dan (5) Konghucu: terutama dipeluk oleh suku Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Surga Kuliner&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang pernah tinggal atau berkunjung ke Medan pasti sepakat bahwa kota ini adalah surganya kuliner. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, Medan didiami oleh berbagai suku, masing-masing etnis punya makanan khas yang tentu saja "enak kali!!" (enak banget). Pokoknya kalau ditawari makan oleh orang Medan, libas aja (sikat habis). Eh, iya bagi Anda yang muslim jangan lupa bertanya makanannya halal atau tidak. Ada beberapa jenis makanan tidak halal, baik itu karena mengandung unsur babi, arak bahkan anjing. Mari kita telusuri satu persatu makanan khas Medan.&lt;br /&gt;Di manapun di kota Medan mudah kita temui rumah makan Melayu-Minang. Mau pesan apa? Gulai kepala ikan, ayam pop, kari, lele sambel ijo, anyang. Ada pula bubur pedas yang katanya dibuat dari 44 macam bahan dan bumbu (saya belum pernah makannya nih). Jangan lupa juga sate Padang, yummyâ€¦ Kalau ini lebih banyak lagi yang jual, tidak hanya di restoran atau rumah makan, ajo-ajo banyak yang keliling ke rumah-rumah atau stand by di tempat-tempat strategis.&lt;br /&gt;Berbagai makanan Tionghoa juga bisa kita jumpai. Kwetiau (biasa disebut mie Tiauw), bakmie, nasi ayam Hainan. Kalau mau tahu lebih lanjut, coba aja berkunjung ke warung-warung di Jalan Semarang dan Jalan Selat Panjang. Oya, Anda tahu tidak kalau makan kari selain ditemani nasi, Anda bisa juga mencoba kari plus bihun (ini pengaruh masakan Tionghoa).&lt;br /&gt;Siapa pula yang tidak kenal soto Medan? Nyam..nyamâ€¦ Bayangin kelezatan kuahnya, dagingnya (bisa daging ayam, sapi atau udang) salah satu yang terkenal adalah Soto Udang di Jalan Kesawan, kalau saya sih langganannya soto Medan â€œPurwodadiâ€� di Brayan. Biasanya makan soto didampingi sepiring nasi putih, perkedel dan sambal kecap.&lt;br /&gt;Kalau makanan Batak kita bisa coba arsik ikan (salah satu bumbunya adalah bawang Batak), daun ubi tumbuk (daun singkong yang dihaluskan dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu lainnya, kalau suka ditambah rimbang), makannya ditemani ikan asin sama sambal ikan atau sambal ayam. Bakal gak cukup nasi sepiring heheâ€¦Bagi yang non-muslim bisa mencoba hidangan di lapo yang menawarkan BPK (Babi Panggang Karo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan Jawa juga mudah kita jumpai, seperti pecal, gado-gado, tongseng, gudeg juga ada. Nah, yang lagi naik daun di Medan adalah hidangan ayam penyet.&lt;br /&gt;Masakan Aceh juga banyak penggemarnya di Medan. Di Glugur, dekat rumah saya ada Sop Sumsum Langsa. Dengan Rp 23.000 kita bisa mendapatkan satu porsi sup tulang kaki sapi yang segar. Sumsumnya dihisap dengan memakai sedotan (pipet  kata orang Medan). Sluurrrp.... Tidak sedikit orang yang menyukai mie Aceh, apalagi mie Aceh dengan kepiting di Titi Bobrok yang sangat terkenal. Tapi, entah kenapa ya, saya termasuk segelintir orang yang tidak menyukai mie Aceh. Apalagi pakai kepiting, bukan karena saya tidak suka kepiting, tapi karena saya alergi kepiting !!&lt;br /&gt;Sumbangan kuliner dari India dan Timur Tengah juga tidak bisa dikesampingkan. Martabak India/Mesir pasti tidak pernah saya tolak hehe... Sertakan juga nasi Briyani, roti cane, makanan kecil seperti mayong (putumayam/putumayang), kue putu.&lt;br /&gt;Sebagai tambahan informasi, oleh-oleh dari Medan tidak hanya bika Ambon dan sirup Markisa. Coba saja cari di Jalan Mojopahit (langganan saya toko Zulaika) ada lapis legit dan sirup terong Belanda. Tidak ketinggalan pula Bolu Gulung Meranti di Jalan Kruing yang lembut banget itu. Kalau mau makanan mentah Anda bisa mencari teri Medan sebagai oleh-oleh. Biasanya ibu saya beli di Sentral (pajak central aka pusat pasar aka Central Market) di dekat Medan Mall. Mau beli durian tanpa mengenal musim? Coba cari di Jalan Adam Malik (Glugur by pass), atau di satu toko baru pusat oleh-oleh serba durian di Jalan Sekip.&lt;br /&gt;Wah..wah, mendata makanan dan minuman yang ada di Medan jadi haus. Pengen jus Martabe nih alias jus markisa plus terong Belanda. Cao dulu awak ya, Wak!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-296322856045226725?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/296322856045226725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/medan-multicultural-city.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/296322856045226725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/296322856045226725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/medan-multicultural-city.html' title='Medan, The Multicultural City'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-8891142624224572645</id><published>2009-02-07T09:03:00.003+07:00</published><updated>2009-02-12T16:34:13.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Moslem'/><title type='text'>Teologi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan</title><content type='html'>Oleh: Ustadz Faqihuddin Abdul Kodir, MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih yang Prinsip, bukan yang Parsial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiskusikan fakta "bahwa Nabi Muhammad saw. berpoligami" sampai saat ini masih&lt;br /&gt;menjadi bahan diskusi menarik. Ada banyak analisis yang muncul dan berkembang. Mulai dari sekadar pandangan sebagai bukti dari kekuatan fisik dan biologis Nabi saw., sampai dengan analisis dakwah dan kemanusiaan yang sarat dengan tujuan-tujuan mulia kenabian. Saat ini, selama satu dekade ke belakang, poligami Nabi saw. dibaca sebagai alat promosi tindakan-tindakan yang sewenang-wenang terhadap perempuan. Fakta poligami Nabi saw. telah dibahasakan dengan atraktif oleh banyak kalangan dengan ucapan: "poligami sunnah". Fakta "Nabi saw. mempraktikkan poligami" dan "ungkapan poligami sunnah" diwacanakan pada saat- saat sekarang ini, di mana realitas poligami menjadi sesuatu yang tidak sejalan dengan tuntutan keadilan bagi perempuan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, ada banyak fakta lain yang tidak terungkap dalam istilah sunnah, sebagai sesuatu yang dipraktikkan Nabi Muhammad saw. Jika fakta-fakta ini diungkap, kita bisa memastikan bahwa ungkapan "poligami itu sunnah" tidak sepenuhnya bisa dijadikan alasan untuk tidak mengkritik praktik-praktik poligami yang saat ini marak dilakukan.&lt;br /&gt;Banyak orang terperdaya dengan ungkapan "poligami itu sunnah", atau "poligami itu dipraktikkan Nabi". Sehingga mereka ketakutan untuk melakukan kritik terhadap perkawinan poligami. Karena mengkritik poligami, -apalagi menolak dan melarangnya- dianggap mengkritik prilaku Nabi. Bagi ummat Islam, melakukan kritik terhadap Nabi merupakan perbuatan tercela, bahkan bisa dianggap sebagai tindakan kemurtadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan "poligami itu sunnah" dengan maknanya yang apresiatif dan penuh anjuran terhadap poligami, pada praktiknya menafikan kenyataan "sunnah-sunnah" lain yang lebih memihak pada sesuatu yang lebih prinsip dari sekadar poligami atau monogami. Seperti sunnah untuk tidak menyakiti, sunnah untuk tidak melakukan kekerasan dan sunnah untuk berbuat adil. Sunnah-sunnah seperti ini jauh lebih mendasar dari sekadar sunnah poligami, bahkan sunnah menikah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun ada teks hadis yang menyatakan bahwa "menikah itu sunnah", tetapi mayoritas ulama membahas pernikahan layaknya juga amal-amal lain, yang bisa menjadi wajib, sunnah, makruh, bahkan bisa haram. Karena ada sesuatu yang lebih prinsip; jika mendatangkan manfaat yang riil menjadi baik, tetapi jika mendatangkan kemudaratan bisa menjadi buruk, bahkan haram. Inilah "sunnah yang lebih prinsip".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra., berkata: bahwa Nabi saw. bersabda: "Menikah adalah sunnahku; Barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka ia bukan termasuk ummatku. Menikahlah, karena aku akan membanggakan jumlah besar kalian di hadapan umat-umat lain. Barangsiapa yang memiliki kesanggupan, maka menikahlah. Jika tidak, maka berpuasalah karena puasa itu bisa menjadi kendali" (Riwayat Ibn Majah, lihat: Kasyf al-Khafa, II/324, no. Hadis: 2833).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun dalam teks hadis ini menikah dianggap sebagai sunnah, tetapi dalam diskursus fiqh, menikah tidak serta-merta menjadi pilihan satu-satunya. Bisa saja orang memilih tidak menikah, karena merasa tidak berhasrat dan lebih memilih beribadah atau menuntut ilmu. Ada banyak argumentasi yang diajukan dalam pembicaraan ini. Paling tidak adalah teks hadis yang mengaitkan pernikahan dengan kemampuan, dan pembukaan peluang bagi yang tidak mampu menikah untuk berpuasa sebagai ganti dari anjuran menikah. Ketika pernikahan dikaitkan dengan kemampuan, berarti ia tidak menjadi pilihan satu-satunya. Karena pasti ada kondisi di mana seseorang tidak merasa mampu untuk menikah, dan dia memilih untuk tidak menikah. Bahkan teks hadis Ibn Majah di atas menyebutkan secara eksplisit pilihan untuk tidak menikah itu dengan ungkapan "berpuasalah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teks hadis lain yang lebih sahih: Dari Ibn Mas'ud ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang memiliki kemampuan, maka menikahlah, karena menikah itu bisa menundukkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu maka berpuasalah, karena puasa itu bisa menjadi kendali baginya (Riwayat Imam Bukhari, Kitab an-Nikah, no. Hadis: 5066).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dalam teks hadis ini dikaitkan dengan kemampuan seseorang. Berarti bagi orang yang tidak memiliki kemampuan, atau mungkin kesiapan, dia tidak dikenai anjuran menikah. Dalam komentar Ibn Hajar (w. 852 H.) terhadap teks hadis ini, orang yang tidak mampu menikah (bersetubuh) justru disarankan untuk tidak menikah, bahkan bisa jadi menikah itu baginya menjadi makruh. Memang dalam diskursus fiqh, menikah tidak serta-merta menjadi sunnah, sekalipun disebutkan dalam teks hadis di atas sebagai sesuatu yang sunnah. Menikah banyak berkaitan dengan kondisi-kondisi kesiapan mempelai dan kemampuan untuk memberikan jaminan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali (w. 505 H.) misalnya, menyatakan bahwa bagi seseorang yang merasa akan memperoleh manfaat dari menikah dan terhindar dari kemungkinan penistaan dalam pernikahan, sebaiknya ia menikah. Namun, ketika ia justru tidak akan memperoleh manfaat, atau tidak bisa menghindari kemungkinan penistaan, maka ia tidak dianjurkan menikah. (lihat: Fath al-Bari, X/139). Lebih tegas lagi, Imam Syafi'i (w. 204 H.) menyatakan bahwa menikah adalah urusan syahwat bukan urusan ibadah, apalagi sunnah. Sama persis dengan urusan makan minum yang dilakukan untuk memenuhi syahwat perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menurut sebagian besar ulama fiqh, hukum menikah terkait dengan kondisi kesiapan mempelai; bisa sunnah, wajib, makruh, dan bisa haram. Ibn Daqiq al-â€˜Id menjelaskan; bisa wajib ketika seseorang merasa sangat tergantung untuk menikah, yang jika tidak dilakukan ia bisa terjerumus pada perzinaan. Juga bisa haram, ketika pernikahan menjadi ajang penistaan terhadap istri, baik dalam hal nafkah lahir maupun batin. Menjadi sunnah, jika ia tidak tergantung terhadap menikah, tetapi bisa mendatangkan manfaat baginya. Jika menikah tidak mendatangkan manfaat, maka hukumnya justru menjadi makruh. (lihat: Fath al-Bari, X/138-139).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ulama fiqh ini menyiratkan betapa ungkapan "menikah adalah sunnah" tidak bisa dipahami secara literal dan berlaku secara umum. Ungkapan ini merupakan motivasi agar setiap orang mengkondisikan pernikahan sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan dan manfaat. Dengan kondisi seperti ini, semua orang akan termotivasi dan terdorong untuk menikah dan memperbaiki kehidupan pernikahannya. Namun, dalam realitas kehidupan bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya, di mana pernikahan juga bisa mendatangkan kenistaan dan kekerasan. Ulama fiqh telah begitu cermat membaca teks hadis "menikah sunnah" dalam konteks realitas kehidupan yang nyata sehingga bisa saja menjadi wajib, makruh, bahkan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah bisa menjadi haram, karena dalam Islam ada yang lebih prinsip dari sekadar menikah atau tidak menikah, yaitu keadilan, antikezaliman dan antikekerasan. Jika suatu perbuatan akan mengakibatkan kemudharatan, maka dapat dipastikan bahwa sesuatu itu secara prinsip dilarang dalam Islam. Karena itu, setiap perkawinan yang akan mengakibatkan kenistaan pada salah satu pihak, perempuan atau laki-laki, atau keduanya, maka harus dicegah dan diharamkan. Dengan demikian, pembicaraan "sunnah menikah" sejak awal harus dikaitkan dengan prinsip-prinsip yang lebih mendasar; keadilan, kesetaraan dan antikezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu teks hadis yang diriwayatkan Imam Malik dalam Kitab al-Muwatta', Ahmad bin Hanbal dalam al-Musnad, al-Hakim dalam al-Mustadrak, ad-Dar al-Quthni dalam as-Sunan dan Ibn Majah dalam as-Sunan, Nabi Muhammad saw. menyatakan dengan tegas: "Tidak boleh ada sesuatu yang merusak dan menistakan (la dharara wa la dhirar). Teks hadis ini telah dijadikan prinsip utama dalam mengembangkan bangunan fiqh, sehingga setiap keputusan hukum fiqh (hukum Islam) harus dibebaskan dari segala sesuatu yang mungkin akan merusak, menzalimi, menistakan atau berakibat kekerasan. (lihat: as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha'ir, h. 173).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika logika ini digunakan, tidak sepatutnya "poligami sunnah" diwacanakan sebagai propaganda keagamaan, apalagi menjadi sesuatu yang prinsip dalam agama. Justru semangat keadilan dan antikezaliman, yang seharusnya menjadi panduan dalam memahami semua teks-teks hadis mengenai poligami, maupun monogami. Ini bisa ditemukan secara nyata dalam teks-teks hadis mengenai perkawinan Nabi saw., peringatan Nabi saw. terhadap pelaku poligami dan penolakan Nabi saw. terhadap rencana poligami Ali ibn Abi Thalib terhadap putri Nabi, Fathimah az-Zahra ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman "sunnah poligami" sebagai anjuran atau apresiasi terhadap poligami adalah terlalu menyederhanakan persoalan, di samping juga bisa menyesatkan. "Sunnah poligami" yang sesungguhnya tidak sekadar boleh berpoligami, tetapi menyangkut seluruh perilaku, tindakan dan ucapan Nabi dalam persoalan poligami. Karena sunnah, seperti didefinisikan para ulama adalah seluruh tindakan, perilaku dan ucapan Nabi saw., maka "sunnah poligami" adalah seluruh perilaku dan tindakan Nabi saw. yang terkait dengan poligami, kapan, kenapa, berapa dan bagaimana perlakuan yang diberikan ketika berinteraksi dengan para istri. Untuk persoalan jumlah, seluruh ulama sepakat untuk mengharamkan "mengikut jejak sunnah Nabi". Seperti diketahui dalam catatan sejarah kita, Nabi saw. menikahi lebih dari empat orang perempuan. Ketika Nabi saw. wafat, yang tercatat sebagai istri baginda pada saat itu berjumlah sembilan orang. Namun semua ulama mengharamkan keteladanan "sunnah" menikah dengan lebih dari empat orang perempuan. Karena Nabi saw. sendiri hampir tiga kali memerintahkan beberapa sahabat untuk menceraikan istri di atas empat orang. Yaitu yang diungkapkan terhadap Ghilan bin Salamah as-Saqafi ra., Wahb al-Asady ra. dan Qays bin al-Haris ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Umar ra. berkata: bahwa Ghilan bin Salamah as-Saqafi masuk Islam dan memiliki sepuluh orang istri pada masa Jahiliyah (sebelum masuk Islam), bersamanya mereka juga masuk Islam, lalu Nabi menyuruhnya untuk memilih empat orang saja dari mereka. (Riwayat at-Tirmizi).( Lihat: Ibn al-Atsir, Jami' al-UshÃ»l, juz XII, h. 164, no. hadis: 9031).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu saja bukan teks hadis, atau sunnah menyuruh orang untuk berpoligami, sebaliknya membatasi orang berpoligami. Batasan ini tidak lain, karena ada prinsip yang lebih mendasar yaitu larangan menyakiti dan menzalimi. Larangan menikah lebih dari empat, seperti ditegaskan banyak ulama, juga setidaknya menyiratkan bahwa "sunnah poligami" tidak secara sederhana hanya dipahami "meneladani" Nabi yang berpoligami. Karena masih banyak lagi sunnah-sunnah lain, yang dijadikan rujukan utama oleh ulama fiqh, terutama sunnah yang lebih prinsip. Sunnah antikezaliman dan sunnah keadilan. Sunnah keadilan ini secara tegas dinyatakan dalam beberapa teks hadis. Di antaranya:&lt;br /&gt;â€œDari Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa yang memiliki dua orang istri, kemudian dia tidak berbuat adil terhadap keduanya, maka nanti dia akan datang pada hari kiamat dan separoh tubuhnya jatuh (terbelah). Dalam riwayat Abu Dawud: Barangsiapa yang memiliki dua orang istri, kemudian ia cenderung kepada salah satu dari keduanya, maka ia datang di hari kiamat kelak dan separoh tubuhnya terlepas. Dalam riwayat an-Nasa'i: "Dia cenderung kepada salah seorang dari keduanya, maka ia akan datang pada hari kiamat dan separoh anggota tubuhnya terlepas". (Riwayat Abu Dawud, at-Tirmizi dan an-Nasa'i).( Lihat: Ibn al-Atsir, juz XII, h. 168, no. hadis: 9049).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komentar al-Mubarakfuri (Muhammad Abd ar-Rahman bin Abd ar-Rahim, w. 1353), ada riwayat lain yang menegaskan bahwa orang tersebut di hari kiamat akan menyeret-nyeret separoh tubuhnya yang terjatuh ke lantai. Ungkapan ini merupakan gambaran penyiksaan yang pedih dan dahsyat. (Lihat: al-Mubarakfuri, Muhammad Abd ar-Rahman bin Abd ar-Rahim, Tuhfat al-Ahwadzi, Dar al-Fikr, Beirut, 1995, juz IV, h. 228).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu tidak akan diancam dengan siksaan yang pedih, kecuali karena sesuatu tersebut dilarang agama dan termasuk perbuatan dosa. Berbuat tidak adil terhadap istri-istri dalam perkawinan poligami adalah perbuatan dosa yang mengakibatkan siksaan di akhirat nanti. Dalam riwayat lain, ada ungkapan bahwa kecenderungan terhadap salah seorang istri yang lebih besar dari istri yang lain, adalah perbuatan dosa yang diancam siksaan akhirat. Dalam komentar asy-Syawkani terhadap teks sunnah ini, seseorang yang menginap lebih lama dengan salah seorang istri, misalnya dengan yang satu dua malam sementara dengan yang lain hanya satu malam, adalah termasuk tindakan ketidakadilan yang diancam siksaan pedih dalam teks sunnah tersebut. Perbuatan inilah yang juga dilarang Alquran dalam surat an-Nisa ayat 129. (Lihat: asy-Syawkani, Nayl al-AwthÃ¢r, juz VI, h. 371-372).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman siksa terhadap pelaku ketidakadilan dalam berpoligami, adalah salah satu bentuk kritik eksplisit terhadap praktik poligami itu sendiri. Di samping cara kritik lain yang lebih halus, seperti perlunya pembatasan jumlah, perlunya ada aturan dan keharusan untuk memperhatikan kebutuhan "bergilir" perempuan. Ada model kritik lain dari sunnah Nabi saw. terhadap praktik poligami, seperti pujian terhadap kehidupan monogami baginda Nabi saw. dengan Khadijah ra., tidak mengizinkan Ali ra. mempoligami Fathimah ra. dan mempersilakan Ali ra. untuk memilih mencerai Fathimah ra. untuk mengawini perempuan lain, atau tetap dengan Fathimah ra. tanpa menikahi perempuan lain. Semua ini merupakan bentuk kritik sunnah terhadap praktik poligami, yang jika dipahami secara utuh, sebenarnya sunnah Nabi saw. pada tataran ideal justru memilih monogami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œDari al-Miswar bin Makhramah berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda di atas mimbar: "Beberapa keluarga Bani Hisyam bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib, -ketahuilah-, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan, sungguh tidak aku izinkan, kecuali kalau Ali bin Abi Thalib mau menceraikan putriku, lalu mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga". (Lihat: Ibn Hajar, Fath al-Bari, juz X, hal. 409, no. hadits: 5230).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teks sunnah ini, secara tersurat disebutkan alasan Nabi saw. tidak memberikan izin poligami, yaitu karena mengganggu perasaan Fathima ra. dan menyakiti hatinya. Karena itu, Imam al-Bukhari sendiri memberi judul bab untuk hadits ini dengan pernyataan upaya keras orang tua untuk membela putrinya agar tetap diperlakukan dengan layak dan adil (bab dzabb ar-rajul an ibnatiha fi al-ghirati wa al-ishafi). Poligami menyakiti hati Fathimah ra., sebagaimana juga menyakiti banyak perempuan. Nabi saw. merasakan sakit hati itu, dan berkewajiban membelanya agar tidak menjadi korban perlakuan yang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada alasan lain, yaitu karena yang ingin dinikahi Ali ra. adalah putri Abu Jahl yang bernama al-Juwairiyyah. Nabi saw. tidak ingin putri Rasulullah saw. berkumpul dengan putri musuh Allah swt. Alasan ini seringkali diungkapkan beberapa ulama. Hal itu juga secara tersurat disebutkan dalam salah satu riwayat teks sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari al-Miswar bin Makhramah ra., berkata: bahwa Ali meminang anak perempuan Abu Jahal, padahal dia sudah beristri Fathimah ra. putri Nabi saw. Fathimah mendengar hal tersebut, lalu mendatangi Rasulullah saw., seraya berkata: "Dia menganggap kamu tidak akan pernah marah membela putri-putri kamu (wahai ayahku). Ini, Ali akan menikahi anak Abu Jahal". Lalu Rasulullah saw. bergegas, dan aku mendengar, setelah selesai shalat, baginda berkata: "Amma ba'du (maka setelah itu), aku telah menikahkan putriku terhadap Abu al-Ash bin ar-Rabi dan dia setia serta jujur terhadapku. Fathimah itu bagian dari diriku, aku tidak senang jika ada orang berbuat buruk terhadapnya â€“dalam suatu riwayat, jika ada orang yang membuat fitnah (gangguan) kepadanya-, demi Allah, tidak akan pernah bisa berkumpul putri Rasulullah dengan putri musuh Allah dalam pangkuan satu orang suami selamanya". (Riwayat Muslim dan at-Tirmizi).( Lihat: Ibn al-Atsir, juz XII, h. 162-163, no. hadis: 9026).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syeikh Ahmad Syakir, seorang ulama al-Azhar terkemuka, bahwa larangan poligami Ali ra.. adalah soal keluarga Nabi saw., bukan soal-soal masyarakat secara umum. Nabi saw. tidak suka, jika Fathimah bint Rasulullah saw. satu rumah dengan al-Juwairiyyah putri Abu Jahl. Pelarangan poligami tersebut bukan karena ingin mengharamkan "yang sudah dihalalkan" atau sebaliknya menghalalkan "yang sudah diharamkan". Jika demikian, maka siapapun tidak berwenang untuk melakukan pelarangan terhadap poligami, kecuali jika berangkat dari "persoalan pribadi" atau "keluarga". Poligami adalah sesuatu yang dihalalkan Allah swt., dan tidak boleh siapapun mengharamkannya, atau melarangnya. Fakta "pelarangan poligami Ali ra." merupakan soal "pribadi keluarga Nabi saw", karena ketidaksukaan "putri Rasul satu rumah dengan putri Abu Jahl". Pelarangan ini tidak terkait dengan pelarangan "syariat poligami" yang nyata dihalalkan Allah swt. (Lihat: Syahhatah, Abdullah, al-Mar'ah fi al-Islam bayna al-Madhi wa al-Hadhir, al-Hai'ah al-Ammah al-Mishriyyah, tt, h. 146). Ini adalah salah satu pandangan, yang tidak menjadi satu-satunya pemahaman yang lahir dari hadis tersebut. Pandangan ini sangat terbuka untuk dikritik; baik dengan argumentasi "prinsip keadilan", atau melalui perbandingan dengan pemahaman-pemahaman lain terhadap teks hadis yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini perlu dipertimbangkan karena bertentangan dengan akhlak Nabi saw. yang pemaaf terhadap bekas-bekas musuh, tidak mengungkit kesalahan masa lalu dan tidak mengaitkan seseorang dengan kesalahan orang tuanya. Menjadikan "calon istri kedua yang anak Abu Jahl" sebagai alasan pelarangan poligami, sebenarnya sangat membingungkan dalam konteks pembicaraan mengenai kepribadian Nabi Muhammad saw. Karena, dengan menerima alasan ini berarti kita mencitrakan Nabi saw. sebagai pendendam terhadap musuh. Padahal semua tahu, sifat Nabi saw. tidak demikian adanya. Betapa hubungan Nabi saw. dengan Abu Sufyan ra., musuh utama Nabi saw. dalam seluruh peperangan melawan Quraisy, setelah dia masuk Islam adalah sangat baik. Padahal istrinyalah yang merobek dada paman Nabi saw., Hamzah dan memakan ulu hatinya. Sebelum Abu Sufyan masuk Islampun, Nabi saw. menikahi putrinya, Umm Habibah ra. Nabi saw. juga menikahi Shafiyyah putri Huyayy bin Akhthab pemimpin Kaum Bani Nadhir yang memerangi Nabi saw. sampai tetes darah penghabisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan relasi Nabi saw. dengan bekas-bekas musuh sangat banyak. Dan tentu banyak catatan tentang orang yang awalnya memusuhi Nabi saw., kemudian berbalik masuk Islam dan menjadi pembela utama dan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Nabi saw. Sesuatu yang sangat naif, jika kemudian Nabi saw. menganggap buruk terhadap al-Juwairiyyah binti Abu Jahal, hanya karena status dia adalah anak musuh Allah. Padahal dia sendiri sudah menjadi muslimah yang baik. Islam sendiri tidak mengaitkan dosa-dosa orang lain, orang tua sekalipun, dengan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun, Fathimah ra. putri Nabi saw. merasa sakit ketika hendak dipoligami. Dia mengadukan perasannya kepada baginda Nabi saw., dan baginda ikut merasakan kegalauannya. Bagindapun memenuhi suara seorang perempuan yang sakit karena akan dipoligmi. Kata Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fathimah adalah putriku, bagian dari diriku, aku merasa terganggu apa yang mengganggu dirinya, dan aku merasa terluka dari apa yang melukai dirinya".&lt;br /&gt;Apapun alasannya, yang jelas ada fakta bahwa Nabi saw. tidak mengizinkan Ali ra. menikah yang kedua kali ketika Fathima ra. masih berada di sisinya. Nabi saw. memberi tawaran kepada Ali ra. untuk menceraikan Fathima ra., jika ingin menikah dengan perempuan lain, atau tetap bersama Fathima ra. tanpa menikah dengan perempuan lain. Karena poligami menjadi fitnah bagi diri Fathimah ra. dan sangat mengganggu kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw., dalam teks sunnah di atas, lebih memuji kesetiaan Abu al-Ash suami Zainab binti Muhammad saw. Padahal Abu al-Ash hampir selama enam tahun berpisah dari Zainab yang berada di Madinah, karena ia saat itu masih berada pada barisan orang-orang kafir Quraisy di Mekkah. Namun, Abu al-Ash tetap setia, begitu juga Zainab, sehingga ketika dia menyusul ke Madinah dan masuk Islam, Nabi saw. mempertemukan mereka kembali tanpa mengulangi pernikahan mereka sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan memiliki hak penuh untuk merasa sakit hati terhadap poligami, bahkan merupakan sesuatu yang alami dan tidak ada kaitannya dengan agama. Fathimah sendiri merasa sakit hati, dan perasaannya diakui Nabi saw. Berarti, sakit hati karena poligami juga â€˜sunnahâ€™. Karena ia dirasakan Fathimah ra. dan diakui Nabi saw. Perempuan bisa tidak mengizinkan dirinya dipoligami, atau orang tua bisa tidak mengizinkan putrinya dipoligami. Penolakan ini tidak ada kaitannya dengan kurang beragama, kurang sabar, atau kurang setia terhadap suami. Penolakan merupakan hak penuh perempuan, juga hak orang tua. Lebih dari itu, ia juga merupakan sunnah, yang nyata dipraktikkan Nabi saw. Pada teks sunnah di atas, jelas sekali bagaimana Fathimah ra. dan Nabi saw. menolak rencana poligami Ali ra. Dan sesuatu yang dipraktikkan Nabi saw., atau yang diakui Nabi saw adalah sesuatu yang disebut sunnah. Sekali lagi, menolak poligami adalah sunnah, sakit hati terhadap poligami juga sunnah. Karena sunnah, adalah sesuatu yang dilakukan, diucapkan, atau diakui oleh Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua karena ada sunnah yang lebih prinsip, yaitu sunnah antikekerasan dan antikezaliman. Jika praktik poligami mendatangkan kekerasan seperti yang banyak terjadi pada masa sekarang ini, bisa dipastikan ia bukan sesuatu yang dianjurkan Islam dan tidak layak dipromosikan dengan ungkapan "poligami itu sunnah". Pada konteks ini, kita bisa secara jelas melihat bagaimana Alquran memberikan pilihannya pada pernikahan monogami, sebagai sesuatu yang lebih dekat untuk tidak berbuat zalim. Dzalika adna alla ta'Ã»lÃ», kata Alquran (Qs. 4: 3). Monogami itu lebih dekat bagi anda untuk tidak berbuat nista, kata Alquran. Dari teks ini, Imam Abu Hanifah pernah menyatakan di hadapan Khalifah Abu Ja'far al-Mansur yang sedang berdialog soal poligami: "Kita harus berperilaku dengan adab Alquran yang menyatakan monogami itu lebih dekat bagi seseorang untuk tidak berbuat nista. Terakhir, mungkin kita bisa menegaskan bahwa monogami itu pilihan ideal qurani. Dzalika adna alla ta'€™Ã»lÃ».]&lt;br /&gt;TAKEN FROM: www.rahima.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-8891142624224572645?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/8891142624224572645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/teologi-anti-kekerasan-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8891142624224572645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8891142624224572645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/teologi-anti-kekerasan-terhadap.html' title='Teologi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-8780506019051808829</id><published>2009-02-07T09:03:00.002+07:00</published><updated>2009-02-10T14:34:14.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Undangan Resmi</title><content type='html'>Jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam, Razan dah bobok, suami saya sedang menyaksikan acara televisi, saya sendiri sibuk belajar nge-blog. Handphone suami berbunyi, ada pesan masuk. Isinya undangan pernikahan dari teman SMA dulu untuk keesokan harinya. Ini bukan sms pertama yang bertema undangan pernikahan. Yang paling saya ingat salah satu bunyi sms yang pernah diterima suami saya bunyinya kira-kira seperti ini “Tanggal dd/mm/yy akan dilaksanakan resepsi pernikahan X dan Y. Bertempat di…. Dari pukul sekian sampai sekian. Mohon doa restunya. Tolong sampaikan pada teman-teman yang lain. Ini undangan resmi”.&lt;br /&gt;Perkembangan zaman dan perkembangan teknologi kini memudahkan kita beraktivitas, termasuk dalam hal mengundang relasi ke pesta pernikahan. Cara konvensional seperti mendatangi rumah rekan-rekan yang hendak diundang, ataupun diwakili oleh kartu undangan sepertinya mulai ditinggalkan. Kini tidak hanya lewat telfon, sms, undangan bahkan disampaikan melalui friendster. Saving a lot of time, effort, and money sometimes.&lt;br /&gt;Saya selalu berusaha berbaik sangka kepada sang pengundang. Mungkin dia terlalu repot mempersiapkan pernikahan, mungkin karena lost contact dan baru bisa menghubungi, dan segala kemungkinan yang saya bisa berikan kepada diri saya sendiri. Sebutlah saya sebagai seorang yang kolot, ketinggalan zaman atau apapun itu. Tapi undangan berantai melalui sms benar-benar mengganggu saya. Serius tidak ya yang mengundang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-8780506019051808829?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/8780506019051808829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/undangan-resmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8780506019051808829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/8780506019051808829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/undangan-resmi.html' title='Undangan Resmi'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5917030714036123450.post-356910924729965021</id><published>2009-02-07T01:48:00.000+07:00</published><updated>2009-02-07T08:57:02.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Health'/><title type='text'>Mewaspadai Kanker Payudara dan Kanker Serviks</title><content type='html'>Sekitar dua minggu yang lalu sepupu saya, Nena, menjalani operasi pengangkatan tumor dari payudaranya. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar. Kejadian ini melatarbelakangi saya mencari informasi mengenai kanker payudara, because you know, itâ€™s a little bit spooky for me karena terjadi pada orang dekat saya. Berikut ini informasi dari berbagai sumber mengenai penyakit kanker yang terkait dengan wanita, tidak hanya kanker payudara namun juga kanker serviks yang juga menjadi â€˜pembunuhâ€™ kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kanker Payudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kanker payudara simply adalah kanker yang ada pada jaringan payudara.&lt;br /&gt;Gejala klinis kanker payudara dapat berupa (a) Benjolan pada payudara. Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, makin lama makin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. (b) Erosi atau eksema puting susu. Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk, mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu makin lama makin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. (c) Pendarahan pada puting susu. (d) Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul kalau tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau kalau sudah ada metastase ke tulang-tulang. (e) Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh&lt;br /&gt;Jika hubungan darah satu derajat dengan Anda, misalnya ibu atau saudara kandung perempuan Anda menderita atau pernah menderita kanker payudara, maka resiko Anda adalah dua sampai dua setengah kali lebih besar dibandingkan wanita yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara. Dan jika hubungan darah dua derajat dengan Anda, seperti nenek ataupun bibi, pernah didiagnosa memiliki kanker payudara semasa hidupnya, maka resiko Anda adalah satu setengah sampai dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang tidak memiliki riwayat keluarga tersebut. Dan garis keturunan ini berlaku dari dua sisi, ayah dan ibu Anda.&lt;br /&gt;Resiko terkena kanker payudara bisa ditekan seminimal mungkin. Beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti :&lt;br /&gt;1. Hindari rokok dan alkohol.&lt;br /&gt;Berbagai penelitian menunjukkan merokok dan mengkonsumsi alkohol meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lakukan screening deteksi dini kanker secara rutin&lt;br /&gt;Deteksi dini kanker secara bermakna sangat meningkatkan angka kesembuhan dan sangat menurunkan risiko kematian akibat kanker. Melakukan metode SADARI (periksa payudara sendiri) dan  mammogram secara rutin. Saat ini, mammogram adalah metode pendeteksi tumor terbaik yang dapat mendeteksi keberadaan tumor yang kecil sekalipun. Mulai usia 40 tahun, para perempuan dianjurkan menjalani pemeriksaan mammogram dan pemeriksaan fisik oleh dokter tiap tahunnya. Wanita dengan riwayat keluarga penderita kanker payudara harus mulai melakukan pemeriksaan setidaknya saat usia 5 atau 10 tahun lebih muda dibandingkan usia orang tua atau keluarga Anda saat terdeteksi kanker payudara, tapi tidak boleh dilakukan sebelum berusia 25 tahun.&lt;br /&gt;3.Minta dokter mereferensikan Anda pada ahli genetika.&lt;br /&gt;Kanker payudara yang bersifat turunan, kebanyakan disebabkan karena adanya mutasi pada gen BRCA 1 atau 2, yaitu gen yang bertanggung jawab dalam munculnya kanker payudara. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara yang cukup tinggi (derajat pertama atau lebih dari satu orang dalam keluarga Anda menderita kanker payudara), cobalah untuk melakukan tes genetika. Karena wanita yang memiliki mutasi pada gen BRCA 1 dan 2, selain memiliki resiko terkena kanker payudara sampai 85 persen, juga ternyata memiliki resiko kanker ovarium yang lebih tinggi, 44 % lebih tinggi dari mereka yang mengalami mutasi pada gen BRCA 1, dan 27 % lebih tinggi dari mereka yang mengalami mutasi gen pada BRCA 2.&lt;br /&gt;4.Mastektomi sebelum serangan kanker.&lt;br /&gt;Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya kanker masih ada.&lt;br /&gt;5. Berolahraga secara teratur&lt;br /&gt;Sejalan dengan meningkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara. Wanita postmenopause yang rajin berolahraga secara teratur mengalami penurunan resiko kanker payudara sampai 30%, sedangkan mereka yang berolahraga sepanjang hidupnya, mengalami penurunan resiko sampai 42 persen.&lt;br /&gt;6. Menjaga berat badan normal agar tetap sehat&lt;br /&gt;Penelitian baru-baru ini di Fred Hutchinson Cancer Reasearch Center di Seattle menemukan bahwa wanita obesitas (dengan Body Mass Index diatas 31,1) memiliki resiko kanker payudara setelah masa menopause (postmenopausal breast cancer) dua setengah kali lebih besar dibanding wanita dengan angka BMI di bawah 22,6. Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat. Cara terbaik mempertahankan berat badan normal adalah dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan segar, dan kurangi makanan tinggi kalori seperti minuman mengandung gula dan makanan berlemak.&lt;br /&gt;7. Hindari menggunakan terapi hormonal menopause&lt;br /&gt;Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti hormon (Hormone Replacement Therapy/HRT). Beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimerâ€™s. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara. Bicarakan dengan dokter anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul.&lt;br /&gt;8. Mengkonsumsi obat untuk mengurangi risiko kanker&lt;br /&gt;Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker, bisa mendapatkan terapi Tamoksifen dan Raloxifen, yang bekerja dengan cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen. Penggunaan obat ini harus dengan konsultasi ke dokter.&lt;br /&gt;9. Hindari pajanan terhadap bahan penyebab kanker&lt;br /&gt;Pajanan terhadap radioaktif dan bahan kimia tertentu telah terbukti meningkatkan risiko kanker. Bagi karyawan yang bekerja di industri yang berhubungan dengan radioaktif ataupun bahan kimia berbahaya tertentu, wajib mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.&lt;br /&gt;10. Konsumsi makanan penurun risiko kanker dan perhatikan jenis lemak yang dikonsumsi&lt;br /&gt;(a). Perbanyak makan buah dan sayuran. Jenis makanan ini mengandung anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang. Makanan yang berasal dari kacang-kacangan seperti kedelai mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara. Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh. (b). Konsumsilah makanan tinggi kalsium dan vitamin D, seperti susu rendah lemak, dan yogurt. (c). Meningkatkan asupan asam folat. Laporan terbaru menunjukkan bahwa wanita dengan kadar asam folat lebih tinggi memiliki penurunan resiko mengalami kanker payudara sampai 27 % dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar asam folat lebih rendah. Jadi mulai sekarang banyak-banyaklah makan sayuran hijau, buah strawberry, dan minum multivitamin harian yang mengandung asam folat 400 mikrogram. (d). Penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemak bukan jumlah lemak yang dikonsumsi. Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan  asam lemak dalam margarin. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah. Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya.&lt;br /&gt;11. Hindari xeno-estrogens.&lt;br /&gt;Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara. Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product). Tetapi anda tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya.&lt;br /&gt;12. Menyusui/memberikan ASI kepada anak&lt;br /&gt;Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kanker Mulut Rahim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi penyakit yang menjadi momok kaum wanita adalah kanker mulut rahim. Mulut rahim (serviks) adalah bagian dari rahim yang berbatasan langsung dengan bagian atas vagina. Melalui saluran serviks (mulut rahim) darah menstruasi mengalir setiap bulan dan keluar lewat vagina.&lt;br /&gt;Kanker leher rahim dideteksi dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang sangat sederhana, murah, nyaman, praktis dan mudah. Metode IVA dirancang untuk masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan. Sedangkan untuk masyarakat kota, tersedia metode deteksi dini dengan cara Pap Smear.&lt;br /&gt;Penyebab pasti dari kanker serviks sampai sekarang belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat kaitan yang cukup erat antara kanker serviks dengan infeksi HPV (Human Papilloma Virus). Sehingga saat ini vaksinasi HPV merupakan salah satu upaya mencegah kanker serviks (mulut rahim). Vaksinasi HPV diberikan pada wanita yang belum pernah mengalami kontak seksual dan kondisi rahimnya normal, dan tidak ada lesi pra kanker. Di Amerika vaksinasi ini biasa diberikan pada usia 9-13 tahun, untuk Indonesia rentang usia bisa sekitar 14-27 tahun. Kendala utama dari vaksinasi ini adalah harganya yang masih cukup mahal, sekitar Rp 950.000,- dimana diperlukan 3 kali suntikan secara serial untuk mendapatkan perlindungan yang optimal.&lt;br /&gt;Hal yang patut diketahui adalah HPV sebagai penyebab dari kanker serviks berpotensi menular melalui kontak seksual. Resiko ini meningkat drastis jika sering gonta-ganti pasangan seksual. Penularan HPV juga dapat terjadi melalui pakaian dalam, sarung tangan operasi, atau pada bayi yang lahir normal, dapat tertular dari vagina sang ibu.&lt;br /&gt;Bagi wanita yang telah menikah atau aktif secara seksual, Pap Smear merupakan sarana screening yang ideal untuk mencegah kanker serviks. Dengan Pap Smear kita dapat mengetahui kanker mulut rahim dalam kondisi sedini mungkin, sebelum timbul gejala, bahkan pada tahap lesi pra kanker dapat terdeteksi. Semakin dini kanker serviks diketahui, makin mudah terapi dilakukan, dan angka keberhasilannya sangat tinggi. Dengan demikian penyebaran kanker mulut rahim ke bagian tubuh yang lain serta kematian akibat kanker serviks dapat dicegah.&lt;br /&gt;Kanker mulut rahim , bisa tanpa gejala pada sebagian penderita. Gejala yang sering dialami penderita kanker serviks adalah perdarahan abnormal yaitu perdarahan pasca hubungan seksual, perdarahan abnormal di luar masa haid, atau perdarahan setelah menopause. Nyeri pada pinggul atau kaki yang kronis dan tidak jelas penyebabnya serta keluarnya cairan kekuningan dan bau dari vagina juga merupakan gejala dari kanker serviks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan*&lt;br /&gt;Jenis pengobatan kanker leher rahim sangat tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Pada stadium I-II A, kanker hanya menyerang bagian leher rahim, sementara pada stadium II B menjalari daerah sekitarnya. Pada stadium III B, kanker menyerang bagian dinding panggul dan pada stadium IV A, lubang anus dan saluran kencing mulai terserang. Pada stadium yang paling berbahaya, IV B, kanker telah menyebar ke organ lain seperti hati dan paru-paru.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi pra-kanker atau masih dalam stadium dini, dapat dilakukan dengan pengobatan:&lt;br /&gt;1. Cryotherapy. Sel abnormal dimatikan dengan sejenis alat pendeteksi logam yang mengandung cairan nitrogen. Teknik ini tidak menganggu kesuburan sehingga masih terbuka peluang untuk hamil di kemudian hari.&lt;br /&gt;2. Terapi laser. Sel abnormal dipanaskan dengan sinar laser agar tidak aktif lagi dan tidak berkembang lagi. Terapi ini juga tidak mempengaruhi kesuburan.&lt;br /&gt;3. Cone biopsi. Terapi ini menggunakan sejenis pisau laser (cold knife cone biopsy) atau LEEP (loop electrosurgical excision procedure) untuk mengangkat bagian sel abnormal yang berbentuk kerucut (cone). Terapi ini biasanya dilengkapi dengan terapi lainnya kecuali bagi yang masih ingin memiliki keturunan.&lt;br /&gt;Jika telah memasuki stadium lanjut harus diatasi dengan terapi yang memiliki risiko tidak bisa memiliki keturunan lagi:&lt;br /&gt;1. Radioterapi, yakni terapi yang menggunakan radiasi sinar x berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Radiasi eksternal atau biasa disebut external beam radiation therapy memancarkan sinar dari sebuah mesin besar pada permukaan tubuh. Sementara jenis radiasi internal atau biasa disebut brachytherapy memasukkan zat radioaktif ke dalam vagina.&lt;br /&gt;2. Histerektomi yakni tindakan pembedahan untuk mengangkat rahim yang tak bisa diselamatkan lagi agar kanker tidak menyebar ke organ tubuh lain. Tindakan ini memutuhkan masa pemulihan empat sampai enam minggu.&lt;br /&gt;3. Histerektomi radikal yakni tindakan pembedahan yang tidak hanya untuk mengangkat rahim tapi juga bagian lain di sekitarnya yang telah terserang kanker.&lt;br /&gt;4. Kemoterapi. Jika kanker telah menyebar ke luar panggul, dianjurkan menjalani kemoterapi. Terapi ini dilengkapi dengan penggunaan obat-obatan untuk mematikan sel-sel kanker. Obat anti-kanker bisa melalui suntikan intravena ataupun melalui oral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*) From: www.conectique.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5917030714036123450-356910924729965021?l=iranawangwulan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/feeds/356910924729965021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/mewaspadai-kanker-payudara-dan-kanker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/356910924729965021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5917030714036123450/posts/default/356910924729965021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iranawangwulan.blogspot.com/2009/02/mewaspadai-kanker-payudara-dan-kanker.html' title='Mewaspadai Kanker Payudara dan Kanker Serviks'/><author><name>Ulan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_d6QQyNAWPPk/SadSCx079lI/AAAAAAAAAAM/2Rv6tvuKxBY/S220/P1010006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
